Kemenko PMK Tegaskan Usulan Nasi Jagung untuk Menu Makan Bergizi Demi Diversifikasi Pangan

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Senin, 05 Agustus 2024 | 14:12 WIB
Kemenko PMK Tegaskan Usulan Nasi Jagung untuk Menu Makan Bergizi Demi Diversifikasi Pangan
Deputi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK Nunung Nuryartono. (Suara.com/Lilis)

Suara.com - Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menegaskan bahwa usulan program makan bergizi gratis menggunakan nasi jagung untuk diversifikasi pangan lokal.

Sehingga, tujuannya bisa lebih memanfaatkan produksi pangan lokal yang dipanen di daerah tertentu. Usulan menggunakan nasi jagung itu sebelumnya disampaikan oleh Menteri koordinator PMK Muhadjir Effendy saat ikut panen jagung di Ponorogo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

"Apa yang disampaikan oleh Pak Menko itu adalah upaya diversifikasi makan. Jadi program makan gratis ini juga akan mendorong diversifikasi pakan lokal. Sumber pangan lokal ini kan banyak," kata Deputi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK Nunung Nuryartono ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (5/8/2024).

Nasi jagung tersebut bisa menjadi pengganti nasi putih karena sama-sama sebagai sumber karbohidrat. Menurut Nunung, ada banyak pangan lokal yang bisa dimanfaatkan juga sebagai sumber nutrisi seperti karbohidrat, protein, dan lemak.

"Konteksnya adalah bagaimana kita mendorong diversifikasi pangan. Ini juga ada di dalam food system transformation Indonesia," kata Nunung.

Sebelumnya, Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut bahwa nasi jagung bisa menjadi opsi bahan pokok menu pada program makan bergizi gratis yang digagas presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Muhadjir menyampaikan bahwa sumber karbohidrat tidak hanya bisa didapat dari beras. Salah satunya jagung yang bisa diolah menjadi sepertì nasi.

Sehingga, pemanfaatan menu makan bergizi itu bisa juga sebagai upaya edukasi kepada siswa sekolah tentang keberagaman bahan pangan.

"Sebaiknya makan gratis ini harus memberikan pendidikan generasi tentang diversifikasi pangan," katanya pula.

baca juga

Muhadjir berjanji akan mengajukan konsep makan bergizi dengan pilihan nasi jagung ini ke presiden terpilih untuk mengupayakan sumber pangan lokal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Mulyani Lapor Jokowi dan Prabowo: Anggaran Makan Bergizi Gratis Siap Tahun Depan!

Sri Mulyani Lapor Jokowi dan Prabowo: Anggaran Makan Bergizi Gratis Siap Tahun Depan!

Bisnis | Senin, 05 Agustus 2024 | 14:06 WIB

Gibran Tak Masalah Nasi Jagung Jadi Menu Makan Bergizi Gratis: Yang Penting Cakupan Gizi Terpenuhi

Gibran Tak Masalah Nasi Jagung Jadi Menu Makan Bergizi Gratis: Yang Penting Cakupan Gizi Terpenuhi

News | Senin, 05 Agustus 2024 | 13:56 WIB

Gibran Uji Coba Makan Bergizi Gratis Di SDN 4 Tangerang, Siswa Disuguhi Menu Nasi Telur Dan Susu Kemasan

Gibran Uji Coba Makan Bergizi Gratis Di SDN 4 Tangerang, Siswa Disuguhi Menu Nasi Telur Dan Susu Kemasan

News | Senin, 05 Agustus 2024 | 13:36 WIB

Pemberian Susu dalam Program Makan Bergizi Bisa Jadi Baik, Tapi Pemerintah Harus Lakukan Ini

Pemberian Susu dalam Program Makan Bergizi Bisa Jadi Baik, Tapi Pemerintah Harus Lakukan Ini

News | Jum'at, 02 Agustus 2024 | 13:42 WIB

Terkini

Buka Peluang Periksa Raja Juli! KPK Tunggu Fakta Baru yang Muncul di Sidang Bupati Kuansing

Buka Peluang Periksa Raja Juli! KPK Tunggu Fakta Baru yang Muncul di Sidang Bupati Kuansing

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:32 WIB

Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri

Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri

Jabar | Selasa, 03 November 2026 | 14:31 WIB

Full Count Tayang 2027, Kim Rae Won dan Park Hoon Bersaing Jadi Manajer

Full Count Tayang 2027, Kim Rae Won dan Park Hoon Bersaing Jadi Manajer

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 14:30 WIB

Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun

Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun

Jatim | Selasa, 03 November 2026 | 14:25 WIB

Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:21 WIB

Hadapi PSMS Medan di League Cup, Persija Masih Ragu-ragu Turunkan Shayne Pattynama

Hadapi PSMS Medan di League Cup, Persija Masih Ragu-ragu Turunkan Shayne Pattynama

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Review Dead-End Job: Horor Korea yang Menyindir Kejamnya Dunia Kerja

Review Dead-End Job: Horor Korea yang Menyindir Kejamnya Dunia Kerja

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Urutan Pemakaian Produk Skincare Viva untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah Merata

Urutan Pemakaian Produk Skincare Viva untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah Merata

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:17 WIB

×