Inisiatif Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Bermunculan, Mengapa Belum Banyak Digunakan Secara Luas?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:45 WIB
Inisiatif Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Bermunculan, Mengapa Belum Banyak Digunakan Secara Luas?
Alat pirolisis untuk menghancurkan popok dan limbah plastik menjadi BBM di Kertabumi Recycling Center (Dok. Pribadi/Natasha Suhendra)

Suara.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali mendorong perhatian terhadap pengembangan sumber energi alternatif di tingkat lokal.

Tekanan terhadap sektor energi domestik belakangan semakin terasa setelah nilai tukar rupiah melemah, harga minyak dunia naik akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, dan biaya distribusi meningkat. Per 10 Juni 2026, harga Pertamax tercatat naik menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 menjadi Rp17.000 per liter.

Di tengah situasi tersebut, pendekatan waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi mulai dilihat sebagai salah satu opsi untuk memperluas sumber pasokan energi sekaligus mengurangi timbulan sampah.

Salah satu inisiatif tersebut dikembangkan oleh Kertabumi Recycling Center di Tangerang Selatan melalui teknologi pirolisis yang mengolah sampah plastik, termasuk popok sekali pakai, menjadi bahan bakar alternatif.

Namun, pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa pengembangan teknologi ini menghadapi tantangan yang tidak hanya bersifat teknis.

Pendiri sekaligus CEO Kertabumi, Ikbal Alexander, mengatakan kendala terbesar justru muncul dari kualitas bahan baku yang tersedia.

Menurut dia, proses pirolisis membutuhkan sampah plastik yang telah dipilah dengan baik agar pengolahan tetap efisien.

“Tantangan utama adalah tingkat pemilahan sampah yang rendah karena masyarakat belum mau memilah. Apabila sampah plastik terkontaminasi sampah makanan, itu sudah tidak dapat didaur ulang karena biaya pencucian dan pengeringan akan lebih mahal dibandingkan nilai plastiknya,” kata Ikbal.

Kondisi tersebut membuat pengembangan teknologi tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan sistem pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.

baca juga

Selain persoalan bahan baku, penerimaan sosial juga menjadi tantangan lain.

Menurut Ikbal, tidak sedikit warga yang awalnya menolak keberadaan fasilitas pengolahan karena khawatir akan menimbulkan tumpukan sampah dan bau di lingkungan sekitar.

“Mereka pikir akan ada tumpukan sampah dan bau. Tapi setelah kami edukasi dan menunjukkan contoh pusat daur ulang yang bersih, mereka akhirnya mengerti dan setuju,” ujarnya.

Karena itu, strategi pengembangan yang dilakukan Kertabumi tidak dimulai dari memperbanyak mesin, tetapi dengan mencari wilayah yang belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang memadai dan membangun kolaborasi dengan pemerintah, komunitas, perusahaan, serta masyarakat setempat.

Menurut mereka, indikator keberhasilan tidak hanya diukur dari kemampuan mesin menghasilkan bahan bakar, tetapi juga dari sejauh mana produk tersebut benar-benar digunakan oleh masyarakat.

Saat ini, operasional mesin pirolisis Kertabumi masih terbatas di Tangerang Selatan. Ke depan, organisasi tersebut juga menargetkan pengembangan teknologi untuk mengolah limbah tekstil dan pakaian yang volumenya terus meningkat di wilayah perkotaan.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pengembangan energi berbasis sampah tidak berhenti pada inovasi teknologi. Ketersediaan bahan baku, perubahan perilaku masyarakat, dan penerimaan sosial menjadi faktor yang menentukan apakah teknologi dapat diterapkan dalam skala yang lebih luas.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga BBM Naik, Purbaya Pede Tak Semua Warga Pindah ke Pertalite

Harga BBM Naik, Purbaya Pede Tak Semua Warga Pindah ke Pertalite

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 15:35 WIB

LIVE REPORT: Demo Besar Mahasiswa Jakarta! Soroti APBN, BBM, hingga Harga Kebutuhan Pokok

LIVE REPORT: Demo Besar Mahasiswa Jakarta! Soroti APBN, BBM, hingga Harga Kebutuhan Pokok

Video | Jum'at, 12 Juni 2026 | 15:24 WIB

Harga BBM Naik, Gaya Hidup Tetap Jalan: Tanda Pola Konsumtif Sulit Lepas?

Harga BBM Naik, Gaya Hidup Tetap Jalan: Tanda Pola Konsumtif Sulit Lepas?

Your Say | Jum'at, 12 Juni 2026 | 15:45 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Penerima Bantuan, Penyandang Disabilitas Didorong Jadi Aktor Penanggulangan Bencana

Bukan Sekadar Penerima Bantuan, Penyandang Disabilitas Didorong Jadi Aktor Penanggulangan Bencana

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:11 WIB

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:42 WIB

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

×