Soroti Demokrasi Indonesia Hari Ini, Mahfud MD: Bukan Lagi Oligarki Tapi Kartelisasi

Galih Priatmojo

Rabu, 14 Agustus 2024 | 16:12 WIB
Soroti Demokrasi Indonesia Hari Ini, Mahfud MD: Bukan Lagi Oligarki Tapi Kartelisasi
Mahfud MD menyinggung soal demokrasi Indonesia terkini yang tak lagi bergeser ke oligarki tetapi kartelisasi. Hal itu diungkapkan saat mengisi kuliah umum di Fakultas Hukum UGM. [Suarajogja.id/Hiskia Andika Weadcaksana]

Suara.com - Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD menyoroti kondisi apabila semua partai politik bergabung ke dalam pemerintahan alias tidak ada oposisi atau yang berada di luar pemerintah. Menurutnya persoalan demokrasi sekarang sudah lebih dari itu.

"Nah persoalannya sekarang ini, sudah lama demokrasi kita itu dianggap bergeser dari demokrasi menjadi oligarki," kata Mahfud saat mengisi kuliah umum di Fakultas Hukum UGM, Rabu (14/8/2024).

Oligarki itu menjadi sistem yang tidak baik untuk sekarang ini. Memang yang memilih adalah rakyat namun penentuannya sebenarnya sekelompok kecil orang atau pemilik-pemilik modal dan elite politik yang diperalat oleh pemilik modal.

"Tapi sekarang lebih jelek lagi, bukan oligarki, sekarang sudah berubah menjadi kartelisasi. Partai bergabung, lalu politik ini dibagi-bagi gitu, itu kartelisasi namanya, itu lebih jelek lagi," ucapnya.

"Di samping itu sebelum itu, oligarki dan kartelisasi itu bernapaskan kleptokrasi atau pencurian terhadap kekayaan negara oleh para oligark ini," sambungnya.

Meminjam tulisan Buya Syafii Maarif, kleptokrasi itu, disebutkan Mahfud, sebagai bentuk dari negara pencuri. Di sana pejabat-pejabat berkolusi untuk mencuri kekayaan negara. 

"Membackingi kejahatan agar dia dapat bagian, itu kleptokrasi namanya. Sehingga orang yang mau mencuri bergabung di situ semua," ucapnya.

Sebenarnya, Mahfud bilang negara tanpa partai oposisi pun tidak masalah. Asalkan semua dapat memposisikan dirinya secara benar.

"Tidak harus oposisi, kalau baik dukung kalau ndak ya tolak, itu namanya kerja sama. Kalau oposisi itu kalau sana ini, saya bikin lain itu namanya opisisi. Kalau tidak oposisi ya seperti dulu lah konsepnya. Demokrasi itu ya baik-baikan ajalah, kalau enggak baik kita lawan, ndak ada yang membela, kalau baik kita dukung sama-sama," tandasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Puncak Keberhasilan, Kenapa Airlangga Mendadak Mundur? Mahfud MD Ungkap Keganjilan

Di Puncak Keberhasilan, Kenapa Airlangga Mendadak Mundur? Mahfud MD Ungkap Keganjilan

News | Rabu, 14 Agustus 2024 | 14:35 WIB

Kasus CPO Diduga Picu Airlangga Hartarto Mundur dari Golkar, Pukat UGM: Jangan jadi Tabungan Perkara!

Kasus CPO Diduga Picu Airlangga Hartarto Mundur dari Golkar, Pukat UGM: Jangan jadi Tabungan Perkara!

News | Selasa, 13 Agustus 2024 | 15:38 WIB

Ada Siasat Istana di Balik Mundurnya Airlangga Hartarto? Pengamat Politik UGM: Itu Bukan Satu-satunya

Ada Siasat Istana di Balik Mundurnya Airlangga Hartarto? Pengamat Politik UGM: Itu Bukan Satu-satunya

News | Senin, 12 Agustus 2024 | 15:41 WIB

Terkini

LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta

LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:25 WIB

Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Resmi Ditetapkan, Apa Maknanya?

Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Resmi Ditetapkan, Apa Maknanya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:31 WIB

BNI Dorong UMKM Batik Bertransaksi Digital melalui Promo di Puspa Nuswantara 2026

BNI Dorong UMKM Batik Bertransaksi Digital melalui Promo di Puspa Nuswantara 2026

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:15 WIB

Cak Imin Tegaskan PBNU Butuh Pemimpin Baru: Yang Lama Nggak Ada Perubahan

Cak Imin Tegaskan PBNU Butuh Pemimpin Baru: Yang Lama Nggak Ada Perubahan

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 12:43 WIB

Rekam Jejak Rudi Margono Plt Jampidsus Baru, Eks Jaksa KPK Pernah Bongkar Kasus Jiwasraya-Asabri

Rekam Jejak Rudi Margono Plt Jampidsus Baru, Eks Jaksa KPK Pernah Bongkar Kasus Jiwasraya-Asabri

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:44 WIB

Regulasi Cuti dan WFA ASN Pada Hari Pertama Sekolah

Regulasi Cuti dan WFA ASN Pada Hari Pertama Sekolah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:41 WIB

Lantik Pengurus Aceh, Bahlil Tegaskan Golkar Dukung Prabowo Sampai Selesai

Lantik Pengurus Aceh, Bahlil Tegaskan Golkar Dukung Prabowo Sampai Selesai

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:48 WIB

Profil Tan Kian, Bos Pacific Place yang Terseret Kasus Korupsi PLN hingga Asabri

Profil Tan Kian, Bos Pacific Place yang Terseret Kasus Korupsi PLN hingga Asabri

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:39 WIB

Norwegia Tersingkir dari Piala Dunia, Cak Imin Pindah Haluan Dukung Argentina

Norwegia Tersingkir dari Piala Dunia, Cak Imin Pindah Haluan Dukung Argentina

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:22 WIB

Kematian Misterius Kauana Bilhar Influencer Brasil, Jatuh dari Lantai 27 di Dubai

Kematian Misterius Kauana Bilhar Influencer Brasil, Jatuh dari Lantai 27 di Dubai

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 09:50 WIB

×