Lokasi Zona Megathrust di Indonesia, Langkah Mitigasi Apa yang Perlu Disiapkan?

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Kamis, 29 Agustus 2024 | 18:36 WIB
Lokasi Zona Megathrust di Indonesia, Langkah Mitigasi Apa yang Perlu Disiapkan?
Ilustrasi Gempa Megathrust di Indonesia (Freepik)

Suara.com - Potensi gempa megathrust di Indonesia semakin sering dibicarakan. Meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan megathrust tidak selalu memicu gempa berkekuatan dahsyat, masyarakat tetap ingin tahu lokasi zona mengathrust dan daerah berisiko kena gempa.

Informasi seputar zona megathrust terus digulirkan oleh BMKG agar masyarakat semakin sadar mengenai fenomena alam dan bersiap dengan situasi paling berisiko. Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa Megathrust sebenarnya bukanlah jenis gempa melainkan istilah untuk menyebut sumber gempa subduksi lempeng ketika terdapat bidang kontak antara dua lempeng tektonik di kedalaman dangkal kurang dari 50 km.

Megathrust dapat dianggap sebagai patahan dengan dorongan naik yang besar. Dikarenakan ada potensi akumulasi energi medan gerakan, tegangan tersebut dapat memicu gempa kuat hingga menimbulkan rekahan panjang.

Defisini tersebut telah memicu rasa panik masyarakat Indonesia sejak BMKG menyebutkannya pertama kali. Hingg kini, masyarakat mencari informasi daerah berisiko, pesan BMKG dan juga mempelajari langkah mitigasi jika terjadi gempa.

Lokasi Zona Megathrust

Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (29/8/2024), BMKG menyebutkan setidaknya ada 16 titik zona mengathrust. Hal itu karena Indonesia memiliki zona subduksi aktif seperti zona subduksi Sunda, Lempeng Laut Maluku, Sulawesi, Lempeng Laut Filipina, dan wilayah Papua. Oleh karenanya, berikut 16 daerah berisiko kena Megathrust.

  1. Segmen Aceh-Andaman
  2. Segmen Nias-Simeulue
  3. Segmen Kepulauan Batu
  4. Segmen Mentawai-Siberut
  5. Segmen Mentawai-Pagai
  6. Segmen Enggano
  7. Segmen Selat Sunda Banten
  8. Segmen Selatan Jawa Barat
  9. Segmen Selatan Jawa Tengah-Jawa Timur
  10. Segmen Selatan Bali
  11. Segmen Selatan NTB
  12. Segmen Selatan NTT
  13. Segmen Laut Banda Selatan
  14. Segmen Laut Banda Utara
  15. Segmen Utara Sulawesi
  16. Segmen Subduksi Lempeng Laut Filipina

Pesan BMKG Soal Gempa Megathrust

Mengenai isu gempa megathrust yang dapat membelah pulau Jawa ini, BMKG berpesan bahwa informasi mengenai gempa megathrust yang dipublikasikan BMKG bukanlah prediksi bahwa akan segera terjadi gempa besar di Indonesia. Kalimat menunggu waktu diinterpretasikan secara keliru oleh sebagian masyarakat.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan beraktifitas normal seperti biasa. Informasi mengenai gempa megathrusr dibagikan BMKG kepada masyarakat adalah bersifat edukasi untuk meningkatkan kesadaran pada mitigasi gempa. Sebab sampai sejauh ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi secara akurat kapan gempa akan terjadi.

Diharapkan apabila masyarakat sudah mendapatkan informasi, mereka siap dan dapat mempersiapkan diri dengan mitigasi yang tepat. Dengan demikian BMKG berharap korban jiwa akibat gempa dapat ditekan.

Langkah Mitigasi Gempa Megathrust

Cara terbaik untuk mewaspadai terjadinya gempa adalah belajar langkah-langkah mitigasi terlebih dahulu termasuk langkah mitigasi gempa megathrust. Berikut beberapa langkah mitigasi gempa megathrust berdasarkan panduan yang dirilis oleh BPBD Kabupaten Klaten.

  1. Sebelum gempa bumi terjadi pelajari pelatihan kedaruratan seperti merunduk, memberi perlindungan terhadap kepala dan lain sebagainya.
  2. Sebelum gempa terjadi kita menyiapkan alat pemadam kebakaran, alat keselamatan standar dan juga obat-obatan.
  3. Sebelum gempa terjadi, saat membangun rumah pastikan membangun fondasi yang kuat tahan gempa bumi.
  4. Sebelum gempa terjadi pelajari terlebih dahulu setiap jalur evakuasi dan zona aman di wilayah setempat.
  5. Ketika gempa terjadi hindarkan diri dari benda-benda yang kemungkinan akan jatuh, lindungi kepala, dan segera menuju lapangan terbuka. Hindari menggunakan lift atau eskalator, dan jangan berlindung di dalam bangunan rapuh.
  6. Waspadai gempa susulan dan tetaplah memantau informasi dari sumber-sumber resmi.
  7. Saat gempa terjadi ambil tas siaga yang sudah dipersiapkan sebelum gempa terjadi. Tas siaga adalah tas khusus untuk berjaga-jaga jika terjadi bencana sehingga berisikan surat-surat penting dan berharga, pakaian minimal untuk tiga hari, air minum, makanan tahan lama, obat-obatan, masker, ponsel, uang tunai, peluit, perlengkapan mandi, dan alat bantu penerangan.

Demikian itu informasi mengenai lokasi zona megathrust lengkap dengan langkah-langkah mitigasi sebelum dan saat gempa terjadi. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk kamu.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Mana Saja Daerah yang Terkena Gempa Megathrust? Ini Titik-titiknya

Di Mana Saja Daerah yang Terkena Gempa Megathrust? Ini Titik-titiknya

News | Rabu, 28 Agustus 2024 | 21:13 WIB

Heboh Awan Lurus Tanda Gempa Megathrust, Benar atau Tidak? Ini Penjelasannya Ahli

Heboh Awan Lurus Tanda Gempa Megathrust, Benar atau Tidak? Ini Penjelasannya Ahli

News | Rabu, 28 Agustus 2024 | 19:56 WIB

Ancaman Megathrust Makin Nyata, Lindungi Diri dengan Doa Ini ketika Gempa Bumi

Ancaman Megathrust Makin Nyata, Lindungi Diri dengan Doa Ini ketika Gempa Bumi

Lifestyle | Selasa, 27 Agustus 2024 | 16:29 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB