Ikut Jokowi di IKN, Pengamat Peringatkan Raffi Ahmad Cs: Hati-hati Terima Order, Bisa jadi Simalakama

Dwi Bowo Raharjo

Senin, 29 Juli 2024 | 16:16 WIB
Ikut Jokowi di IKN, Pengamat Peringatkan Raffi Ahmad Cs: Hati-hati Terima Order, Bisa jadi Simalakama
Presiden Joko Widodo (depan) bersama Menteri PUPR yang juga Plt Kepala Ototiratas IKN Basuki Hadimuljono (kedua kanan) dan Wakil Menteri ATR yang juga Wakil Kepala Otoritas IKN Raja Juli Antoni (kanan) serta sejumlah influencer media sosial mengendarai motor melewati Jalan Tol IKN di Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (28/7/2024). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Spt]

Suara.com - Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, mengkritik kegiatan Presiden Jokowi di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang turut memboyong sejumlah artis dan influencer. Salah satu artis papan artas yang nempel Jokowi adalah Raffi Ahmad.

Menurut Jamiluddin keikutsertaan influencer dalam kunjungan kerja kepala negara di IKN tentu menjadi aneh sekaligus mengejutkan.

"Sebab, tidak jelas relevansi dan urgensi kehadiran influencer dengan rencana Jokowi berkantor tiga hari di IKN," kata Jamiluddin dalam keterangannya, Senin (29/7/2024).

Jamiluddin melihat ada dua kemungkinan mengapa Jokowi melibatkan dan mengajak para influencer dalam kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara, Kalimanan Timur.

Kemungkinan pertama, yaitu Jokowi memang sengaja melibatkan influencer untuk meng-counter isu negatif terkait IKN. Mengingat isu negatif terhadap IKN sudah lama mengemuka sejak wacana perpindahan ibu kota.

"Isu negatif itu terus menguat hingga Jokowi gagal berkantor di IKN pada awal Juli 2024. Pembangunan dasar yang belum selesai dijadikan dasar untuk menyerang ketidakberesan pembangunan IKN," kata Jamiluddin.

Belum lagi terkait isu minimnya investor yang mau beinvestasi di IKN. Tentu hal tersebut membuat pesimis sebagian anak bangsa akan keberlanjutan pembangunan IKN.

Melalui kehadiran influencer dalam kunjungan kerja presiden di IKN, disebut bertujuan untuk meng-counter semua isu negatif tersebut.

Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno (kiri) menjawab pertanyaan wartawan saat perdana berkantor di kompleks Kantor Presiden, Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (29/7/2024). [ANTARA FOTO/Mentari Dwi Gayati/app].
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno (kiri) menjawab pertanyaan wartawan saat perdana berkantor di kompleks Kantor Presiden, Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (29/7/2024). [ANTARA FOTO/Mentari Dwi Gayati/app].

"Untuk itu, Jokowi tampaknya sengaja melibatkan influencer dalam meresmikan jembatan. Bahkan Jokowi bersama influencer menaiki motor untuk menggambarkan kelayakan IKN," kata Jamiluddin.

baca juga

Menurut mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta, sudah barang tentu para influencer yang diajak ke IKN akan mengemas informasi terkait agenda presiden di acara peresmian tersebut menjadi beragam counter.

"Substansi isinya, meskipun akan dikemas beragam format penyajian, tentu ingin menyampaikan semua pembangunan di IKN berjalan lancar. Pesan-pesan itu tentu untuk meng-counter tidak benar pembangunan di IKN mengalami banyak kendala," ujar Jamiluddin.

Jamiluddin memandang pemerintah berharap melalui pesan-pesan sukses pembangunan di IKN yang dikemas oleh influencer akan memengaruhi investor agar mau berinvestasi di IKN.

"Kalau ini juga yang menjadi tujuan menghadirkan influencer, tentu relatif keliru. Sebab, investor kelas kakap tentu tidak mengkonsumsi medsos yang kerap digunakan influencer untuk menyampaikan kontennya. Bahkan investor juga tidak menjadi pengikut influencer tersebut," kata Jamiluddin.

