Kurikulum Merdeka Ajak Orangtua Lebih Dekat dengan Anak

Fabiola Febrinastri, Iman Firmansyah

Jum'at, 20 September 2024 | 15:55 WIB
Kurikulum Merdeka Ajak Orangtua Lebih Dekat dengan Anak
(Dok: Kemendikbudristek)

Suara.com - Pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab guru di sekolah, akan tetapi juga merupakan tanggung jawab orang tua di rumah. Pada Potret Cerita Kurikulum Merdeka 2024, gambaran keterlibatan orangtua dalam proses pendidikan anak tersebut turut dihadirkan, melalui pameran digital https://feskurmer.kemdikbud.go.id.

Dalam pameran tersebut terdapat enam karya orangtua yang terpilih. Karya-karya ini menampilkan pengalaman dan cerita inspiratif dari orangtua yang menunjukkan bagaimana kolaborasi antara sekolah dan keluarga dapat mendukung pendidikan anak secara efektif.

Salah satu karya yang menarik perhatian adalah "Mendongeng Seru Bersama Ayahku" oleh Tri Sujarwo, yang termasuk dalam Karya Terpilih pada kategori Orang Tua. Karya ini berupa foto yang menangkap momen keceriaan saat Tri mendongeng kepada putranya, Albiruni, menggunakan boneka tangan bernama Bruno. T

ri menyebut bahwa mendongeng dengan boneka membuat cerita menjadi lebih hidup dan menyenangkan bagi anaknya.

“Mendongeng dengan boneka tangan membuat anak lebih tertarik pada cerita. Saya selalu berusaha menyisipkan pesan moral yang bisa dipahami, dan metode mendongeng ini membuat pesan tersebut lebih mudah diterima oleh anak tanpa terkesan menggurui,” ujar Tri.

Tri mengaku sangat senang dan bangga, karena karyanya terpilih sebagai salah satu Karya Terbaik dalam Potret Cerita Kurikulum Merdeka 2024. Ia juga menyebut bahwa mendongeng adalah salah satu bentuk partisipasi orangtua dalam mendukung proses belajar anak sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka di mana orangtua dapat berperan aktif dalam memperkaya pengalaman belajar anak di luar lingkungan sekolah, menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan dan bermakna.

“Melalui kegiatan mendongeng, anak-anak dapat memperluas kosa kata dan menambah wawasan baru yang secara tidak langsung mendukung upaya para guru di sekolah. Terlebih lagi, dalam Kurikulum Merdeka, orang tua memainkan peran penting dalam proses belajar anak. Oleh karena itu, saya merasa sangat bersyukur dan bangga bisa menjadi salah satu karya terpilih dalam Potret Cerita Kurikulum Merdeka 2024,” ujar Tri.

Karya lain yang menggambarkan keceriaan orang tua dan anak dalam mengasah kemampuan kognitif adalah “Aku Cinta Buku Sejak Kecil” karya Hastuti Madyaning Utami. Hastuti, orangtua dari Azzam, seorang murid TK Pertiwi Mardisiwi Bandingan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, membiasakan anaknya membaca setidaknya 15 menit setiap hari sejak usia dini. Ia menyebut bahwa kegiatan ini sudah dilakukan sejak anaknya berusia satu tahun.

“Menurut saya, literasi harus ditanamkan sejak dini, bahkan sejak bayi. Saya dan suami membiasakan anak kami membaca minimal 15 menit sehari dengan buku yang sesuai usianya. Kebiasaan ini akan memberikan efek yang sangat positif bagi perkembangan literasi dan numerasi anak sekaligus membuatnya semakin cinta belajar,” tambah Hastuti.

baca juga

Hastuti menyatakan bahwa kegiatan membaca buku bersama anak sejalan dengan pembelajaran di Kurikulum Merdeka, yang melibatkan peran orang tua dalam membekali mereka dengan kemampuan literasi dan numerasi dari rumah sekaligus membuka peluang bagi anak untuk bereksplorasi dan menemukan minat serta bakatnya.

“Kurikulum Merdeka memberikan peluang luas bagi anak untuk belajar dan bereksplorasi sesuai dengan minat, bakat, dan karakteristik mereka. Dengan demikian, diharapkan anak dapat menemukan peran mereka di masa depan dan menjadi bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Kemampuan literasi dan numerasi merupakan aspek penting yang mendukung pembelajaran. Orangtua dapat berperan dalam menanamkan motivasi belajar serta semangat literasi dan numerasi pada anak sejak dini di rumah,” jelas Hastuti.

