Jejak Karier Faisal Basri dan Deretan Kritik Keras terhadap Jokowi Tinggal Kenangan, Ekonom Senior Itu Tutup Usia

Rifan Aditya Suara.Com
Kamis, 05 September 2024 | 12:38 WIB
Jejak Karier Faisal Basri dan Deretan Kritik Keras terhadap Jokowi Tinggal Kenangan, Ekonom Senior Itu Tutup Usia
Faisal Basri. (Suara.com/Kurniawan Mas'ud)

Pada tahun 2023, Faisal Basri sempat debat dengan Presiden Jokowi tentang kebijakan hilirisasi nikel. Awalnya, Faisal menyebut China mendapatkan keuntungan besar dari kebijakan hilirisasi nikel Indonesia, yang presentasenya mencapai 90% dari total keuntungan.

Faisal menilai bahwa kebijakan seperti itu hanya menguntungkan negara lain, utamanya China yang memiliki smelter nikel di tanah air. Akibatnya, Indonesia hanya akan mendapatkan keuntungan 10% dari kebijakan tersebut.

2. Kebijakan Impor 3 Juta Ton Beras

Pada bulan April 2024, Faisal Basri kembali mengungkapkan pendapatnya mengenai impor beras yang dilakukan jelang Pemilu 2024.

Faisal menganggap kebijakan tersebut sangat janggal dan menyampaikan kritiknya saat dihadirkan sebagai ahli oleh Tim Hukum Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dalam sidang sengketa hasil Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut Faisal, saat itu produksi beras hanya turun kisaran 600 ribu ton, namun pemerintah mengimpor sebanyak 3 juta ton beras. Padahal, wajarnya pemerintah mengimpor beras sesuai dengan angka kekurangan produksi supaya harga tetap stabil.

Kebijakan tersebut dinilai tak masuk akal oleh Faisal Basri, karena harga beras melonjak tinggi pada Februari 2024. Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa kebijakan impor beras itu dilakukan demi kepentingan politik.

3. Soroti Proyek IKN yang Bebani APBN

Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) juga tak luput dari kritik tajam Faisal Basri. Faisal menilai pemerintah tidak memiliki rencana matang terkait pembangunan IKN.

Baca Juga: Faisal Basri Meninggal Dunia, Ernest Prakasa hingga Pandji Beri Penghormatan Terakhir

Skema pembiayaan proyek tersebut dianggap tidak jelas karena pada awalnya pemerintah tidak akan menggunakan APBN. Namun, akhirnya pemerintah mengumumkan bahwa proyek tersebut akan lebih banyak dibebankan pada APBN.

Faisal Basri mengatakan bahwa proyek tersebut tak hanya meleset, tapi juga ngawur dan tidak dikerjakan dengan baik.

4. Kritik terhadap Kebijakan Ekspor Timah

Ketika Presiden Jokowi merencanakan ekspor timah, Faisal Basri menentang keras karena jenis komoditas yang dilarang adalah ingot atau batang timah.

Sejak dulu, Indonesia tidak mengekspor timah dalam bentuk biji karena hal itu sudah dilarang, sedangkan menurut Faisal, Jokowi menyamakan biji nikel dengan biji timah.

Faisal juga mempertanyakan ke mana PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk haru smenyalurkan timah tersebut. Terlepas dari hal tersebut, ia juga meminta pemerintah memikirkan warga Bangka Belitung yang terdampak larangan ekspor timah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI