Alasan Hasto Ambil Gelar Doktor Di UI, Padahal Sudah Dapat Di Unhan

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 18 Oktober 2024 | 18:46 WIB
Alasan Hasto Ambil Gelar Doktor Di UI, Padahal Sudah Dapat Di Unhan
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menjalani Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat, Jumat (18/10/2024). (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan alasannya mengambil gelar doktor yang kedua di Universitas Indonesia (UI). Padahal sejatinya, Hasto sudah meraih gelar doktor ilmu pertahanan lewat teori geopilitik Soekarno yang dia temukan di Universitas Pertahanan RI.

Hasto Kristiyanto mengungkapkan, jika keputusannya mengambil gelar doktor keduanya di UI ini semata-mata ingin menghormati bahwa Indonesia dibangun dengan tradisi intelektual yang luar biasa dari seluruh pemimpin bangsa.

Hal itu disampaikan Hasto ketika menjawab pertanyaan dari penguji Prof. Dr. Drs. Bambang Shergi Laksono dalam sidang terbuka promosi Doktor atas dasar disertasi berjudul ‘Kepemimpinan Strategis Politik, Ideologi, dan Pelembagaan Partai serta Relevansinya terhadap Ketahanan Partai: Studi pada PDI Perjuangan’ di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Jumat (18/10/2024).

Awalnya, Bambang Shergi Laksono mendapatkan kesempatan memberikan pertanyaan kepada Hasto sebagai promovendus.

Bambang pun memberikan pertanyaan yang bersifat personal. Di mana, dia menanyakan perihal gelar doktor yang telah didapat oleh Hasto dari Universitas Pertahanan. Namun, Hasto kini kembali mengambil gelar doktor keduanya di Universitas Indonesia.

“Saya izin menanyakan yang mungkin sifatnya personal ya. Sebenarnya Pak Hasto ini sudah doktor di Universitas Pertahanan. Pengenalan saya terhadap Pak Hasto, memang tidak ingin mencari-cari gelar sebetulnya,” tanya Bambang.

“Apa kaitan dari pemikiran Pak Hasto dengan di Unhan yang memberikan gambaran tentang idealisme kepemimpinan Indonesia di panggung dunia,” sambungnya.

Hasto mengawali jawabannya dengan mengutip perkataan Presiden Pertama RI Ir Soekarno, bahwa ilmu pengetahuan harus berguna bagi amal kemanusiaan.

Lewat pesan Bung Karno itu, dia menegaskan bahwa dirinya menggambil gelar doktor di UI bukan untuk mencari gelar. Tapi untuk menghargai para tokoh bangsa yang membangun Indonesia lewat tradisi intelektual.

baca juga

Bahkan, suara Hasto sampai bergetar ketika studinya ini dipersembahkan untuk para tokoh bangsa.

“Saya mengambil doktor kedua di UI ini bukan untuk mencari gelar, Tetapi untuk menghormati bahwa Indonesia ini dibangun dengan tradisi intelektual yang luar biasa dari seluruh pemimpin bangsanya,” kata Hasto dengan suara bergetar.

“Tradisi intelektual Soekarno yang kami rumuskan dalam disertasi pertama muncul dari dialektika terhadap sejarah Nusantara, sejarah dunia. Bagaimana kemerdekaan Indonesia untuk membangun persaudaraan dunia Bagaimana di situ seluruh pemimpin bangsa Bung Karno, Bung Hatta, Syahrir, dan lain sebagainya, berpikir bagaimana melalui kepemimpinan intelektual itu Indonesia bisa menjadi pemimpin diantara bangsa-bangsa,” lanjut Hasto.

Hasto juga mengulas soal Pancasila adalah ideologi geopolitik untuk menjawab sistem internasional yang anarkis yang selalu dihadapkan pada perang. Namun, bangsa Indonesia berhasil menciptakan Pancasila sebagai supremasi dari ideologi-ideologi besar dunia.

Politisi asal Yogyakarta ini juga menceritakan jika Bung Karno telah merancang kemerdekaan Indonesia pada usia 16 tahun. Lalu, pada usia 26 tahun mendirikan PNI.

Di mana, kata dia, Bung Karno tidak pernah berpikir bahwa syarat negara merdeka adalah timbunan uang, tetapi digerakkan oleh sesuatu kekuatan ide bahwa Indonesia merdeka bisa melawan berbagai bentuk imperialisme dan kolonialisme.

“Dengan demikian kaitannya sangatlah kuat kalau di dalam konstruksi pemikiran geopolitik Soekarno itu membangun bahwa kepemimpinan Indonesia untuk dunia, bahwa konferensi Asia Afrika itu membuktikan bagaimana untuk mengabdi kepentingan nasional pembebasan Irian Barat, kita menciptakan hukum internasional melalui konferensi Asia Afrika yang dihadiri 29 negara. Membangun gerakan non-blok dan kita bangsa Indonesia menjadi pemimpin Asia Afrika dan Amerika Latin,” tuturnya.

“Saat itu seluruh civil society bergerak keluar, ada konferensi dokter anak Asia Afrika, konferensi perempuan Asia Afrika, mahasiswa Asia Afrika, wartawan Asia Afrika. Semua bergerak keluar, outward looking, bukan berantem, bertarung diantara sesama anak bangsa. Inilah pemikiran geopolitik Soekarno yang membangun kepemimpinan Indonesia bagi dunia,” sambung dia.

Hasto menambahkan, pandangan geopolitik Soekarno yang diimplementasikan di dalam sistem internasional mampu memerdekakan Maroko, Tunisia, Aljazair, Sudan dan lain sebagainya.

Dengan demikian, semua itu bisa terjadi ketika partai politik saat itu memiliki orientasi bukan hanya untuk sekadar fungsi-fungsi elektoral, tetapi lebih bagi membangun peradaban Indonesia dan dunia.

