Bahaya Tersembunyi di Balik Vitamin D, Kok Bisa?

Andi Ahmad S

Selasa, 16 Juli 2024 | 21:05 WIB
Bahaya Tersembunyi di Balik Vitamin D, Kok Bisa?
Ilustrasi Vitamin D. (Unsplash.com/Michele Blackwell)

Suara.com - Masih banyak orang mungkin yang belum mengetahui soal bahaya tersembunyi di balik Vitamin D. Apalagi, hal tersebut menjadi catatan para ahli hingga peringatan penting.

Pasalnya, belum lama ini para ahli mengeluarkan peringatan tentang bahaya mengkonsumsi vitamin D, lantaran bisa menyebabkan orang meninggal dunia jika berlebihan.

Seorang pria di Inggris meninggal karena hiperkalsemia, suatu kondisi langka yang disebabkan oleh tingginya kadar vitamin D itu dialami oleh David Mitchener.

Pensiunan pengusaha berusia 89 tahun dari Inggris itu meninggal tahun lalu karena hiperkalsemia, penumpukan kalsium dalam tubuh akibat kadar vitamin D yang berlebihan.

Michener dirawat di Rumah Sakit East Surrey pada 10 Mei 2023 dan dinyatakan meninggal sepuluh hari kemudian.

Menurut laporan dari Jonathan Stevens, asisten koroner di rumah sakit tersebut, kadar vitamin D pria berusia 89 tahun itu berada pada tingkat maksimum yang tercatat.

Toksisitas vitamin D tercatat sebagai salah satu faktor utama kematian Michener, bersama dengan penyakit jantung kongestif, gagal ginjal kronis, dan hiperkalsemia.

Sebelum kematiannya, tes menunjukkan kadar vitamin D Mitchener pada 380 ng/mL, tingkat maksimum yang dapat dicatat oleh laboratorium.

Sebagai referensi, laporan Institute of Medicine (IOM) pada tahun 2010 memperkirakan bahwa kadar vitamin D sebesar 20 ng/mL sudah cukup untuk kesehatan tulang yang baik.

baca juga

Laporan Stevens mengenai kematian David Mitchener menimbulkan kekhawatiran bahwa suplemen vitamin dapat mempunyai “potensi risiko dan efek samping yang sangat serius bila dikonsumsi secara berlebihan,” dan menambahkan bahwa peraturan pelabelan suplemen saat ini tidak mengharuskan risiko tersebut disebutkan pada label.

“Tidak ada peringatan pada atau dalam kemasan yang merinci risiko spesifik atau efek samping dari mengonsumsi suplemen vitamin D,” tulis Jonathan Stevens. “Menurut pendapat saya, ada risiko kematian di masa depan kecuali ada tindakan yang diambil.”

Hiperkalsemia adalah kondisi medis yang jarang namun sangat serius yang dapat melemahkan tulang dan merusak ginjal dan jantung, gejala yang diamati selama otopsi Mitchener.

Hal ini terkait dengan mengonsumsi terlalu banyak vitamin D, yang menjadi masalah yang lebih umum terjadi pasca-Covid ketika konsumsinya didorong untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sayangnya, kebanyakan orang tidak memahami bahwa terlalu banyak hal baik justru bisa berdampak buruk bagi Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Joe Biden Minta Robert F. Kennedy Jr Dilindungi Pasukan Pengamanan Secret Service

Joe Biden Minta Robert F. Kennedy Jr Dilindungi Pasukan Pengamanan Secret Service

News | Selasa, 16 Juli 2024 | 20:48 WIB

Gareth Southgate Mundur dari Pelatih Timnas Inggris

Gareth Southgate Mundur dari Pelatih Timnas Inggris

Bola | Selasa, 16 Juli 2024 | 18:17 WIB

Apa Itu Gangguan Kecemasan, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Gangguan Kecemasan, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Health | Selasa, 16 Juli 2024 | 16:32 WIB

Terkini

Perum Bulog Perkuat Pengawasan Mitra RPK, Pastikan Penjualan Beras SPHP Sesuai Ketentuan

Perum Bulog Perkuat Pengawasan Mitra RPK, Pastikan Penjualan Beras SPHP Sesuai Ketentuan

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Kekurangan Gula Rafinasi, Industri Mamin RI Terancam Stop Produksi

Kekurangan Gula Rafinasi, Industri Mamin RI Terancam Stop Produksi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Menginap dan Nikmati Lebih Banyak: ibis Jakarta Raden Saleh Hadirkan Stay Longer, Enjoy More"

Menginap dan Nikmati Lebih Banyak: ibis Jakarta Raden Saleh Hadirkan Stay Longer, Enjoy More"

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:25 WIB

Fungsi Mode Dry AC untuk Apa? Kenali Manfaat dan Waktu Tepat Menggunakannya

Fungsi Mode Dry AC untuk Apa? Kenali Manfaat dan Waktu Tepat Menggunakannya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:25 WIB

Bukan Anti-Bahasa Baku, Gen Z Hanya Belum Temukan Cara Belajar yang Relevan

Bukan Anti-Bahasa Baku, Gen Z Hanya Belum Temukan Cara Belajar yang Relevan

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Emiten MPMX Raup Laba Bersih Rp539 Miliar di Kuartal III-2026

Emiten MPMX Raup Laba Bersih Rp539 Miliar di Kuartal III-2026

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:16 WIB

Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah

Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:16 WIB

Kapolri Siapkan Program Poliran, Pengangguran Dilatih agar Tak Terjerumus Kriminalitas

Kapolri Siapkan Program Poliran, Pengangguran Dilatih agar Tak Terjerumus Kriminalitas

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Birokrasi No Viral No Justice: Kenapa Pelayanan Publik Selalu Dipersulit?

Birokrasi No Viral No Justice: Kenapa Pelayanan Publik Selalu Dipersulit?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Apakah Minyak Zaitun Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Begini Cara Pakai yang Efektif

Apakah Minyak Zaitun Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Begini Cara Pakai yang Efektif

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:15 WIB

×