Teknologi Canggih di Balik Air Keran Siap Minum IKN

Eviera Paramita Sandi | Suara.com

Rabu, 31 Juli 2024 | 15:28 WIB
Teknologi Canggih di Balik Air Keran Siap Minum IKN
Suasana lapangan upacara yang akan digunakan pada HUT RI di kawasan Istana Kepresidenan IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (27/7/2024). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A].

Suara.com - Cuaca yang cukup panas hingga terik di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan diimbangi dengan air yang melimpah.

Bagi siapa saja yang berkunjung, tidak perlu mengkhawatirkan dirinya akan dehidrasi atau merasa kehausan yang berlebihan.

Pasalnya, pemerintah sudah menyiapkan Air keran siap minum di sekitar Istana Kepresidenan di IKN.

Dalam sebuah video yang diunggah akun Tiktok @dr.trisantoso memperlihatkan beberapa pos air kran siap minum di sekitar istana.

“Ini di sekitaran Istana ada tempat minum,” ujarnya @dr.trisantoso sambil menunjukkan kran air tersebut.

Ia menjelaskan bahwa udara yang ada di sekitar istana tersebut cukup panas, mengingat belum banyak tumbuhan besar di  sekitarnya.

“Ini untuk minum, untuk isi botol, untuk kalau kehausan sehabis jalan, karena lumayan panas di sekitaran istana,” jelasnya.

“Keren, disediakan tempat-tempat untuk mengambil dan mengisi air minum,” ujarnya.

Berbicara soal air kran siap minum, rupanya Presiden Joko Widodo belum pernah mencobanya. Bahkan pihaknya mengaku jika takut salah mencoba air.

“Belum belum nyoba,” ujar Jokowi.

“Nanti keliru nanti gimana,” sahutnya.

Sementara itu, Menteri Pekrjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menunjukkan keberaniannya untuk menguji coba langsung air tersebut.

Pada Senin (29/7/24) kemarin, Basuki tampak meminum langsung dari air kran di IKN. Basuki tampak mengambil air dari kran dengan gelas kemudian langsung diminumnya sampai habis.

Untuk diketahui, Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital OIKN Mohammed Ali Berawi mengatakan bahwa untuk mengontrol pengelolaan air dengan kualitas yang aman untuk diminum digunakan SCADA atau Supervisor Control and Data Acquisition yang memungkinkan pengontrolan jarak jauh.

Selain itu, untuk menjaga kualitas dan kuantitas air, pihaknya menggunakan teknologi smart water quality monitoring.

Kemudian untuk mengontrol kebutuhan air di IKN akan digunakan teknologi smart water metering.

Kontributor : Kanita

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Restui Pajaki Makanan Siap Saji

Jokowi Restui Pajaki Makanan Siap Saji

Bisnis | Rabu, 31 Juli 2024 | 14:53 WIB

Dibilang Kalah Bagus dari Hotel, Begini Penampakan Ruang Kerja dan Kamar Jokowi di IKN

Dibilang Kalah Bagus dari Hotel, Begini Penampakan Ruang Kerja dan Kamar Jokowi di IKN

Lifestyle | Rabu, 31 Juli 2024 | 13:10 WIB

Bisnis Rokok Eceran di Ujung Tanduk? Penjual Starling Ungkap Kegelisahan

Bisnis Rokok Eceran di Ujung Tanduk? Penjual Starling Ungkap Kegelisahan

Video | Rabu, 31 Juli 2024 | 12:05 WIB

Terkini

Kejagung Pamerkan Tumpukan Uang Rp10,2 Triliun Setinggi 2 Meter Hasil Denda Kehutanan

Kejagung Pamerkan Tumpukan Uang Rp10,2 Triliun Setinggi 2 Meter Hasil Denda Kehutanan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:32 WIB

Blok M Disorot! Polisi Dalami Jaringan Prostitusi Anak yang Diduga Libatkan Warga Negara Jepang

Blok M Disorot! Polisi Dalami Jaringan Prostitusi Anak yang Diduga Libatkan Warga Negara Jepang

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:25 WIB

Tidak Ada Pertimbangan, Spontan Saja: Pengakuan Anggota BAIS TNI soal Penyiraman Andrie Yunus

Tidak Ada Pertimbangan, Spontan Saja: Pengakuan Anggota BAIS TNI soal Penyiraman Andrie Yunus

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:20 WIB

Imbas Konflik Timur Tengah, Calbee Ganti Kemasan Camilan Jadi Hitam Putih

Imbas Konflik Timur Tengah, Calbee Ganti Kemasan Camilan Jadi Hitam Putih

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:13 WIB

Ada WNI! 28 Kru Kapal Pesiar Tersangka Jaringan Kejahatan Seksual Anak Ditangkap, Disney Terlibat

Ada WNI! 28 Kru Kapal Pesiar Tersangka Jaringan Kejahatan Seksual Anak Ditangkap, Disney Terlibat

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:46 WIB

Penggeledahan Kasus Bea Cukai Berlanjut, KPK Amankan Kontainer Berisi Sparepart Kendaraan

Penggeledahan Kasus Bea Cukai Berlanjut, KPK Amankan Kontainer Berisi Sparepart Kendaraan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:38 WIB

Dari Berau hingga Mahakam Ulu, Desa-Desa Ini Jadi Bukti Model Pembangunan Hijau Berkelanjutan

Dari Berau hingga Mahakam Ulu, Desa-Desa Ini Jadi Bukti Model Pembangunan Hijau Berkelanjutan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:30 WIB

Ambisi B50 Dinilai Berisiko bagi Ekonomi, Pangan, dan Lingkungan: Adakah Alternatifnya?

Ambisi B50 Dinilai Berisiko bagi Ekonomi, Pangan, dan Lingkungan: Adakah Alternatifnya?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:30 WIB

Nadiem Makarim Ungkap Perasaan Haru Jadi Tahanan Rumah: Bayi Saya Nangis

Nadiem Makarim Ungkap Perasaan Haru Jadi Tahanan Rumah: Bayi Saya Nangis

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:28 WIB

Gus Ipul Sebut Penyalahgunaan Bansos untuk Judol Turun Drastis: Diberikan pada yang Membutuhkan

Gus Ipul Sebut Penyalahgunaan Bansos untuk Judol Turun Drastis: Diberikan pada yang Membutuhkan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:20 WIB