- Menteri Pertahanan AS membantah klaim kekurangan makanan bagi awak kapal perang di Selat Hormuz sebagai berita bohong.
- Angkatan Laut AS memastikan logistik di USS Abraham Lincoln dan USS Tripoli tetap aman untuk tiga puluh hari.
- Pemerintah menegaskan bahwa penghentian pengiriman paket pribadi bersifat sementara selama berlangsungnya operasi militer di wilayah tersebut.
Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat membantah keras laporan soal kekurangan makanan di kapal perang yang beroperasi di Selat Hormuz, Iran.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyebut kabar tersebut sebagai kabar Hoax yang menyesatkan.
Isu ini mencuat setelah beredar klaim dari pihak yang mengaku awak kapal, yang menyebut mereka selalu lapar akibat keterbatasan logistik.
Foto-foto jatah makan yang tak layak viral di sosial media.
Hegseth menegaskan bahwa kondisi logistik di kapal tetap aman dan terkendali.
“US Navy benar. Ini fake news. Tim saya sudah memastikan USS Abraham Lincoln dan USS Tripoli memiliki persediaan makanan lebih dari 30 hari,” tulisnya di media sosial.
Dua kapal yang dimaksud adalah USS Abraham Lincoln (CVN-72) dan USS Tripoli (LHA-7) yang tengah menjalankan operasi militer di kawasan Selat Hormuz.
![Angkatan Laut Amerika Serikat membantah keras laporan yang menyebut kapal perang mereka di Timur Tengah mengalami kekurangan makanan. [NY Post]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/18/88756-makanan-tentara-as.jpg)
Keduanya menjadi bagian dari misi AS dalam operasi yang dikenal sebagai Operation Epic Fury melawan Iran.
Pihak Angkatan Laut AS juga mengeluarkan pernyataan resmi untuk membantah isu tersebut. Mereka menegaskan tidak ada kekurangan ransum maupun penurunan kualitas makanan bagi para prajurit.
“Angkatan Laut AS memiliki kemampuan logistik yang tak tertandingi untuk mendukung operasi di laut. Penyesuaian menu adalah bagian dari strategi menjaga daya tahan operasional kapal,” demikian pernyataan resmi tersebut.
Selain soal makanan, Angkatan Laut juga menanggapi isu penghentian pengiriman paket pribadi ke prajurit.
AL AS juga memastikan kebijakan tersebut hanya bersifat sementara akibat operasi tempur, dan kini sudah dicabut.
Di sisi lain, kontroversi ini turut memicu sindiran dari pihak Iran.
Kedutaan Iran di Inggris bahkan melontarkan komentar bernada mengejek di media sosial terkait kondisi di kapal perang AS.
Pernyataan tersebut merujuk pada insiden lama di USS Gerald R. Ford (CVN-78), di mana masalah sistem sanitasi sempat menyebabkan antrean panjang bagi awak kapal.