Strategi Pj. Gubernur Heru Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga Jakarta

Fabiola Febrinastri, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 19 Agustus 2024 | 12:51 WIB
Strategi Pj. Gubernur Heru Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga Jakarta
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono terus mengupayakan penambahan cakupan layanan air bersih. Berbagai pembangunan dilakukan agar memberi manfaat seluas-luasnya bagi warga Jakarta.

Heru mengungkapkan rencana memasang 7.000 kilometer pipa air bawah tanah. Lewat jaringan perpipaan ini, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan air bersih warga Jakarta yang belum terjangkau air bersih.

Pemasangan pipa ini tak sepenuhnya membuka jaringan baru. Rencana tersebut juga termasuk revitalisasi pipa lama yang sudah mengalami kerusakan.

"7.000 kilometer (jaringan pipa) se-Jakarta itu kan sampai ke perumahan. Sampai ke Kampung Muara, Cilincing, Kapuk. Ada yang pipa primer, pipa sekunder," ujar Pj. Gubernur Heru saat ditemui di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Jumat (2/8/2024) lalu.

Menurutnya, program ini sangat penting untuk segera dilaksanakan. Sebab, permukaan tanah Jakarta akan menurun akibat penggunaan air tanah terus-menerus.

Apalagi, cakupan layanan air bersih BUMD PAM Jaya kini masih di angka 65,85 persen. Tingkat kehilangan air dalam jaringan air bersih perpipaan (Non-Revenue Water/NRW) di Jakarta pun saat ini masih tinggi, yakni 45 persen.

Selain penambahan jaringan baru, penggantian pipa eksisting yang usianya sudah tua dengan pipa baru penting pula dilakukan. Dengan demikian, tak terjadi lagi kebocoran air yang mengalir ke tempat tinggal masyarakat,.

"Kami harus berbenah. Jika tidak, maka (tahun) 2036 DKI akan rawan terhadap air bersih," kata Heru.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menyatakan, bersama Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya, pihaknya menargetkan pemenuhan pelayanan air bersih dapat mencapai 100 persen, dengan kapasitas 2,8 juta meter kubik air per hari, pada 2030 mendatang. Untuk mewujudkannya, DSDA DKI sudah memiliki sejumlah program. Salah satunya membangun Jakarta Sewerage Development Project (JSDP), untuk penyediaan air baku dan air bersih.

baca juga

"JSDP akan hadir sebagai sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat untuk seluruh wilayah DKI Jakarta. Demi meningkatkan akses pelayanan air limbah serta memperbaiki kualitas lingkungan, khususnya kualitas air permukaan dan air tanah," tutur Ika kepada Suara.com.

Untuk mengantisipasi krisis air selama musim kemarau dan fenomena El Nino, DSDA DKI pun menyiapkan langkah-langkah sesuai Surat Kesiapsiagaan Kekeringan yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Saat ini, DSDA DKI menyiagakan 12 mobil tangki air dan lima Instalasi Pengelolaan Air (IPA) mobile, serta 22 kios air yang tersebar di Kota Administrasi Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

"BMKG juga telah merekomendasikan sejumlah langkah antisipasi untuk musim kemarau tahun ini. Di antaranya dengan memenuhi penampungan danau, waduk, embung, kolam retensi, serta penyimpanan air lainnya di masyarakat melalui gerakan memanen air hujan," ungkapnya.

Sementara, Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasruddin mengemukakan, demi mewujudkan penyediaan air bersih dan minum perpipaan 100 persen pada 2030, pihaknya juga tengah menjalankan berbagai program. Pertama, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur yang bisa menyuplai air bersih sebesar 4.000 lps (liter per second). Lalu, SPAM Karian Serpong-Hulu yang memasok air sebanyak 3.200 lps.

Selanjutnya, PAM Jaya pun sedang mengerjakan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Buaran III, yang mampu menyuplai air bersih sebesar 3.000 lps. Dari pembangunan IPA Pesanggarahan, PAM Jaya menambah suplai air bersih sebesar 750 lps. Sedangkan dari Pembangunan IPA Ciliwung, PAM Jaya bakal menerima suplai air bersih sebesar 200 lps

"PAM Jaya juga melakukan program penurunan Non Revenue Water (NRW). Dengan menurunkan tingkat kehilangan air, maka air yang dapat diselamatkan bisa didistribusikan kepada pelanggan," papar Arief.

