Tragedi Pemutusan Hubungan Kerja, Perusahaan Tiongkok Gunakan Trik Licik Agar Pesangon Tak Dibayarkan

Andi Ahmad S | Suara.com

Minggu, 08 September 2024 | 13:52 WIB
Tragedi Pemutusan Hubungan Kerja, Perusahaan Tiongkok Gunakan Trik Licik Agar Pesangon Tak Dibayarkan
Ilustrasi karyawan di-PHK (pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Institut Desain CITIC Wuhan, sebuah perusahaan yang berbasis di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok Tengah, baru-baru ini menjadi pusat skandal besar dan menjadi sorotan publik.

Pasalnya, perusahaan yang terbilang besar di Tiongkok ini dituduh telah melakukan penipuan kepada ratusan karyawan agar melakukan aktivitas ilegal.

Trik licik perusahaan itu kemudian dapat memecat ratusan karyawan tanpa adanya pesangon.

Setelah beberapa outlet berita terkemuka melaporkan bahwa mereka diduga memecat sekitar 200 karyawan senior setelah menuduh mereka melakukan kejahatan, yang awal mulanya manajer telah membujuk mereka untuk berkomitmen.

Rupanya, perusahaan telah mencari cara untuk memecat karyawan senior dengan gaji tinggi tanpa harus menawarkan paket kompensasi finansial apa pun, sehingga salah satu manajer senior memikat karyawan tersebut ke berbagai bar dan klub dengan dalih “setelah- relaksasi kerja” di mana mereka ditipu untuk melakukan aktivitas ilegal.

Menurut beberapa karyawan yang tertipu, manajer menjodohkan mereka dengan pekerja seks dan mendorong mereka untuk berinteraksi dengan mereka, sementara yang lain mengklaim bahwa mereka terlibat dalam perjudian dan bahkan dengan sengaja memberikan sejumlah uang kepada atasan mereka untuk menjaga hubungan baik dengannya, hanya saja untuk kemudian menyadari bahwa mereka telah dibujuk ke dalam perangkap.

Ilustrasi PHK Massal (Antara)
Ilustrasi PHK Massal (Antara)

Setelah mengumpulkan bukti kotor tentang karyawan, manajer akan melaporkan semuanya kepada perusahaan, dan kontrak mereka akan diputus tanpa kompensasi apa pun. Beberapa sumber di Tiongkok mengklaim bahwa sebanyak 200 karyawan kehilangan pekerjaan karena hal ini.

Taktik perusahaan ini mendapat kritik keras di dunia maya, dengan beberapa pengguna media sosial menyatakan bahwa karyawan yang diberhentikan akan mengalami kesulitan untuk mencari pekerjaan lain karena catatan aktivitas ilegal mereka.

Jadi, perusahaan tidak hanya memecat karyawan seniornya tanpa uang pesangon, namun juga mengurangi peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan di tempat lain.

Meskipun tingkat tipu daya seperti ini jarang terjadi di kalangan perusahaan di Tiongkok, menemukan cara untuk memecat karyawan tanpa kompensasi finansial jelas merupakan hal yang tidak mungkin dilakukan.

Perusahaan diketahui menggali catatan kriminal stafnya dengan harapan menemukan tindakan ilegal yang dilakukan dalam lima atau sepuluh tahun terakhir untuk digunakan sebagai alasan memecat mereka.

Beberapa bahkan berpura-pura menawarkan pekerjaan yang menggiurkan dari perusahaan lain untuk mengelabui karyawan yang 'bermasalah' agar berhenti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Kacau Bogor, Para Pedagang Warpat Puncak Bakal Patungan Untuk Bayar Ongkos Asmawa Pulang ke Kendari

Bikin Kacau Bogor, Para Pedagang Warpat Puncak Bakal Patungan Untuk Bayar Ongkos Asmawa Pulang ke Kendari

News | Minggu, 08 September 2024 | 13:10 WIB

Tolak Gencatan Senjata? Israel Kembali Bombardir Pengungsian di Gaza

Tolak Gencatan Senjata? Israel Kembali Bombardir Pengungsian di Gaza

News | Minggu, 08 September 2024 | 13:01 WIB

Hakim New York Bakal Vonis Donald Trump, Dugaan Kasus Uang Tutup Mulut

Hakim New York Bakal Vonis Donald Trump, Dugaan Kasus Uang Tutup Mulut

News | Minggu, 08 September 2024 | 12:54 WIB

Terkini

Andre Rosiade Ungkap Strategi Rahasia Prabowo sehingga Harga BBM Tak Naik

Andre Rosiade Ungkap Strategi Rahasia Prabowo sehingga Harga BBM Tak Naik

News | Rabu, 01 April 2026 | 13:57 WIB

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Prabowo Didesak Kecam AS-Israel dan Tarik Diri dari BoP

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Prabowo Didesak Kecam AS-Israel dan Tarik Diri dari BoP

News | Rabu, 01 April 2026 | 13:54 WIB

Menlu Iran Tantang AS, Sebut Serangan Darat Tak Akan Terjadi

Menlu Iran Tantang AS, Sebut Serangan Darat Tak Akan Terjadi

News | Rabu, 01 April 2026 | 13:49 WIB

PBB Minta Israel Batalkan UU Hukuman Mati Warga Palestina

PBB Minta Israel Batalkan UU Hukuman Mati Warga Palestina

News | Rabu, 01 April 2026 | 13:47 WIB

Lebaran Gaya Sultan, Wamenhub Suntana Ungkap Lonjakan Order Jet Pribadi di Tengah Konflik Global

Lebaran Gaya Sultan, Wamenhub Suntana Ungkap Lonjakan Order Jet Pribadi di Tengah Konflik Global

News | Rabu, 01 April 2026 | 13:20 WIB

Tembok TPS Pasar Induk Kramat Jati Roboh Diterjang Gunungan Sampah, Warga: Takut Ambruk Lagi

Tembok TPS Pasar Induk Kramat Jati Roboh Diterjang Gunungan Sampah, Warga: Takut Ambruk Lagi

News | Rabu, 01 April 2026 | 13:08 WIB

KPK Periksa Pengusaha Rokok Jatim Martinus Suparman dalam Kasus Suap Bea Cukai

KPK Periksa Pengusaha Rokok Jatim Martinus Suparman dalam Kasus Suap Bea Cukai

News | Rabu, 01 April 2026 | 12:58 WIB

Sepak Bola Ternyata Sumbang Puluhan Juta Ton Emisi Karbon Tiap Tahun, Bagaimana Menguranginya?

Sepak Bola Ternyata Sumbang Puluhan Juta Ton Emisi Karbon Tiap Tahun, Bagaimana Menguranginya?

News | Rabu, 01 April 2026 | 12:50 WIB

ASN WFH Setiap Jumat, Mendagri Minta Pemda Hitung Dampak Efisiensi Anggaran

ASN WFH Setiap Jumat, Mendagri Minta Pemda Hitung Dampak Efisiensi Anggaran

News | Rabu, 01 April 2026 | 12:46 WIB

Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa

Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa

News | Rabu, 01 April 2026 | 12:41 WIB