ICW Benarkan Pejabat Tak Takut Lakukan Korupsi, Dampak 'Dosa' Jokowi Telah Lemahkan KPK?

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Jum'at, 13 September 2024 | 13:48 WIB
ICW Benarkan Pejabat Tak Takut Lakukan Korupsi, Dampak 'Dosa' Jokowi Telah Lemahkan KPK?
Ilustrasi Korupsi (freepik)

Suara.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) membenarkan pejabat tak punya rasa takut lagi untuk lakukan korupsi. Hal ini sebelumnya juga sudah disampaikan oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata.

Bahkan ICW melihat, sikap tersebut tak hanya terjadi pada pejabat, melainkan pihak swasta yang juga kerap terjerat kasus korupsi.

Peneliti ICW Almas Sjafrina mengatakan, fenomena itu tak lepas dari dampak pelemahan terhadap KPK yang dilakukan oleh rezim Presiden Joko Widodo atau Jokowi selama dua periode.

"Apakah ini adalah dampak dari kelemahan KPK, saya rasa itu menjadi salah satu faktor yang cukup signifikan berdampak ya," kata Almas saat dihubungi Suara.com, Jumat (13/9/2024).

Pelemahan KPK dari aspek regulasi dan kelembagaannya melalui revisi UU KPK hingga pemecatan pegawainya melalui tes wawasan kebangsaan (TWK), disebut Almas, semakin membuat pemberantasan korupsi oleh KPK menjadi tidak cukup menakutkan.

Pelemahan KPK juga tidak menjadi satu-satunya faktor. Almas mengungkapkan bahwa ada kaitannya pula dengan perangkat hukum yang tidak tegas dalam memberikan hukuman kepada koruptor.

"Justru yang terjadi di dua rezim pemerintahan Jokowi yang terjadi adalah kemunduran. Yang sedang ramai dibahas misalnya soal rancangan undang-undang perampasan aset itu belum (disahkan)," ujarnya.

Setuju dengan pernyataan Alexander Marwata, Almas menyampaikan kalau koruptor saat ini memandang tindakan korupsi dapat menghasilkan keuntungan secara materi lebih tinggi, meskipun ada risiko hukuman penjara. Sayangnya, penegakan hukum terhadap koruptor juga masih lemah.

"Karena vonis masih rendah, kemudian juga hukuman tambahan seperti misalnya pencabutan hak politik. Kemudian juga terkait dengan pengenaan pasal pencucian uang, itu kan juga belum maksimal," kata Almas.

baca juga

Dalam catatan ICW, perilaku korupsi itu tak lagi hanya karena dorongan kebutuhan kebutuhan hiduo sehari-hari. Tetapi juga tergiur meningkatkan gaya hidup jadi lebih mewah.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. [Suara.com/Yaumal]
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. [Suara.com/Yaumal]

Sebelumnya Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menegaskan ada pejabat yang tidak takut untuk melakukan korupsi. Hal bisa dilihat dari indeks persepsi korupsi di Indonesia menurun.

"Saya kan juga banyak menerima informasi dan mendengar cerita dari para penyelenggara negara, pejabat-pejabat. Sekarang orang nggak takut lagi Pak untuk korupsi," ujar Alex di Bogor, Jawa Barat, dikutip Jumat (13/9/2024).

Alexander menyebut korupsi dinilai oleh kebanyakan pejabat Indonesia sebagai perilaku yang menimbulkan keuntungan besar dengan risiko rendah.

"Korupsi itu di Indonesia itu risikonya rendah. Berbeda dengan investasi yang high risk, korupsi itu risiko rendah, kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan yang besar tinggi," kata Alex.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mobil Harun Masiku Terparkir Bertahun-tahun di Jakarta Pusat, KPK Temukan Dokumen Penting

Mobil Harun Masiku Terparkir Bertahun-tahun di Jakarta Pusat, KPK Temukan Dokumen Penting

News | Jum'at, 13 September 2024 | 13:47 WIB

PON XXI Banyak Keluhan hingga Disebut Ada Dugaan Korupsi, Menpora Bakal Tinjau Langsung ke Medan

PON XXI Banyak Keluhan hingga Disebut Ada Dugaan Korupsi, Menpora Bakal Tinjau Langsung ke Medan

News | Jum'at, 13 September 2024 | 13:38 WIB

Pimpinan KPK Sebut Pejabat Tak Takut Korupsi Lagi, Risikonya Rendah!