PAM Jaya pun akan membangun jaringan perpipaan di banyak wilayah yang selama ini belum tersedia jaringan perpipaan. Proyek SPAM regional I Jatiluhur berperan besar dalam penyediaan air bersih di Jakarta.

Menurut Arief, penambahan suplai dapat dilakukan ke berbagai area layanan. Di antaranya Kecamatan Duren Sawit, Cakung, Cilincing, Tanjung Priok, Pademangan, Kemayoran, Penjaringan, Gambir, Sawah Besar, Tambora, Taman Sari, serta Grogol Petamburan.

"Selama ini, daerah itu kekurangan suplai air bersih. Total sambungan baru dari SPAM ini sebanyak 489.824 sambungan langsung," urainya.

Pasokan air bersih yang bisa disalurkan kepada warga Jakarta saat ini sebesar 20.815 lps. Rencananya, pada 2030 mendatang, suplai air bersih yang tersedia sebesar 32.950 lps. Dengan demikian, ada penambahan sebesar 12.135 lps.

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah mendukung upaya DSDA DKI bersama PAM Jaya ini. Namun, ia berpesan kepada masyarakat agar ikut berkontribusi menjaga jaringan perpipaan air bersih di Jakarta.

"Kewajiban untuk menjaga seluruh asetnya itu menjadi tanggung jawab bersama. Artinya, masyarakat juga ikut menjaga, ikut merawat. Jangan sampai kemudian masyarakat yang malah ikut merongrong atau merusak," tandasnya.

Selain itu, Trubus juga meminta PAM Jaya terus mengupayakan peningkatan layanan air bersih hingga ke sudut kota Jakarta. Penampung air alias reservoir komunal perlu diperbanyak, agar hak warga atas air bersih bisa terpenuhi.

"Ini kan selalu menjadi problem terus di kita. Itu kalau hujan, banjir. Tapi begitu kekeringan, sedikit airnya, enggak ada. Na,h penampungan-penampungan ini penting, sehingga air bisa ditampung," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Peringatan HUT RI di IKN, Heru Budi Gelar Doa Bersama di Istana Garuda Dipimpin Ustadz Said

Jelang Peringatan HUT RI di IKN, Heru Budi Gelar Doa Bersama di Istana Garuda Dipimpin Ustadz Said

News | Jum'at, 16 Agustus 2024 | 19:05 WIB

Program Makan Bergizi Gratis Siswa SD Jakarta, Heru Budi: Bukan Persoalan Besar!

Program Makan Bergizi Gratis Siswa SD Jakarta, Heru Budi: Bukan Persoalan Besar!

Video | Jum'at, 16 Agustus 2024 | 16:05 WIB

Uji Coba Makan Gratis Prabowo-Gibran di Jakarta, Heru Budi Ngaku Siapkan Duit Pribadi: Kan Gak Mahal

Uji Coba Makan Gratis Prabowo-Gibran di Jakarta, Heru Budi Ngaku Siapkan Duit Pribadi: Kan Gak Mahal

News | Kamis, 15 Agustus 2024 | 22:20 WIB

Ngaku Sibuk Urus HUT RI di IKN, Heru Budi soal Uji Coba Makan Gratis Prabowo-Gibran di Jakarta: Setelah 17-an

Ngaku Sibuk Urus HUT RI di IKN, Heru Budi soal Uji Coba Makan Gratis Prabowo-Gibran di Jakarta: Setelah 17-an

News | Kamis, 15 Agustus 2024 | 06:30 WIB

Tak Masalah Marak Spanduk Kaesang 2024-2029 di Jakarta, Heru Budi: Boleh Dong

Tak Masalah Marak Spanduk Kaesang 2024-2029 di Jakarta, Heru Budi: Boleh Dong

Kotak Suara | Rabu, 14 Agustus 2024 | 21:37 WIB

Tak Pakai Atuan Buka Jilbab, Heru Budi Kukuhkan 42 Anggota Paskibraka DKI

Tak Pakai Atuan Buka Jilbab, Heru Budi Kukuhkan 42 Anggota Paskibraka DKI

News | Rabu, 14 Agustus 2024 | 19:17 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×