Maka, korelasi disertasi tentang membangun Indonesia melalui penguatan partai politik sebagai tesis utama dari Megawati Soekarnoputri, agar partai juga bisa membangun peradaban Indonesia, yang akhirnya membangun kepemimpinan Indonesia bagi dunia.

“Dengan demikian, the seven principle of Megawati leadership di dalam pelembagaan partai sangat relevan. Contohnya disitu ada critical thinking method,” ujarnya.

“Dengan kontemplasi ini, maka di dalam melakukan suatu perubahan Tidak lagi bersifat revolusioner, bersifat progresif. Itu yang lebih tepat, progresif tetapi terus-menerus melakukan perubahan hingga situasi sosial yang akan diubah oleh partai politik melalui kepemimpinan strategis dapat memenuhi tujuan-tujuan ideal dari partai politik,” katanya.

“Karena itulah di dalam kongres ketiga PDI Perjuangan ditegaskan bahwa mengelola partai itu sama dengan mengelola negara,” tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Sidang Terbuka Promosi Doktor, Hasto Singgung Abuse Of Power Jokowi Di Pilpres 2024: Bikin Rusak Demokrasi

Di Sidang Terbuka Promosi Doktor, Hasto Singgung Abuse Of Power Jokowi Di Pilpres 2024: Bikin Rusak Demokrasi

News | Jum'at, 18 Oktober 2024 | 16:51 WIB

Berkebaya Merah, Megawati Hadiri Sidang Promosi Doktoral Hasto Di UI, Ada Rocky Gerung

Berkebaya Merah, Megawati Hadiri Sidang Promosi Doktoral Hasto Di UI, Ada Rocky Gerung

News | Jum'at, 18 Oktober 2024 | 15:00 WIB

Muhadjir Singgung Gelar Doktor Bahlil Diraih Kurang Dari 2 Tahun Di UI: Luar Biasa Itu, Saya 6 Tahun Di Unair

Muhadjir Singgung Gelar Doktor Bahlil Diraih Kurang Dari 2 Tahun Di UI: Luar Biasa Itu, Saya 6 Tahun Di Unair

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 20:51 WIB

Guru Besar UPI Sebut Pendidikan S3 Jalur Riset Seperti Bahlil Tak Bisa Ditempuh Sembarang Orang

Guru Besar UPI Sebut Pendidikan S3 Jalur Riset Seperti Bahlil Tak Bisa Ditempuh Sembarang Orang

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 20:19 WIB

Bahlil Lahadalia Lulus S3 dengan 'Kecepatan' 1,8 Tahun, Guru Besar UPI: Luar Biasa!!

Bahlil Lahadalia Lulus S3 dengan 'Kecepatan' 1,8 Tahun, Guru Besar UPI: Luar Biasa!!

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 19:25 WIB

Bahlil Lahadalia Dapat Gelar Doktor dalam 18 Bulan, Berapa Lama Idealnya Kuliah S3?

Bahlil Lahadalia Dapat Gelar Doktor dalam 18 Bulan, Berapa Lama Idealnya Kuliah S3?

Lifestyle | Kamis, 17 Oktober 2024 | 17:56 WIB

Besok, Megawati Direncanakan Hadiri Sidang Terbuka Promosi Doktoral Hasto di UI

Besok, Megawati Direncanakan Hadiri Sidang Terbuka Promosi Doktoral Hasto di UI

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 17:06 WIB

Terkini

Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru

Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru

Riau | Senin, 27 Juli 2026 | 22:04 WIB

Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 22:00 WIB

Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi 2026-2030, Ini Targetnya

Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi 2026-2030, Ini Targetnya

Sport | Senin, 27 Juli 2026 | 21:46 WIB

Usut Etik Kasat Narkoba Tangsel, Polda Metro Tegaskan AKP Pardiman Tak Terkait Kasus Etomidate

Usut Etik Kasat Narkoba Tangsel, Polda Metro Tegaskan AKP Pardiman Tak Terkait Kasus Etomidate

News | Senin, 27 Juli 2026 | 21:46 WIB

Bukan Sekadar Angkat Beban, Ini Wajah Baru Tren Gym Modern yang Wajib Kamu Tahu!

Bukan Sekadar Angkat Beban, Ini Wajah Baru Tren Gym Modern yang Wajib Kamu Tahu!

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 21:44 WIB

Komplotan Buzzer Diciduk Polda Metro Jaya, Rp220 Juta Hasil Pembayaran Disita

Komplotan Buzzer Diciduk Polda Metro Jaya, Rp220 Juta Hasil Pembayaran Disita

News | Senin, 27 Juli 2026 | 21:39 WIB

Hasil Babak Pertama: Mitchell Baker Gemilang, Timnas Indonesia Unggul 3-0

Hasil Babak Pertama: Mitchell Baker Gemilang, Timnas Indonesia Unggul 3-0

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 21:38 WIB

Kronologi CR-V Terguling di Depan Kejari Palembang, Tabrak Dua Mobil Parkir Usai Hindari Motor

Kronologi CR-V Terguling di Depan Kejari Palembang, Tabrak Dua Mobil Parkir Usai Hindari Motor

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 21:38 WIB

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Airlangga Tak Ambil Pusing: Yang Penting Institusi Berjalan

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Airlangga Tak Ambil Pusing: Yang Penting Institusi Berjalan

Video | Senin, 27 Juli 2026 | 21:25 WIB

Kronologi Komplotan Curanmor Bersenpi di Gandus Terbongkar, Satu Ditangkap dan Dua Masih Buron

Kronologi Komplotan Curanmor Bersenpi di Gandus Terbongkar, Satu Ditangkap dan Dua Masih Buron

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 21:16 WIB

×