Pimpinan KPK Sebut Pejabat Tak Takut Korupsi Lagi, Risikonya Rendah!

News | Jum'at, 13 September 2024 | 13:31 WIB

KPK Temukan Mobil Harun Masiku, Mantan Penyidik: Yang Penting Orangnya

KPK Temukan Mobil Harun Masiku, Mantan Penyidik: Yang Penting Orangnya

News | Jum'at, 13 September 2024 | 12:47 WIB

Menantu Hingga Anak Jokowi di Pusaran Dugaan Gratifikasi: Masihkah KPK Punya Taji?

Menantu Hingga Anak Jokowi di Pusaran Dugaan Gratifikasi: Masihkah KPK Punya Taji?

Liks | Jum'at, 13 September 2024 | 09:54 WIB

Terkini

Bitcoin Dijual Massal Investor,  JPMorgan Ungkap Titik Kritis

Bitcoin Dijual Massal Investor, JPMorgan Ungkap Titik Kritis

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 08:50 WIB

Kebakaran Gudang HT di Setiabudi: Hampir 100 Damkar Dikerahkan, Kerugian Capai Rp1 Miliar!

Kebakaran Gudang HT di Setiabudi: Hampir 100 Damkar Dikerahkan, Kerugian Capai Rp1 Miliar!

News | Jum'at, 25 September 2026 | 08:35 WIB

Dua Hari Hilang Tanpa Alas Kaki, Nenek 62 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Tegalan Sumenep

Dua Hari Hilang Tanpa Alas Kaki, Nenek 62 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Tegalan Sumenep

Jatim | Jum'at, 25 September 2026 | 08:34 WIB

Stok Pangan Ada, Harga Masih Tinggi: DPR Soroti Cabai Tembus Rp95 Ribu

Stok Pangan Ada, Harga Masih Tinggi: DPR Soroti Cabai Tembus Rp95 Ribu

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 08:30 WIB

Tanaman Hias Indoor Pembawa Hoki di Rumah Sesuai Shio, Dipercaya Bawa Kemakmuran

Tanaman Hias Indoor Pembawa Hoki di Rumah Sesuai Shio, Dipercaya Bawa Kemakmuran

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 08:30 WIB

Bukan Bikin Rileks, Ini 3 Dampak Mematikan Etomidate pada Paru-paru dan Otak

Bukan Bikin Rileks, Ini 3 Dampak Mematikan Etomidate pada Paru-paru dan Otak

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 08:25 WIB

Pembayaran Digital Makin Tinggi, Anak Muda Minta Uang THR Lewat QRIS

Pembayaran Digital Makin Tinggi, Anak Muda Minta Uang THR Lewat QRIS

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 08:21 WIB

Detik-Detik Brigadir WHS Tewas dalam Tugas: Motor Masuk Kolong Truk saat Antar Berkas Perkara

Detik-Detik Brigadir WHS Tewas dalam Tugas: Motor Masuk Kolong Truk saat Antar Berkas Perkara

News | Jum'at, 25 September 2026 | 08:16 WIB

Sosok Wisnu Hani Putranto, Kalapas Cibinong yang Disorot Akibat Adanya Fasilitas Mewah di Lapas

Sosok Wisnu Hani Putranto, Kalapas Cibinong yang Disorot Akibat Adanya Fasilitas Mewah di Lapas

News | Jum'at, 25 September 2026 | 08:10 WIB

Jenazah ABK Arupadhatu 1 Dimakamkan, 7 Korban Masih Hilang

Jenazah ABK Arupadhatu 1 Dimakamkan, 7 Korban Masih Hilang

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 08:00 WIB

×