"Padahal, semua tahu, pesan akan berpeluang menimbulkan efek tertentu minimal pesannya sampai kepada khalayak sasaran. Karena itu, tentu sulit konten yang dikemas influencer dapar mempengaruhi investor untuk berinvestasi," Jamiluddin menambahkan.

Ia menekankan bahwa langkah pemerintah menghadirkan influencer dalam acara presiden di IKN justru menjadi keliru jika tujuannya untuk mengguah keinginan investor berinvestasi di IKN.

"Ini artinya, melibatkan influencer dalam kegiatan Jokowi berkantor tiga hari di IKN sangat tidak efisien dan tidak efektif," kata Jamiluddin.

Sementara kemungkinan kedua, kehadiran influencer diharapkan dapat mengemas konten agar masyarakat Indonesia mendungkung IKN. Sebab dukungan masyarakat terhadap pembangunan IKN selama ini relatif rendah.

"Hal itu terjadi karena penetapan IKN dilakukan dengan pendekatan top down, bukan bottom up sebagaimana layaknya di negara demokrasi. Ini artinya, ibu kota negara dipindahkan semata keputusan elite politik, khususnya Presiden Joko Widodo. Bahkan Jokowi yang menetapkan tempat ibu kota yang baru," kata Jamiluddin.

Padahal, lanjut dia, pemindahan ibu kota tidak ada dalam janji kampanye Jokowi. "Karena itu, pemindahan ibu kota di luar rencana Jokowi untuk periode 2019-2024," ujarnya.

Menurut dia, kalau pun DPR turut dilibatkan, hal itu hanya untuk justifikasi belaka. Mekanisme tersebut sengaja tetap dipenuhi untuk menunjukkan demokrasi tetap berjalan di Indonesia. Ia berujar di Indonesia berlaku demokrasi prosedural, bukan demokrasi substansi dalam menetapkan pemindahan ibu kota.

Suasana lapangan upacara yang akan digunakan pada HUT RI di kawasan Istana Kepresidenan IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (27/7/2024). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A].
Suasana lapangan upacara yang akan digunakan pada HUT RI di kawasan Istana Kepresidenan IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (27/7/2024). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A].

"Karena rakyat tidak dilibatkan dalam memutuskan pemindahan ibu kota maka sebagian masyarakat juga masa bodoh. Hal itu membuat IKN seolah tanpa makna. Sebab, apalah artinya pembangunan IKN bila sebagian rakyatnya saja tidak mendukung," kata Jamiluddin.

Lewat kehadiran influencer dalam kunjungan kerja Jokowi di IKN bertujuan agar masyarakat menjadi memperhatikn IKN, terlebih mendukung.

"Agar masyarakat memberi dukungan maka dirasa perlu kehadiran influencer di IKN. Mereka ini diharapkan juga membuat konten untuk meyakinkan masyarakat pentingnya IKN," katanya.

Jamiluddin mengatakan upaya tersebut bisa saja menjadi efektif untuk meyakinkan masyarakat terhadap pentingnya IKN. Tetapi efektif itu bisa jadi hanya berlaku pada pengikut influencer yang bersangkutan.

Sisi lain yang perlu diperhatikan, yakni efektifnya suatu konten ditentukan juga oleh sikap awal khalayak terhadap konten yang diterimanya.

"Kalau konten yang diterima sama dengan sikap awalnya, maka khalayak akan menyetujuinya. Ini artinya, pengikut dari influencer akan mendukung ajakannya, yang dalam hal ini mendukung IKN," ujarnya

Sebaliknya, bila sikap khalayak tidak sama dengan ajakan konten yang disampaikan influencer maka hal itu dapat menjadi efek bumerang.

"Pengikutnya bisa jadi tidak lagi percaya pada si influencer. Akibatnya, influencer itu akan ditinggalkan pengikutnya. Sebab, hubungan influencer dengan pengikutnya hanya sebatas faktor kepercayaan. Bila pengikutnya sudah tidak percaya, maka influencer akan ditinggalkan," kata Jamiluddin.

Kesimpulannya kata dia, melibatkan influenfer dalam kunjungan kerja di IKN bagai dua sisi mata uang. Positifnya tujuan untuk menambah dukungan masyarakat bisa saja didapat, tetapi di sisi lain tidsk menutup kemungkinan dapat menimbulkan antipati baik terhadap IKN maupun influencer itu sendiri.

