Jangan Anggap Sepele Peringatan Gempa Megathrust, Pemerintah Mestinya Contek Jepang

Chandra Iswinarno | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 14 Agustus 2024 | 15:06 WIB
Jangan Anggap Sepele Peringatan Gempa Megathrust, Pemerintah Mestinya Contek Jepang
Ilustrasi Gempa Megathrust (unsplash)

Suara.com - Peringatan bencana gempa megathrust dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) disebut tak boleh dianggap enteng.

Pakar Komunikasi Bencana Dr Hidayat menyampaikan, masyarakat perlu mengetahui risiko yang dihadapi akibat gempa tersebut.

"Megathrust berpotensi memicu terjadinya tsunami dan dampaknya juga berpotensi sangat masif, baik dari aspek korban jiwa, ekonomi, sosial sampai dampak lainnya bagi negara kita jika lengah dan tidak siap," kata Hidayat dalam keterangannya, Rabu (14/8/2024).

Selain itu, gempa Megathrust juga cenderung berulang. Terlebih, ada dua megathrust di Indonesia yang sudah lama tak melepaskan energinya, yaitu Megathrust Selat Sunda dan (M8,7) dan Megathrust Mentawai-Siberut (M8,9).

Lantaran itu, Hidayat menyarankan, pemerintah Indonesia bisa belajar dari Jepang yang selalu mempersiapkan ancaman gempa selanjutnya dengan meneliti sejarah-sejarah bencana purba di masa lalu dan berhasil membangun ketahanan terhadap bencana untuk masa depan.

"Kita tidak perlu takut dan panik dengan peringatan gempa bumi, justru kita harus gotong royong membangun ketahanan mulai dari lingkungan keluarga sampai negara," ujarnya.

Dosen LSPR Institute itu menyarankan untuk memanfaatkan cerita rakyat, permainan tradisional, musik, berbagai jenis kesenian, kemajuan teknologi, kekuatan pemangku agama dan tokoh masyarakat, media massa, kerjasama NGO, dunia usaha, hingga akademisi untuk membantu berikan komunikasi risiko.

"Upaya ini harus dilakukan untuk membangun ketangguhan terhadap bencana. Saya percaya membangun ketangguhan merupakan investasi bangsa yang tak ternilai dan besar manfaatnya," katanya.

Sebelumnya, peringatan dari BMKG tersebut dipicu terjadinya gempa bermagnitudo 7,1 yang memicu tsunami melanda Jepang pada Jumat (8/8/2024) lalu. Gempa yang terjadi pukul 14.42 itu diketahui berasal dari Megathrust Nankai yang mampu menyebabkan gempa besar.

Lantaran itu, BKMG memperingatkan masyarakat mengenai potensi gempa megathrust di wilayah Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Gempa Megathrust, Ini 3 Gempa Besar yang Pernah Terjadi di Indonesia

Viral Gempa Megathrust, Ini 3 Gempa Besar yang Pernah Terjadi di Indonesia

Your Say | Rabu, 14 Agustus 2024 | 09:07 WIB

Gempa Megathrust Terbesar Dunia Modern Terjadi Era Soekarno, Ini Sejarahnya

Gempa Megathrust Terbesar Dunia Modern Terjadi Era Soekarno, Ini Sejarahnya

Bisnis | Selasa, 13 Agustus 2024 | 17:00 WIB

BMKG Peringatkan Potensi Megathrust, Apa yang Perlu Dilakukan Saat Gempa?

BMKG Peringatkan Potensi Megathrust, Apa yang Perlu Dilakukan Saat Gempa?

Lifestyle | Selasa, 13 Agustus 2024 | 16:43 WIB

Terkini

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:21 WIB

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:09 WIB

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:41 WIB

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:18 WIB

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:15 WIB

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:08 WIB

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:07 WIB

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:56 WIB

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:37 WIB

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:31 WIB