Selain kemampuan kognitif, penanaman pendidikan karakter sejak dini bagi anak juga sangat penting. Hal ini terlihat dalam karya Maya Rahmatina berjudul “Aku Sayang Binatang.” Maya, yang merupakan orang tua dari Nur Mecca Medina, siswi TK Husna School di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menampilkan kegembiraan dirinya dan sang anak saat memberi makan seekor kucing. Maya menyebut bahwa kegiatan ini adalah sesuatu yang ringan namun memiliki dampak yang positif bagi anak.

“Menurut saya, memberi makan binatang adalah kegiatan sederhana yang dapat membawa dampak positif. Dengan membiasakan anak untuk memberi, kita menumbuhkan jiwa sosial mereka. Anak saya masih di usia PAUD, jadi kegiatan ini tidak perlu terlalu rumit. Memberi makan kucing saja sudah cukup untuk mengajarkan nilai-nilai kepedulian,” ujar Maya.

Maya menjelaskan bahwa aktivitas yang dilakukannya merupakan bentuk peran orang tua dalam pendidikan anak, khususnya dalam menanamkan pendidikan karakter sesuai dengan Kurikulum Merdeka.

“Kurikulum Merdeka itu sederhana, menyenangkan, dan lebih ramah bagi anak. Saya mempelajari disiplin positif untuk menangani anak dari segi psikologis. Sebagai orangtua, kita juga dapat menerapkan pendekatan ini di rumah,” tambah Maya.

Karya-karya Potret Cerita Kurikulum Merdeka menunjukkan praktik baik yang nyata tentang bagaimana orangtua dapat berperan langsung dalam meningkatkan kemampuan belajar anak-anak mereka. Melalui berbagai kegiatan kreatif dan edukatif, karya-karya ini menginspirasi orangtua untuk terlibat aktif dalam proses pendidikan, memperkuat hubungan dengan anak, serta menanamkan nilai-nilai positif yang mendukung perkembangan kognitif dan karakter anak sesuai dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Sembarangan, Ini Pentingnya Konsumsi Air Minum Murni untuk Anak-Anak dan Ibu Hamil

Jangan Sembarangan, Ini Pentingnya Konsumsi Air Minum Murni untuk Anak-Anak dan Ibu Hamil

Health | Jum'at, 20 September 2024 | 14:57 WIB

Jumatan di Masjid Hasyim Asyari Jakbar, Pramono Mendadak Dikerumuni Anak-anak Berebut Salim

Jumatan di Masjid Hasyim Asyari Jakbar, Pramono Mendadak Dikerumuni Anak-anak Berebut Salim

Kotak Suara | Jum'at, 20 September 2024 | 12:34 WIB

Tewas Dianiaya saat Dititipkan Ortunya, Kemen PPPA Bujuk Keluarga Demi Autopsi Anak Korban Kekerasan di Jakut

Tewas Dianiaya saat Dititipkan Ortunya, Kemen PPPA Bujuk Keluarga Demi Autopsi Anak Korban Kekerasan di Jakut

News | Jum'at, 20 September 2024 | 10:50 WIB

Fakta SMA Presiden 2 Tanjung Lesung, Sekolah Putra Denny Cagur yang Semi Militer

Fakta SMA Presiden 2 Tanjung Lesung, Sekolah Putra Denny Cagur yang Semi Militer

Entertainment | Kamis, 19 September 2024 | 21:30 WIB

Abi Anak Denny Cagur Sekolah di Mana? Video Terbarunya Bikin Haru sampai Lolly Kena Sentil

Abi Anak Denny Cagur Sekolah di Mana? Video Terbarunya Bikin Haru sampai Lolly Kena Sentil

Lifestyle | Kamis, 19 September 2024 | 19:10 WIB

Pekerjaan Andika Rosadi, Kini Wajib Nafkahi Anak Rp30 Juta per Bulan usai Cerai dari Nisya Ahmad

Pekerjaan Andika Rosadi, Kini Wajib Nafkahi Anak Rp30 Juta per Bulan usai Cerai dari Nisya Ahmad

Lifestyle | Kamis, 19 September 2024 | 18:38 WIB

Terkini

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:49 WIB

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:00 WIB

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:00 WIB

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:39 WIB

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:59 WIB

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:27 WIB

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:22 WIB

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:54 WIB

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:47 WIB

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:30 WIB

×