Tiket Konser Akan Dikenakan Cukai, Sandiaga Uno: Jangan Sampai Justru Merugikan

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Senin, 29 Juli 2024 | 21:38 WIB
Tiket Konser Akan Dikenakan Cukai, Sandiaga Uno: Jangan Sampai Justru Merugikan
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. (Suara.com/Lilis)

Suara.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menanggapi wacana Kementerian Keuangan yang akan mengenakan cukai pada tiket konser. Sandiaga meminta wacana itu tidak diputuskan terburu-buru.

Sandiaga mengatakan cukai tersebut nantinya bisa menaikan harga tiket konser. Sementara, Indonesia juga bersaing dengan negara tetangga yang melakukan konser serupa.

"Kita butuh economic modelling, berapa sih yang ditarget dari bea cukai untuk tiket konser ini. Kalau misalnya tiket konser kita jauh lebih mahal dari negara-negara lain dan pengelolaan ekosistem ini juga belum efisien, kita kemungkinan kehilangan 1.500 dolar spending per pack per visit, itu tolong dihitung baik," kata Sandiaga ditemui di kantor Kemenparekraf di Jakarta, Senin (29/7/2024).

Mantan Wakil Gubernur Jakarta itu meminta agar Kemenkeu memastikan jumlah cukai serta manfaat yang ingin diraih. Diakui Sandi bahwa Indonesia memang tengah butuh menambah pendapatan negara. Akan tetapi, kebijakan yang diambil juga harus tepat perhitungannya.

"Memang benar Indonesia itu kita perlu uang fiscal yang lebih luas, tapi apakah ini yang tepat untuk diberikan cukai sekarang? Apakah nggak produk-produk lain? Itu yang mestinya kita masuk ke dalam sebuah diskusi yang lebih teknologis, lebih mendalam, sehingga jangan sampai justru merugikan," kata Sandi.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menyatakan kalau pihaknya akan menyasar sejumlah produk konsumsi harian seperti deterjen hingga tisu untuk dikenakan cukai. Termasuk juga memasukkan tiket konser dalam daftar cukai karena tingginya peminat acara musik di Tanah Air.

"Ini tiket hiburan, kayak kemarin itu (konser Coldplay) kan sold out. Sampai ada konser lagi di Singapura dan masih dibeli. Jadi, masyarakat Indonesia itu kaya-kaya. Makanya, saya rasa itu perlu dinaikkan," kata Rubiyanto selaku Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai DJBC dalam sebuah kuliah umum, baru-baru ini.

Rubiyanto meyakini, tingginya peminat konser musik di Indonesia berbanding lurus dengan kemampuan finansial masyarakat. Oleh karenanya, bukan masalah besar di mata Rubiyanto kalau tiket konser dikenakan cukai.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menjelang 17 Agustus, Kabinet Jokowi Bakal Gelar Sidang Perdana di IKN!

Menjelang 17 Agustus, Kabinet Jokowi Bakal Gelar Sidang Perdana di IKN!

Video | Senin, 29 Juli 2024 | 12:05 WIB

Sandiaga Uno: Sidang Kabinet di IKN Digelar Sebelum Upacara Kemerdekaan

Sandiaga Uno: Sidang Kabinet di IKN Digelar Sebelum Upacara Kemerdekaan

Video | Sabtu, 27 Juli 2024 | 16:35 WIB

Bakal Diduetkan Lagi dengan Anies di Pilkada Jakarta?, Sandiaga: Belum Ada Penugasan Partai

Bakal Diduetkan Lagi dengan Anies di Pilkada Jakarta?, Sandiaga: Belum Ada Penugasan Partai

News | Sabtu, 27 Juli 2024 | 10:35 WIB

Sandiaga Sebut Sidang Kabinet Pertama Di IKN Digelar Sebelum 17 Agustus

Sandiaga Sebut Sidang Kabinet Pertama Di IKN Digelar Sebelum 17 Agustus

News | Jum'at, 26 Juli 2024 | 23:19 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×