Sejarah Pertumpahan Darah Israel vs Hizbullah

Andi Ahmad S | Suara.com

Rabu, 25 September 2024 | 00:58 WIB
Sejarah Pertumpahan Darah Israel vs Hizbullah
Sejumla tentara Israel selama operasi militer di Qabatiya, dekat Jenin, di Tepi Barat (Dok. Reuters)

Suara.com - Israel dan Hizbullah saat ini tengah saling melakukan serangan satu sama lain di wilayah Lebanon. Saat ini berdasarkan kabar yang diterima dari media setempat, sudah ada ratusan orang tewas akibat serangan udara Zionis.

Tentunya hal ini menandai hari kekerasan paling mematikan sejak serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober yang kini melibatkan Hizbullah dan meningkatkan konflik ke tingkat terburuk dalam hampir satu tahun.

Ribuan keluarga Lebanon saat ini terpaksa mengungsi, dan perang tidak menunjukkan tanda-tanda mereda antara Hizbullah vs Israel.

Konflik antara kelompok yang didukung Iran dan berbasis di Lebanon dan Israel bukanlah hal baru. Keduanya berbagi sejarah berdarah selama lebih dari empat dekade.

Invasi Israel tahun 1982 dan Pembentukan Hizbullah

Akar kebangkitan Hizbullah dan konflik berdarahnya dengan Israel dimulai pada bulan Juni 1982, ketika Israel menginvasi Lebanon sebagai tanggapan atas serangan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang beroperasi dari selatan.

Pendudukan Israel mencapai jantung kota Beirut, membuat PLO terkepung dan akhirnya memaksa mereka untuk mundur.

Namun, kehadiran Israel yang terus berlanjut, bersama dengan kekejaman yang dilakukan sekutunya, terutama pembantaian Sabra dan Shatila, yang menewaskan 2.000 hingga 3.500 pengungsi Palestina dan warga sipil Lebanon, menabur benih perlawanan.

Di antara kelompok yang bangkit sebagai respons adalah Hizbullah, yang awalnya dibentuk oleh para pemimpin Muslim Syiah dengan dukungan Iran.

Mewakili populasi Syiah yang terpinggirkan, Hizbullah dengan cepat menjadi milisi yang kuat, merekrut banyak pemuda yang tidak puas di pinggiran selatan Beirut dan Lembah Bekaa.

1983-1985: Pertumpahan Darah dan Perlawanan

Antara tahun 1982 dan 1986, Hizbullah, atau kelompok yang terkait dengannya, disalahkan atas beberapa serangan terhadap pasukan asing di Lebanon.

Yang paling signifikan adalah pemboman barak militer Prancis dan Amerika di Beirut pada bulan Oktober 1983, yang menewaskan lebih dari 300 penjaga perdamaian.

Meskipun diklaim oleh kelompok Jihad Islam, banyak yang percaya bahwa Hizbullah berada di balik serangan tersebut.

Pada tahun 1985, Hizbullah semakin kuat untuk memaksa militer Israel menarik diri dari sebagian besar wilayah selatan Lebanon, meskipun Israel mempertahankan "zona keamanan" di sepanjang perbatasan, diawasi oleh proksinya yang didominasi Kristen, Tentara Lebanon Selatan (SLA).

1992-1996: Kebangkitan Politik Hizbullah

Setelah berakhirnya perang saudara di Lebanon pada tahun 1992, Hizbullah beralih menjadi pemain politik, memenangkan delapan kursi di parlemen Lebanon yang beranggotakan 128 orang.

Selama bertahun-tahun, pengaruhnya semakin berkembang, baik secara politik maupun militer, terutama karena mereka memberikan layanan sosial yang luas di wilayah yang didominasi Syiah.

Pada saat yang sama, perlawanan terhadap pasukan Israel terus berlanjut. Pada tahun 1993, Israel meluncurkan "Operasi Akuntabilitas" sebagai pembalasan atas serangan Hizbullah di Israel utara, yang menyebabkan konflik singkat namun intens yang menewaskan 118 warga sipil Lebanon. Kekerasan meningkat lagi pada tahun 1996 dengan “Operasi Anggur Kemarahan,” ketika Israel berusaha untuk menekan Hizbullah.

2000-2006: Penarikan Israel dan Perang Juli

Pada bulan Mei 2000, Israel secara sepihak menarik diri dari Lebanon selatan setelah hampir dua dekade mendudukinya, sebuah tindakan yang sebagian besar disebabkan oleh perlawanan Hizbullah. Kemenangan ini memperkuat status Hizbullah tidak hanya sebagai milisi, namun juga sebagai kekuatan politik yang tangguh di Lebanon dan simbol perlawanan Arab terhadap Israel.

Pada tahun 2006, ketegangan memuncak ketika Hizbullah menangkap dua tentara Israel, yang menyebabkan Perang Juli. Konflik selama 34 hari tersebut mengakibatkan banyak korban jiwa: 1.200 warga Lebanon dan 158 warga Israel.

2009-2024: Konflik Regional

Pada tahun 2009, Hizbullah bukan lagi sekedar milisi atau gerakan perlawanan dan telah menjadi kekuatan militer dan politik yang dominan di Lebanon. Kekuatan ini semakin ditunjukkan selama perang saudara di Suriah.

Mulai tahun 2012, Hizbullah melakukan intervensi atas nama rezim Assad, sebuah langkah yang membuat mereka kehilangan dukungan dari negara-negara Arab, namun memperkuat aliansi mereka dengan Iran dan memperkuat pengalaman mereka di medan perang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pagi Tadi Jet Tempur Israel Luncurkan Serangan di Wilayah Selatan dan Timur Lebanon, Ini Yang Terjadi

Pagi Tadi Jet Tempur Israel Luncurkan Serangan di Wilayah Selatan dan Timur Lebanon, Ini Yang Terjadi

News | Selasa, 24 September 2024 | 20:16 WIB

Update Serangan Udara Israel di Lebanon: Komandan Lapangan Hamas Hussein Mahmoud al-Nader Tewas

Update Serangan Udara Israel di Lebanon: Komandan Lapangan Hamas Hussein Mahmoud al-Nader Tewas

News | Selasa, 24 September 2024 | 20:04 WIB

Terus Luncurkan Roket, Berani Tidak Israel Serang Lebanon Lewat Jalur Darat?

Terus Luncurkan Roket, Berani Tidak Israel Serang Lebanon Lewat Jalur Darat?

News | Selasa, 24 September 2024 | 19:38 WIB

Terkini

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 19:13 WIB

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:56 WIB

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:49 WIB

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:41 WIB

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:19 WIB

Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya

Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:07 WIB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:30 WIB

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:10 WIB

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:55 WIB

Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media

Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:51 WIB