Profil Bagindo Aziz Chan, Wali Kota Padang ke-2 yang Gugur Melawan Belanda 19 Juli 1947

Riki Chandra

Jum'at, 19 Juli 2024 | 18:27 WIB
Profil Bagindo Aziz Chan, Wali Kota Padang ke-2 yang Gugur Melawan Belanda 19 Juli 1947
Wali Kota Padang kedua setelah kemerdekaan, Bagindo Aziz Chand. [Dok.Istimewa]

Suara.com - Pemerintah Kota Padang memperingati peristiwa gugurnya Pahlawan Nasional sekaligus Wali Kota Padang ke-2, Bagindo Aziz Chan yang gugur ditembak oleh serdadu Belanda pada 19 Juli 1947.

Peringatan itu dilaksanakan dengan upacara bendera di Lapangan Imam Bonjol yang dihadiri seluruh Forkopimda Kota Padang, dan keluarga almarhum Bagindo Aziz Chan.

Penjabat (Pj) Wali Kota Padang, Andree Algamar mengatakan, peringatan yang digelar itu bertujuan untuk memupuk kembali nilai-nilai kepahlawanan, terutama untuk generasi muda.

"Agar generasi muda Kota Padang terus menjaga semangat dalam mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan yang telah berkorban untuk kemerdekaan Indonesia," katanya, Jumat (19/7/2024).

Profil Bagindo Aziz Chan

Nama Bagindo Aziz Chan tak asing bagi publik Kota Padang. Selain namanya diabadikan menjadi nama jalan, sejumlah monumen di ibu kota provinsi Sumbar itu juga disematkan nama Aziz Chand.

Bagindo Aziz Chand yang lahir pada 30 September 1910 telah berkecimpung di pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia sejak usia muda. Dia tercatat sebagai anggota hingga pengurus Jong Islamieten Bond yang dipimpin Haji Agus Salim.

Aziz Chand juga membentuk Persatuan Pelajar Islam di Kota Padang Panjang. Dia pun menjadi seorang guru yang kemudian menjadi kepala sekolah pergerakan modern Islamieten Kwekschool (MIKK) di Kota Bukittinggi.

Melansir berbagai sumber, Bagindo Aziz Chan lahir di Kampung Alang Laweh, Kota Padang, Sumbar. Dia merupakan anak keempat dari enam bersaudara, buah cinta pasangan Bagindo Montok dan Djamilah.

Aziz Chand diangkat menjadi Wali Kota Padang pada tanggal 15 Agustus 1946. Dia tercatat sebagai Wali Kota Padang kedua setelah kemerdekaan menggantikan Abu Bakar Jaar yang pindah tugas ke Sumatera Utara.

Aziz Chand meninggal dunia pada usia 36 tahun. Dia gugur saat bertempur melawan Belanda pada 19 Juli 1947. Menurut hasil visum yang saat itu dilakukan di rumah sakit yang sekarang bernama RS Tentara Dr. Reksodiwiryo, Aziz Chand meninggal akibat terkena benda tumpul. Selain itu, terdapat tiga bekas tembakan di wajahnya.

Pada 10 Oktober 1945, di tengah situasi kedatangan Sekutu di Padang, Azin Chand menolak tunduk terhadap kekuatan militer Belanda yang berada di belakang tentara Sekutu. Dia terus memberikan perlawanan. Dia juga menerbitkan surat kabar perjuangan yang bernama Republik Indonesia Jaya.

Sebelum turun ke medan pergerakan kemerdekaan di Padang, Aziz Chan mengenyam pendidikan di HIS Padang. Kemudian berlanjut ke MULO di Surabaya, dan AMS di Batavia.

Tamat dari AMS dan sempat dua tahun duduk di Rechtshoogeschool te Batavia (RHS), Aziz Chand juga sempat membuka praktik pengacara dan aktif di beberapa organisasi.

