Alasan Hasto Ambil Gelar Doktor Di UI, Padahal Sudah Dapat Di Unhan

Jum'at, 18 Oktober 2024 | 18:46 WIB
Alasan Hasto Ambil Gelar Doktor Di UI, Padahal Sudah Dapat Di Unhan
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menjalani Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat, Jumat (18/10/2024). (Suara.com/Bagaskara)

“Dengan demikian kaitannya sangatlah kuat kalau di dalam konstruksi pemikiran geopolitik Soekarno itu membangun bahwa kepemimpinan Indonesia untuk dunia, bahwa konferensi Asia Afrika itu membuktikan bagaimana untuk mengabdi kepentingan nasional pembebasan Irian Barat, kita menciptakan hukum internasional melalui konferensi Asia Afrika yang dihadiri 29 negara. Membangun gerakan non-blok dan kita bangsa Indonesia menjadi pemimpin Asia Afrika dan Amerika Latin,” tuturnya.

“Saat itu seluruh civil society bergerak keluar, ada konferensi dokter anak Asia Afrika, konferensi perempuan Asia Afrika, mahasiswa Asia Afrika, wartawan Asia Afrika. Semua bergerak keluar, outward looking, bukan berantem, bertarung diantara sesama anak bangsa. Inilah pemikiran geopolitik Soekarno yang membangun kepemimpinan Indonesia bagi dunia,” sambung dia.

Hasto menambahkan, pandangan geopolitik Soekarno yang diimplementasikan di dalam sistem internasional mampu memerdekakan Maroko, Tunisia, Aljazair, Sudan dan lain sebagainya.

Dengan demikian, semua itu bisa terjadi ketika partai politik saat itu memiliki orientasi bukan hanya untuk sekadar fungsi-fungsi elektoral, tetapi lebih bagi membangun peradaban Indonesia dan dunia.

Maka, korelasi disertasi tentang membangun Indonesia melalui penguatan partai politik sebagai tesis utama dari Megawati Soekarnoputri, agar partai juga bisa membangun peradaban Indonesia, yang akhirnya membangun kepemimpinan Indonesia bagi dunia.

“Dengan demikian, the seven principle of Megawati leadership di dalam pelembagaan partai sangat relevan. Contohnya disitu ada critical thinking method,” ujarnya.

“Dengan kontemplasi ini, maka di dalam melakukan suatu perubahan Tidak lagi bersifat revolusioner, bersifat progresif. Itu yang lebih tepat, progresif tetapi terus-menerus melakukan perubahan hingga situasi sosial yang akan diubah oleh partai politik melalui kepemimpinan strategis dapat memenuhi tujuan-tujuan ideal dari partai politik,” katanya.

“Karena itulah di dalam kongres ketiga PDI Perjuangan ditegaskan bahwa mengelola partai itu sama dengan mengelola negara,” tambahnya.

Baca Juga: Di Sidang Terbuka Promosi Doktor, Hasto Singgung Abuse Of Power Jokowi Di Pilpres 2024: Bikin Rusak Demokrasi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI