Seorang Ayah Kenang Kematian Putranya yang Bersembunyi di Tempat Sampah saat Serangan Hamas 7 Oktober

Bella

Senin, 07 Oktober 2024 | 20:13 WIB
Seorang Ayah Kenang Kematian Putranya yang Bersembunyi di Tempat Sampah saat Serangan Hamas 7 Oktober
Penampakan pejuang Hamas di salah satu terowongan Gaza. (Foto: AFP)

Suara.com - Sebuah tragedi menghantam keluarga Yoram Yehuai ketika putranya, Ron, menjadi korban serangan Hamas yang menggemparkan dunia pada 7 Oktober tahun lalu. Dalam sebuah wawancara penuh emosi dengan Sky News, Yoram mengenang momen terakhir putranya dan mengungkapkan alasan di balik kebohongan Ron kepada keluarganya, tentang keberadaannya saat serangan itu terjadi.

Ron saat itu berada di Festival Musik Nova, dekat Kibbutz Re'im. Kepada keluarganya, Ron mengatakan bahwa dirinya berada di tempat yang aman bersama pasukan Israel yang melindunginya. Namun, kenyataan yang memilukan adalah bahwa Ron sebenarnya bersembunyi bersama teman-temannya di dalam sebuah tempat sampah, menanti bantuan selama hampir lima jam.

Tragedi tak terelakkan ketika setelah empat setengah jam berlalu, seorang pejuang Hamas menemukan tempat persembunyian mereka. Dengan kejam, sang penyerang melepaskan tembakan ke dalam tempat sampah yang dihuni 16 orang.

Sembilan di antaranya, termasuk Ron, tewas di tempat, sementara empat lainnya mengalami luka-luka.

Yoram, yang menyadari bahwa putranya telah berbohong untuk menenangkan keluarganya, berkata, "Saya mengerti bahwa Ron berbohong kepada kami tentang keselamatannya karena dia ingin melindungi kami-dia tidak ingin kami khawatir."

Pesan terakhir dari Ron dikirimkan pada pukul 11.39 pagi. Dalam pesan itu, Ron menulis, “Saya baik-baik saja,” disertai dengan emoji hati berwarna kuning.

Namun, hanya tujuh menit setelah pesan itu dikirim, para teroris masuk ke tempat persembunyian dan menghancurkan segala harapan.

Ketika ditanya bagaimana perasaannya setahun setelah kejadian tersebut, Yoram dengan lirih mengatakan bahwa waktu yang telah berlalu terasa seperti satu hari yang panjang. Kehilangan putranya dalam kondisi yang begitu tragis meninggalkan luka yang mendalam, namun ia tetap berusaha tegar dalam menghadapi kenyataan pahit tersebut.

Serangan yang terjadi pada 7 Oktober itu tidak hanya menghancurkan keluarga Yoram, tetapi juga mengingatkan dunia tentang kerapuhan kehidupan di tengah konflik yang terus berkecamuk.

baca juga

Sementara itu, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, Hatem Sami Hisham Ghaith, tewas setelah terkena tembakan pasukan Israel dalam sebuah operasi militer di kamp pengungsi Qalandia, di pinggiran Ramallah, Tepi Barat setahu kemudian.

Menurut keterangan dari Kementerian Kesehatan Palestina, Hatem mengalami luka kritis yang merenggut nyawanya setelah bentrokan pecah di kamp tersebut.

Insiden ini terjadi setelah Bulan Sabit Merah melaporkan bahwa lima orang terluka dalam serangan yang disebut sebagai penyerbuan oleh pasukan Israel. Salah satu korban mengalami luka serius, dengan tembakan peluru karet yang mengenai kepala, menambah deretan korban dalam kekerasan yang terus berlangsung di wilayah tersebut.

Meskipun Hamas, kelompok yang bertanggung jawab atas serangan pada 7 Oktober, tidak beroperasi di Tepi Barat, situasi di wilayah ini tetap tegang. Bentrokan dan kerusuhan kerap terjadi, diperburuk oleh ancaman dan kekerasan dari para pemukim Israel terhadap warga Palestina.

Mereka dipaksa menyerahkan tanah mereka di tengah intimidasi yang semakin meningkat, sebuah tindakan yang telah mendapat kecaman dari berbagai negara, termasuk sekutu kuat Israel, Amerika Serikat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Mati Satu, Mati Semua' Sikap Ekstrim dalam Konflik Israel-Palestina

'Mati Satu, Mati Semua' Sikap Ekstrim dalam Konflik Israel-Palestina

News | Senin, 07 Oktober 2024 | 19:41 WIB

Doktrin Militer Israel Dipertanyakan Setelah Serangan Rudal Iran

Doktrin Militer Israel Dipertanyakan Setelah Serangan Rudal Iran

News | Senin, 07 Oktober 2024 | 19:11 WIB

Komunitas Yahudi Austria Tolak Palestina Merdeka

Komunitas Yahudi Austria Tolak Palestina Merdeka

News | Senin, 07 Oktober 2024 | 19:11 WIB

Dramatis! Pria Coba Bakar Diri di Tengah Demo Membara Kecam Perang Gaza

Dramatis! Pria Coba Bakar Diri di Tengah Demo Membara Kecam Perang Gaza

News | Senin, 07 Oktober 2024 | 19:02 WIB

AS dan Israel Kompak Buat Rupiah Anjlok 202 Poin Awal Pekan Ini

AS dan Israel Kompak Buat Rupiah Anjlok 202 Poin Awal Pekan Ini

Bisnis | Senin, 07 Oktober 2024 | 17:26 WIB

Hizbullah Targetkan Serangan Rudal ke Pangkalan Israel di Barat Tiberisas

Hizbullah Targetkan Serangan Rudal ke Pangkalan Israel di Barat Tiberisas

News | Senin, 07 Oktober 2024 | 15:09 WIB

"Hancur Menjadi Puing-Puing": Laporan PBB Ungkap 66% Bangunan di Gaza Hancur

"Hancur Menjadi Puing-Puing": Laporan PBB Ungkap 66% Bangunan di Gaza Hancur

News | Senin, 07 Oktober 2024 | 14:02 WIB

Pertempuran Memanas, 11 Nyawa Melayang di Lebanon dalam Serangan Udara Terbaru Israel

Pertempuran Memanas, 11 Nyawa Melayang di Lebanon dalam Serangan Udara Terbaru Israel

News | Senin, 07 Oktober 2024 | 13:42 WIB

Komandan Pasukan Quds Iran Hilang Setelah Serangan di Beirut

Komandan Pasukan Quds Iran Hilang Setelah Serangan di Beirut

News | Senin, 07 Oktober 2024 | 09:40 WIB

Cuma Butuh 1 Tahun Israel Hilangkan Nyawa Puluhan Ribu Warga Palestina

Cuma Butuh 1 Tahun Israel Hilangkan Nyawa Puluhan Ribu Warga Palestina

News | Minggu, 06 Oktober 2024 | 19:10 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×