Terlalu Banyak Gigi Dicabut Sekaligus, Pria Lanjut Usia Meninggal Misterius

Andi Ahmad S

Minggu, 08 September 2024 | 14:04 WIB
Terlalu Banyak Gigi Dicabut Sekaligus, Pria Lanjut Usia Meninggal Misterius
Ilustrasi seseorang menjalani pemeriksaan gigi. [Dok.Antara/Pexels/Arvind Philomin]

Suara.com - Seorang pria lanjut usia di Tiongkok harus meninggal dunia, usai gigi dicabut oleh salah satu klinik gigi di wilayah Provinsi Zhejiang.

Pasalnya, klinik gigi tersebut telah mencabut gigi pria lanjut usia tersebut sebanyak 23 dan 12 implan dipasang pada hari yang sama.

Pria lanjut usia tinggal di Kota Yongkang, di Provinsi Zhejiang, Tiongkok itu kemudian meninggal dunia, setelah tak lama mencabut gigi di klinik gigi (dokter gigi).

Bahkan, baru-baru ini mengajukan pengaduan ke Biro Kesehatan Kota terhadap klinik gigi setempat setelah kematian ayahnya.

Wanita tersebut memberikan bukti bahwa orang tuanya telah mencabut 23 gigi dan 12 gigi baru yang ditanamkan dalam satu sesi, yang menurutnya menyebabkan kematian mendadak 13 hari kemudian.

Shu mengatakan kepada pihak berwenang bahwa ayahnya menderita sakit yang menyiksa selama 13 hari terakhir hidupnya, sebelum menderita serangan jantung yang fatal pada tanggal 28 Agustus.

Sekarang wanita tersebut ingin mereka yang bertanggung jawab dibawa ke pengadilan.

Berdasarkan formulir izin pasien, ayah Shu memang mencabut 23 gigi aslinya sebelum 12 lubang dibor di tengkorak dan mandibulanya untuk ditanamkan gigi baru.

Semua ini dilakukan dalam satu hari, yang berarti dia harus menanggung rasa sakit yang tak terbayangkan setelah obat biusnya hilang.

baca juga
Ilustrasi gigi (Freepik/Racool_studio)
Ilustrasi gigi (Freepik/Racool_studio)

Meski jumlah pencabutan terkesan agak berlebihan untuk satu sesi, namun juru bicara klinik tempat pencabutan dilakukan mengatakan bahwa jumlah gigi yang dapat dicabut dalam satu waktu perlu ditentukan oleh dokter secara tatap muka. -konsultasi wajah berdasarkan kondisi fisik pasien.

Berdasarkan catatan Rumah Sakit Gigi Dewei, ke-23 pencabutan tersebut dilakukan oleh seorang dokter bernama Yuan yang spesialisasinya meliputi perawatan saluran akar, pencabutan gigi bungsu yang impaksi, dan pembuatan gigi palsu lengkap.

Meskipun saat ini tidak ada peraturan khusus mengenai jumlah gigi yang akan dicabut dalam satu sesi, klinik dan dokter harus mempertimbangkan toleransi rasa sakit pasien dan risiko infeksi.

“Semakin banyak gigi yang Anda cabut, semakin besar respons nyeri pasien dan semakin besar kemungkinan infeksi pasca operasi,” kata Xiang Guolin, direktur Pusat Pengobatan Mulut Rumah Sakit Keempat Wuhan, kepada The Paper.

Investigasi terhadap kasus ini sedang berlangsung, namun perwakilan dari Biro Kesehatan Kota mengatakan kepada wartawan bahwa membuktikan hubungan sebab akibat mungkin sulit dilakukan, mengingat kematian pria tersebut terjadi 13 hari setelah prosedur kontroversial tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tragedi Pemutusan Hubungan Kerja, Perusahaan Tiongkok Gunakan Trik Licik Agar Pesangon Tak Dibayarkan

Tragedi Pemutusan Hubungan Kerja, Perusahaan Tiongkok Gunakan Trik Licik Agar Pesangon Tak Dibayarkan

News | Minggu, 08 September 2024 | 13:52 WIB

Bikin Kacau Bogor, Para Pedagang Warpat Puncak Bakal Patungan Untuk Bayar Ongkos Asmawa Pulang ke Kendari

Bikin Kacau Bogor, Para Pedagang Warpat Puncak Bakal Patungan Untuk Bayar Ongkos Asmawa Pulang ke Kendari

News | Minggu, 08 September 2024 | 13:10 WIB

Tolak Gencatan Senjata? Israel Kembali Bombardir Pengungsian di Gaza

Tolak Gencatan Senjata? Israel Kembali Bombardir Pengungsian di Gaza

News | Minggu, 08 September 2024 | 13:01 WIB

Terkini

Bukan yang Pertama! Polisi Duga Ada Korban Penyekapan Lain di Percetakan Senen

Bukan yang Pertama! Polisi Duga Ada Korban Penyekapan Lain di Percetakan Senen

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:56 WIB

Dicap 'Lembek' Kritik Pemerintah, Said Didu: Saya Bukan Terwo!

Dicap 'Lembek' Kritik Pemerintah, Said Didu: Saya Bukan Terwo!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:41 WIB

Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan

Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:40 WIB

Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:32 WIB

Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan

Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:30 WIB

Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan

Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:24 WIB

Said Didu Blak-blakan: Sebut Safari Politik Jokowi Disokong Oligarki hingga Para Koruptor

Said Didu Blak-blakan: Sebut Safari Politik Jokowi Disokong Oligarki hingga Para Koruptor

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:19 WIB

Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi

Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:12 WIB

Tapir Disembelih dan Dikonsumsi di Mesuji, Pegiat Sebut Edukasi Konservasi Masih Mandek

Tapir Disembelih dan Dikonsumsi di Mesuji, Pegiat Sebut Edukasi Konservasi Masih Mandek

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:07 WIB

Riset: Hutan Mungkin Tak Lagi Menyerap Karbon Sebanyak yang Kita Perkirakan, Mengapa?

Riset: Hutan Mungkin Tak Lagi Menyerap Karbon Sebanyak yang Kita Perkirakan, Mengapa?

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:06 WIB

×