Beda Susu UHT dan Pasteurisasi, Mana yang Lebih Baik?

Suhardiman | Suara.com

Minggu, 14 Juli 2024 | 10:05 WIB
Beda Susu UHT dan Pasteurisasi, Mana yang Lebih Baik?
Susu pasteurisasi.[ANTARA]

Suara.com - Produk susu dalam kemasan yang kerap dijual di supermarket, biasanya tertera keterangan jenis susu UHT dan pasteurisasi.

Istilah susu UHT dan pasteurisasi merupakan metode pengolahan susu agar bisa aman dan tahan lama dikonsumsi. Lantas apa perbedaan susu pasteurisasi atau susu UHT? Berikut ulasannya.

Proses Sterilisasi

Susu UHT (Ultra High Temperature) dan susu pasteurisasi adalah dua metode sterilisasi yang digunakan untuk mengolah susu agar aman dan tahan lama. Berikut adalah perbedaan utama antara kedua metode ini:

Susu UHT dipanaskan dengan suhu tinggi, yaitu 135-145 derajat Celcius, dalam waktu singkat, yakni 2-3 detik. Proses ini membunuh hampir semua bakteri dalam susu, sehingga susu UHT sangat steril dan dapat bertahan selama 12 bulan dalam kemasan dan lima hari setelah kemasan dibuka.

Sedangkan susu pasteurisasi disterilkan dengan pemanasan pada suhu 72-85 derajat Celcius selama 10-15 detik. Meskipun tidak semua bakteri mati, proses ini cukup efektif untuk mengurangi jumlah organisme yang dapat menyebabkan penyakit. Susu pasteurisasi harus disimpan dalam lemari es dan hanya bertahan selama 4-5 jam dalam suhu ruangan.

Kandungan Nutrisi

Kandungan nutrisi pada kedua jenis susu ini juga berbeda, pada susu UHT, proses pemanasan yang tinggi dapat mendenaturasi protein, sehingga protein yang hilang dalam susu UHT lebih banyak daripada susu pasteurisasi.

Namun, susu UHT relatif tidak mengurangi nilai dan kandungan nutrisi yang terkandung di dalamnya. Susu pasteurisasi memiliki kandungan nutrisi yang lebih terjaga karena proses pemanasannya tidak membunuh semua mikroorganisme dalam susu. Kandungan nutrisi seperti vitamin, mineral, dan protein tetap ada dalam susu pasteurisasi.

Cara Penyimpanan

Perbedaan cara penyimpanan juga signifikan, susu UHT tidak perlu disimpan dalam lemari pendingin dan dapat bertahan selama 12 bulan dalam kemasan. Setelah kemasan dibuka, susu UHT tetap tahan selama lima hari.

Susu pasteurisasi harus segera dimasukkan ke dalam lemari es setelah dibeli dan hanya bertahan selama 4-5 jam dalam suhu ruangan. Setelah kemasan dibuka, susu pasteurisasi hanya bertahan selama tiga hari.

Manfaat dan Risiko

Susu UHT lebih steril dan tahan lama, tetapi mungkin mengalami kerugian nutrisi karena proses pemanasan yang tinggi. Namun, susu UHT tetap mengandung banyak nutrisi yang penting bagi kesehatan.

Susu pasteurisasi memiliki kandungan nutrisi yang lebih terjaga, tetapi tidak sesteril dan tidak sepanjang umur simpan susu UHT. Meskipun demikian, susu pasteurisasi masih memiliki nutrisi yang baik bagi kesehatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB

WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun

WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:53 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Lebih dari Sekadar Sehat, Kini Nutrisi Tubuh Bisa Dipantau dengan Data Secara Akurat

Lebih dari Sekadar Sehat, Kini Nutrisi Tubuh Bisa Dipantau dengan Data Secara Akurat

Lifestyle | Sabtu, 25 April 2026 | 11:12 WIB

BPJS Kesehatan Angkat Raffi Ahmad Jadi Duta Kehormatan: Dorong Edukasi dan Gaya Hidup Sehat

BPJS Kesehatan Angkat Raffi Ahmad Jadi Duta Kehormatan: Dorong Edukasi dan Gaya Hidup Sehat

