Anak Perempuan di Jakarta Lebih Rentan Jadi Korban Kekerasan Seksual

Chandra Iswinarno, Lilis Varwati

Sabtu, 13 Juli 2024 | 05:05 WIB
Anak Perempuan di Jakarta Lebih Rentan Jadi Korban Kekerasan Seksual
Ilustrasi kekerasan seksual pada anak di bawah umur. [SuaraJogja.com / Ema Rohimah]

Suara.com - Anak perempuan yang tinggal di Jakarta jauh lebih rentan menjadi korban kekerasan seksual dibandingkan laki-laki.

Kesimpulan tersebut tertuang dalam data Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta.

Menurut data tersebut tercatat kalau jumlah kasus kekerasan seksual pada anak perempuan mendominasi seluruh laporan hingga 68 persen. Sementara kasus pada anak laki-laki sebanyak 25 persen.

Deputi Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Nahar menyampaikan bahwa kondisi tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak lima tahun lalu.

Temuan PPAPP Jakarta bahkan selaras dengan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni) KPPPA.

"Dari data Simfoni yang kita peroleh itu bahwa 5 tahun kebelakangan, dari 2019, korban kekerasan itu memang didominasi oleh anak perempuan. Anak perempuan itu memiliki keterentanan lebih dari anak laki-laki. Makanya angkanya (data PPAPP) sama seperti itu," kata Nahar saat ditemui di Kantor KPPPA, Jakarta, Jumat (12/7/2024).

Secara garis beras, lanjut Nahar, angka yang ada Jakarta sebenarmya tidak jauh berbeda dengan gambaran kondisi secara nasional.

Dia menjelaskan, berdasarkan data Simfoni 2019 telah tercatat kalau jumlah kasus pelecehan seksual pada anak perempuan memang lebih banyak dari anak laki-laki.

"Misalnya dari 11.000 kasus, itu angkanya terus meningkat ya, sampai di 2023 itu 18.000. Itu mayoritas anak perempuan," katanya.

baca juga

Kemudian dari jenis kekerasan yang terjadi, memang kekerasan seksual masih menjadi paling tinggi. Kondisi tersebut menunjukan kalau anak perempuan lebih rentan menjadi korban dibandingkan dengan anak laki-laki.

Sebab, lanjut Nahar, anak laki-laki biasanya masih punya keleluasaan dan kekuatan untuk menolak atau melawan.

"Sedangkan anak perempuan relatif lebih ngikutin apa yang dimau orang yang melakukan itu," kata Nahar.

Dilihat dari situs resmi Simfoni KPPPA tercatat bahwa selama 2024 telah terjadi tindak kekerasan sebanyak 12.558 kasus dari seluruh kelompok usia. Di mana jumlah korban perempuan ada sebanyak 10.903 orang dan laki-laki ada 2.701 orang.

Secara detail, perempuan yang menjadi korban dan masih berusia anak juga mendominasi data tersebut. Tercatat anak usia 0-5 tahun terdapat 5,8 persen, usia 6-12 tahun 17,3 persen, dan anak perempuan usia 13-17 tahun menjadi yang paling banyak secara keseluruhan dengan 33,2 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Memerangi Bungkamnya Kasus Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan

Memerangi Bungkamnya Kasus Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan

Your Say | Senin, 20 Mei 2024 | 17:00 WIB

Alasan Generasi Muda Harus Peduli Soal Isu Kekerasan Seksual dan Perlindungan Hukumnya

Alasan Generasi Muda Harus Peduli Soal Isu Kekerasan Seksual dan Perlindungan Hukumnya

Lifestyle | Jum'at, 01 Desember 2023 | 18:10 WIB

Seorang Gadis Dirudapaksa Ayah, Paman, dan Kakek, Kenapa Kekerasan Seksual Kerap Dilakukan Orang Terdekat?

Seorang Gadis Dirudapaksa Ayah, Paman, dan Kakek, Kenapa Kekerasan Seksual Kerap Dilakukan Orang Terdekat?

Lifestyle | Jum'at, 27 Oktober 2023 | 18:24 WIB

Terkini

Menggiurkan di Awal, Beban di Akhir, Rencana Obligasi Jakarta Harus Ditinjau Ulang

Menggiurkan di Awal, Beban di Akhir, Rencana Obligasi Jakarta Harus Ditinjau Ulang

News | Senin, 21 September 2026 | 18:02 WIB

Polisi Segera Panggil Pegawai Kejagung Febrio Adiono Terkait Kematian Sutrimo

Polisi Segera Panggil Pegawai Kejagung Febrio Adiono Terkait Kematian Sutrimo

News | Senin, 21 September 2026 | 18:00 WIB

5 Inspirasi Busana Kerja ala Seo Kang Joon, Tampil Rapi dan Fashionable!

5 Inspirasi Busana Kerja ala Seo Kang Joon, Tampil Rapi dan Fashionable!

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 18:00 WIB

Penyidik Periksa 3 Pegawai ESDM di Kasus Korupsi Nikel PT CNI

Penyidik Periksa 3 Pegawai ESDM di Kasus Korupsi Nikel PT CNI

News | Senin, 21 September 2026 | 17:54 WIB

Kalijodo Bakal Direvitalisasi, Gubernur Pramono Ingin Warisan Ahok Tetap Terjaga

Kalijodo Bakal Direvitalisasi, Gubernur Pramono Ingin Warisan Ahok Tetap Terjaga

Video | Senin, 21 September 2026 | 17:50 WIB

DPR dan Mendikdasmen Sepakat PPPK Guru Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes!

DPR dan Mendikdasmen Sepakat PPPK Guru Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes!

News | Senin, 21 September 2026 | 17:49 WIB

Antrean Panjang Kendaraan Isi BBM Masih Terjadi, Picu Kemacetan di Pekanbaru

Antrean Panjang Kendaraan Isi BBM Masih Terjadi, Picu Kemacetan di Pekanbaru

Riau | Senin, 21 September 2026 | 17:48 WIB

Please Dont Date Him: Membongkar Red Flag Pasangan Lewat Kulkas Pintar

Please Dont Date Him: Membongkar Red Flag Pasangan Lewat Kulkas Pintar

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 17:45 WIB

Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Polisi

Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Polisi

News | Senin, 21 September 2026 | 17:42 WIB

Dirut PT Migas Kota Bekasi Diperiksa Kejagung Terkait Korupsi KSO Pertamina EP Rp2 Triliun

Dirut PT Migas Kota Bekasi Diperiksa Kejagung Terkait Korupsi KSO Pertamina EP Rp2 Triliun

News | Senin, 21 September 2026 | 17:36 WIB

×