Aziz Chand kembali ke Padang tahun 1935. Dia lalu mengabdi ke beberapa sekolah sebagai guru dan sering berpindah-pindah ke luar Padang. Dia juga sempat aktif di Persatuan Muslim Indonesia (Permi) sampai organisasi itu dibubarkan pada tahun 1937.

Beberapa hari setelah diangkat menjadi Wali Kota Padang, tepatnya pada 23 Agustus 1946, Aziz Chand menyerbu markas Belanda yang menangkap warga di kawasan Gunung Pangilun, Kota Padang. Setahun setelahnya, tepatnya 19 Juli 1947, Aziz Chand gugur ditembak saat bertempur melawan Belanda. Kemudian, jasadnya dikembumikan Taman Makam Pahlawan Bahagia, Bukittinggi.

Kini, nama Bagindo Aziz Chand diabadikan menjadi nama jalan di beberapa daerah, seperti di Padang dan Kota Bukittinggi. Selain itu, di Kota Padang, juga didirikan sebuah monumen berbentuk kepalan tinju di persimpangan Jalan Gajah Mada dan Jalan Jhoni Anwar, Kampung Olo, Nanggalo.

Monumen Bagindo Aziz Chan yang diresmikan Wali Kota Padang Syahrul Ujud pada 19 Juli 1983 itu lebih dikenal sebagai Simpang Tinju. Monumen tersebut merupakan sejarah tempat gugurnya seorang Bagindo Aziz Chand yang akan dikenang sepanjang hayat.

Kemudian, monumen lainnya terletak di Taman Melati dalam kompleks Museum Adityawarman. Monumen penghargaan untuk Bagindo Aziz Chand itu merupakan karya pelukis Wisran Hadi dan pemahat Arby Samah.

Tahun 2025, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menerbitkan Kepres Nomor 082/TK/2005 dan mengangkat Bagindo Aziz Chan sebagai pahlawan nasional. Bagindo Aziz Chan menerima Bintang Mahaputera Adipradana dan Gelar Pahlawan Nasional Indonesia pada 9 November 2005.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Suara Perempuan Nyanyi 'Lelaki Cadangan' Saat Wakil Wali Kota Padang Pidato

Heboh Suara Perempuan Nyanyi 'Lelaki Cadangan' Saat Wakil Wali Kota Padang Pidato

Entertainment | Minggu, 19 April 2026 | 16:00 WIB

Pengelolaan TMPN Kalibata Dialihkan ke Kemenhan, Target Resmi Mulai 1 April 2026

Pengelolaan TMPN Kalibata Dialihkan ke Kemenhan, Target Resmi Mulai 1 April 2026

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 10:14 WIB

Momen Prabowo Pimpin Ziarah Nasional dan Renungan Suci Hari Pahlawan

Momen Prabowo Pimpin Ziarah Nasional dan Renungan Suci Hari Pahlawan

Foto | Senin, 10 November 2025 | 16:42 WIB

Siapa yang Berhak Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan? Ketahui Syaratnya

Siapa yang Berhak Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan? Ketahui Syaratnya

News | Selasa, 08 November 2022 | 20:53 WIB

Beredar Video Curhat Konsumen Bus Trans Padang Kabarkan Sopir Mogok Kerja, Disebut Belum Terima Gaji Selama 3 Bulan

Beredar Video Curhat Konsumen Bus Trans Padang Kabarkan Sopir Mogok Kerja, Disebut Belum Terima Gaji Selama 3 Bulan

News | Selasa, 02 Agustus 2022 | 13:46 WIB

Terkini

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 09:00 WIB

Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini

Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini

Otomotif | Minggu, 01 November 2026 | 08:59 WIB

Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak

Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 08:56 WIB

Aktivis 98 Tuntut Prabowo-Gibran Jalankan Agenda Reformasi atau Mundur

Aktivis 98 Tuntut Prabowo-Gibran Jalankan Agenda Reformasi atau Mundur

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:54 WIB

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:39 WIB

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:37 WIB

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:30 WIB

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:10 WIB

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:04 WIB

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:00 WIB

×