News | Kamis, 23 April 2026 | 20:12 WIB

Kanker Paru Bukan Lagi Penyakit Perokok: Menagih Hak Konstitusi Atas Terapi Inovatif

Kanker Paru Bukan Lagi Penyakit Perokok: Menagih Hak Konstitusi Atas Terapi Inovatif

News | Kamis, 23 April 2026 | 18:09 WIB

Wamenkes Dante: Kelompok Anti Vaksin Tetap Ada, Lawannya Bukan Larangan tapi Informasi Akurat

Wamenkes Dante: Kelompok Anti Vaksin Tetap Ada, Lawannya Bukan Larangan tapi Informasi Akurat

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:13 WIB

Dari Anak Tanpa Vaksin ke Lonjakan Pasien Cuci Darah: Rantai Krisis Kesehatan yang Terabaikan?

Dari Anak Tanpa Vaksin ke Lonjakan Pasien Cuci Darah: Rantai Krisis Kesehatan yang Terabaikan?

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:08 WIB

Pemerintah Pastikan Tak Ada Penolakan Industri Terkait Kebijakan Label Nutri Level AD

Pemerintah Pastikan Tak Ada Penolakan Industri Terkait Kebijakan Label Nutri Level AD

News | Kamis, 23 April 2026 | 15:35 WIB

Wamenkes Akui Dapat Laporan Dugaan Malpraktik Angkat Rahim di RS Muhammadiyah Medan

Wamenkes Akui Dapat Laporan Dugaan Malpraktik Angkat Rahim di RS Muhammadiyah Medan

News | Kamis, 23 April 2026 | 13:44 WIB

Terkini

Silent Book Club: Ditemani Tanpa Kehilangan Ruang untuk Diri Sendiri

Silent Book Club: Ditemani Tanpa Kehilangan Ruang untuk Diri Sendiri

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 20:22 WIB

65 Persen Lembaga Keuangan Sudah Pakai AI, Apa Keuntungannya Buat Kita?

65 Persen Lembaga Keuangan Sudah Pakai AI, Apa Keuntungannya Buat Kita?

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 20:22 WIB

Jadi Tulang Punggung Ekonomi, UMKM Juga Penggerak Akses Keuangan di Masyarakat

Jadi Tulang Punggung Ekonomi, UMKM Juga Penggerak Akses Keuangan di Masyarakat

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 20:11 WIB

Tren Bold Flavor, Toast Hitam dengan Sentuhan Gochujang hingga Buldak Ikut Meramaikan

Tren Bold Flavor, Toast Hitam dengan Sentuhan Gochujang hingga Buldak Ikut Meramaikan

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 19:56 WIB

5 Bedak Viva Cosmetics untuk Usia 45 Tahun ke Atas: Formula Ringan, Hasil Natural

5 Bedak Viva Cosmetics untuk Usia 45 Tahun ke Atas: Formula Ringan, Hasil Natural

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 19:00 WIB

Lebih Tahan Lama Lip Tint atau Lip Cream? Ini 5 Rekomendasinya yang Awet

Lebih Tahan Lama Lip Tint atau Lip Cream? Ini 5 Rekomendasinya yang Awet

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 17:29 WIB

Siapa Pemilik Toba Pulp Lestari? Perusahaan yang Diisukan PHK Massal 80 Persen Karyawan

Siapa Pemilik Toba Pulp Lestari? Perusahaan yang Diisukan PHK Massal 80 Persen Karyawan

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 17:11 WIB

Setelah Eksfoliasi Pakai Moisturizer Apa? Ini 5 Rekomendasi Produk yang Melembapkan

Setelah Eksfoliasi Pakai Moisturizer Apa? Ini 5 Rekomendasi Produk yang Melembapkan

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 17:11 WIB

5 Sepeda Lipat untuk Anak yang Ringan dan Praktis, Mudah Dibawa Liburan

5 Sepeda Lipat untuk Anak yang Ringan dan Praktis, Mudah Dibawa Liburan

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 17:00 WIB

Inovasi Baru di Dunia Estetika: Cara Praktis Dapatkan Kulit Glowing dengan Titik Injeksi Minimal

Inovasi Baru di Dunia Estetika: Cara Praktis Dapatkan Kulit Glowing dengan Titik Injeksi Minimal

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 16:52 WIB