Jangan Tiru Orang Eropa dalam Konsumsi Susu, Begini Penjelasan Ahli Nutrisi

Chandra Iswinarno, Lilis Varwati

Selasa, 30 Juli 2024 | 12:29 WIB
Jangan Tiru Orang Eropa dalam Konsumsi Susu, Begini Penjelasan Ahli Nutrisi
Ilustrasi susu. (Shutterstock)

Suara.com - Heboh program makanan bergizi yang didengungkan dalam program capres-cawapres terpilih menimbulkan kontroversi.

Penyebabnya, susu masih termasuk dalam menu makanan bergizi yang akan disajikan untuk Anak Indonesia dalam program tersebut.

Padahal, susu tidak cocok dikonsumsi oleh kebanyakan orang Indonesia. Ahli nutrisi dokter Tan Shot Yet mengemukakan alasan mendasar Anak Indonesia tidak perlu diberikan susu.

Ia mengemukakan bahwa sejatinya, Bangsa Melayu pada umumnya seperti Orang Indonesia memiliki intoleransi laktosa secara genetik. Laktosa merupakan jenis gula yang terkandung dalam susu sapi dan memiliki efek samping.

Salah satu efek samping yang dirasakan akibat intoleransi laktosa akibat konsumsi susu, yakni diare.

"Kalau diare pun bukannya nambah kerjaan? Intoleransi laktosa itu genetik dan alamiah," katanya kepada Suara.com, Selasa (30/7/2024).

Data Worldwide prevalence of lactose intolerance menyebut, intoleransi laktosa di Indonesia angkanya mencapai 80-100 persen.

Dari keteragan tersebut, Dokter Tan menjelaskan bahwa angka tersebut sama seperti di negara-negara area di Asia Tenggara.

Lebih lanjut, ia pun menegaskan bahwa Bangsa Melayu tak bisa disamakan dengan kebiasaan warga Eropa yang memang minim kasus intoleransi laktosa, sehingga mereka terbiasa konsumsi susu sapi.

"Pemerintah yang baru mestinya belajar dari peraturan-peraturan yang sudah ada di pemerintahan sebelumnya," ujarnya.

Lebih lanjut, Dokter Tan mengimbau kepada pemerintah di masa mendatang agar tidak membuat kesalahan yang berulang.

"Peraturan dibuat kan ada sejarahnya, ada pertimbangannya. Hargai. Agar kita tidak mengulang kesalahan yang sama di masa lalu," tutur dokter Tan.

Meski begitu, ia kemudian memberikan saran agar anak bisa mendapatkan protein hewani untuk makanan bergizi, selain dari susu.

"Banyak studi membuktikan asupan protein hewani selain susu memberi dampak tumbuh kembang yang sama dengan konsumen susu," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gibran Uji Coba Makan Bergizi Pakai Susu, Ahli Nutrisi: Orang Indonesia Nggak Butuh Susu

Gibran Uji Coba Makan Bergizi Pakai Susu, Ahli Nutrisi: Orang Indonesia Nggak Butuh Susu

News | Selasa, 30 Juli 2024 | 11:51 WIB

Diabetes Anak Meroket 70 Kali Lipat! IDAI: Perbanyak Real Food

Diabetes Anak Meroket 70 Kali Lipat! IDAI: Perbanyak Real Food

News | Selasa, 23 Juli 2024 | 13:30 WIB

Beda Susu UHT dan Pasteurisasi, Mana yang Lebih Baik?

Beda Susu UHT dan Pasteurisasi, Mana yang Lebih Baik?

Lifestyle | Minggu, 14 Juli 2024 | 10:05 WIB

Terkini

PDIP Remehkan Safari Politik Jokowi: Jadi Presiden Saja Tak Bisa Loloskan PSI, Apalagi Sekarang

PDIP Remehkan Safari Politik Jokowi: Jadi Presiden Saja Tak Bisa Loloskan PSI, Apalagi Sekarang

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:44 WIB

PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik

PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:29 WIB

DPR Restui TNI Buru Begal Jakarta, Tapi Ingatkan Aturan Main

DPR Restui TNI Buru Begal Jakarta, Tapi Ingatkan Aturan Main

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:11 WIB

Bukan Pesantren! Padepokan Padhang Ati Pekalongan Ternyata Bodong, Pimpinannya Cabuli Banyak Wanita

Bukan Pesantren! Padepokan Padhang Ati Pekalongan Ternyata Bodong, Pimpinannya Cabuli Banyak Wanita

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:03 WIB

Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:45 WIB

Geger Sekeluarga Tewas di Tenda Kamping Temanggung, UGM Konfirmasi Satu Korban Mahasiswanya

Geger Sekeluarga Tewas di Tenda Kamping Temanggung, UGM Konfirmasi Satu Korban Mahasiswanya

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:33 WIB

Aseng Tak Mungkin Main Sendiri, Eks Pimpinan KPK Minta Jaksa Kejar Pejabat Pemberi Izin

Aseng Tak Mungkin Main Sendiri, Eks Pimpinan KPK Minta Jaksa Kejar Pejabat Pemberi Izin

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:22 WIB

Aksi Kamisan ke-909 Soroti Penghilangan Paksa dan Tahanan Demonstrasi 2025

Aksi Kamisan ke-909 Soroti Penghilangan Paksa dan Tahanan Demonstrasi 2025

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:19 WIB

Saling Balas Serangan! Iran Targetkan Pangkalan Militer AS Setelah Washington Gempur Bandar Abbas

Saling Balas Serangan! Iran Targetkan Pangkalan Militer AS Setelah Washington Gempur Bandar Abbas

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:13 WIB

8 Fakta Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Pekalongan, Korban Disebut Mencapai Puluhan

8 Fakta Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Pekalongan, Korban Disebut Mencapai Puluhan

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:08 WIB