"Hal itu tentu bak simalakama bagi influencer. Karena itu, influencer perlu berhati-hati dalam menerima order. Sebab tidak semua orderan yang akan dikemas dalam konten akan sesuai dengan sikap awal pengikutnya. Karena itu, berpikir lah sebelum menerima order agar tidak menjadi bunerang," kata Jamiluddin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Jokowi Motoran Bareng Raffi Ahmad di IKN Sampai NU Tolak Klaim Eksklusif PKB

Dari Jokowi Motoran Bareng Raffi Ahmad di IKN Sampai NU Tolak Klaim Eksklusif PKB

News | Senin, 29 Juli 2024 | 07:50 WIB

Potret Jokowi Motoran Bareng Para Influencer Jajal Jalan Tol IKN

Potret Jokowi Motoran Bareng Para Influencer Jajal Jalan Tol IKN

Foto | Senin, 29 Juli 2024 | 06:00 WIB

Jajal Jalan Tol di IKN, Jokowi Motoran Bareng Raffi Ahmad dan Sejumlah Influencer

Jajal Jalan Tol di IKN, Jokowi Motoran Bareng Raffi Ahmad dan Sejumlah Influencer

News | Minggu, 28 Juli 2024 | 19:33 WIB

Perjalanan Cinta Laudya Cynthia Bella, Terkini Dikabarkan Jadi Istri Ketiga Ustaz Muhammad Nuzul Dzikri

Perjalanan Cinta Laudya Cynthia Bella, Terkini Dikabarkan Jadi Istri Ketiga Ustaz Muhammad Nuzul Dzikri

Entertainment | Minggu, 28 Juli 2024 | 14:25 WIB

Terkini

Kronologi 'COD' Geng Motor Warmen 27 Vs Tabe 22 di Makassar, 1 Tewas

Kronologi 'COD' Geng Motor Warmen 27 Vs Tabe 22 di Makassar, 1 Tewas

Sulsel | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Micellar Water Viva Ada Berapa Macam? Cek 4 Varian dan Kandungannya

Micellar Water Viva Ada Berapa Macam? Cek 4 Varian dan Kandungannya

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Emiten BMHS Perkuat Diagnostik, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Double Digit

Emiten BMHS Perkuat Diagnostik, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Double Digit

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:04 WIB

Antrean BBM di Riau Tak Kunjung Reda, SF Hariyanto Panggil Pertamina

Antrean BBM di Riau Tak Kunjung Reda, SF Hariyanto Panggil Pertamina

Riau | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:03 WIB

Shin Tae-yong Blak-blakan Kondisi Marselino Ferdinan, Tampil di Piala Asia 2027 Masih Tanda Tanya

Shin Tae-yong Blak-blakan Kondisi Marselino Ferdinan, Tampil di Piala Asia 2027 Masih Tanda Tanya

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:01 WIB

Akhir Era Naik Kelas Otomatis: Mendikdasmen Kaji Ulang Kebijakan Demi Cegah Fenomena RMS

Akhir Era Naik Kelas Otomatis: Mendikdasmen Kaji Ulang Kebijakan Demi Cegah Fenomena RMS

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:01 WIB

Spesifikasi Khuzama Bola yang Bakal Dipakai di Piala Asia 2027, Terinspirasi dari Bunga Lavender

Spesifikasi Khuzama Bola yang Bakal Dipakai di Piala Asia 2027, Terinspirasi dari Bunga Lavender

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:01 WIB

Rupiah Anjlok Hari Ini, Nyaris ke Level Rp 18.000 Lagi

Rupiah Anjlok Hari Ini, Nyaris ke Level Rp 18.000 Lagi

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Kenapa Bedak Tidak Mau Menempel di Wajah? Ini 8 Penyebabnya!

Kenapa Bedak Tidak Mau Menempel di Wajah? Ini 8 Penyebabnya!

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Dilema Sandwich Generation: Ketika Memilih Diri Sendiri Terasa Sangat Egois

Dilema Sandwich Generation: Ketika Memilih Diri Sendiri Terasa Sangat Egois

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:00 WIB

×