Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW Lengkap, Simak Yuk!

Chyntia Sami Bhayangkara

Rabu, 04 September 2024 | 16:43 WIB
Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW Lengkap, Simak Yuk!
sejarah maulid nabi muhammad saw lengkap (freepik)

Suara.com - Seiring berkembangnya Islam di dunia, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dikenal oleh umat muslim di berbagai negara. Tentu saja, ada alasan kenapa diperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW oleh umat Muslim.

Sebagaimana dikutip dari situs Kementerian Agama (Kemenag) alasan kenapa Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati adalah sebagai bentuk penghormatan umat Muslim atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Melalui peringatan ini, umat Muslim saling menunjukkan rasa syukur dan suka cita atas kelahiran Rasulullah SAW yang sudah mengenalkan agama Islam.

Penasaran, seperti apa sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW? Simak ulasan menarik di bawah ini sampai akhir, ya!

Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW Lengkap

Sejarah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diperkirakan sudah berlangsung sejak abad ke-10 silam. Peringatannya dimulai pada era Dinasti Fatimiyah, yaitu sebuah kerajaan yang dahulu berlokasi di antara Afrika Utara (Mesir) dan Timur Tengah.

Menurut Ulin Niam Masruri dalam Riwayah: Jurnal Studi Hadis (2018), orang pertama yang merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah seorang raja dari Dinasti Fatimiyah yang bernama Raja al-Muiz Li Dinillah. Al-Muliz Li Dinillah ini adalah seorang keturunan langsung Nabi Muhammad SAW dari garis keturunan Fatimah. Masa Pemerintahan Al-Muliz Li Dinillah ini berlangsung di antara abad 341-365 Hijriah atau 952-975 Masehi.

Kemudian, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW secara meriah pertama kali dilakukan oleh Raja Al-Mudhaffar Abu Sa`id Kaukabri ibn Zainuddin Ali bin Baktakin, yang diketahui menggelontorkan dana mencapai 300.000 dinar untuk bersedekah di peringatan Maulid Nabi.

Di sisi lain, para sejarawan menilai bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di era Dinasti Fatimiyah awalnya untuk keperluan legitimasi politik. Hanya saja, peringatan itu sempat dilarang beberapa saat sebelum Dinasti Fatimiyah berakhir. Pelarangan itu dilakukan oleh salah satu pemuka agama di Musta'il Billah yang mengkhawatirkan adanya bid'ah dalam perayaan hari ulang tahun Nabi dan anggota keluarganya. 

Lalu setelah Dinasti Fatimiyah berakhir dan digantikan oleh Dinasti Ayyubiyah, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kembali dilaksanakan. Cara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di era Dinasti Ayyubiyah sangat berbeda dengan peringatan dinasti sebelumnya. Dinasti Ayyubiyah memperingati Maulid Nabi dengan cara yang lebih megah dan dalam jangka waktu lama. Menurut Ahmet Ozel dalam Mawlid: Its History and Religious Decision (2002) persiapan kerajaan untuk memperingati Maulid Nabi bahkan berlangsung selama berhari-hari.

Peringatannya dirayakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk juga para pelancong. Salah satu tradisi yang dilakukan saat Maulid Nabi oleh Dinasti Ayyubiyah itu adalah membuka rumah tempat kelahiran Nabi untuk umum. Hingga pada akhirnya banyak peziarah dari seluruh negeri yang datang berkunjung ke rumah kelahiran Nabi Muhammad setiap tanggal 12 Rabiul Awal. Tradisi inilah yang kemudian diturunkan hingga ke dinasti-dinasti selanjutnya selama ratusan tahun. Tradisi ini juga diturunkan kepada kaum cendikiawan yang datang dari seluruh dunia ke Timur Tengah untuk belajar.

Lalu seiring dengan menyebarnya agama Islam di seluruh dunia, tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW semakin beragam dan tetap meriah. Di Indonesia, Maulid Nabi dimulai di wilayah Jawa di mana hal ini berkat ajaran para Wali Songo yang ingin menyebarkan Islam melalui seni dan budaya pada abad ke-14. Salah satu peringatan Maulid Nabi tertua di Indonesia dilaksanakan oleh Keraton Solo dan Yogyakarta, bernama sekaten yang diperkirakan sudah berlangsung sejak abad ke-15.

Peringatan sekaten ini berasal dari bahasa Arab "syahadatain" yang artinya sebuah kalimat mengakui Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa dan Nabi Muhammad adalah utusan-Nya.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inilah Terjemahan Selamat Datang Bulan Maulid Dalam Bahasa Arab

Inilah Terjemahan Selamat Datang Bulan Maulid Dalam Bahasa Arab

News | Rabu, 04 September 2024 | 16:20 WIB

10 Contoh Undangan Maulid Nabi yang Bisa Diedit, Siap Download!

10 Contoh Undangan Maulid Nabi yang Bisa Diedit, Siap Download!

Lifestyle | Rabu, 04 September 2024 | 15:11 WIB

Apakah Tanggal 16 September 2024 Libur? Ini Aturan SKB 3 Menteri

Apakah Tanggal 16 September 2024 Libur? Ini Aturan SKB 3 Menteri

Lifestyle | Minggu, 01 September 2024 | 20:46 WIB

Terkini

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 00:04 WIB

Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami

Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 22:48 WIB

Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih

Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:43 WIB

Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?

Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:41 WIB

Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan

Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36 WIB

Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita

Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:28 WIB

Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui

Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:53 WIB

Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah

Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:52 WIB

Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar

Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:51 WIB

Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG

Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:49 WIB