Rekaman Jelas Pemimpin Hamas Yahya Sinwar, Pindahkan Barang di Terowongan Gaza Sebelum Tewas

Andi Ahmad S

Minggu, 20 Oktober 2024 | 20:26 WIB
Rekaman Jelas Pemimpin Hamas Yahya Sinwar, Pindahkan Barang di Terowongan Gaza Sebelum Tewas
Pemimpin Hamas Yahya Sinwar, Pindahkan Barang di Terowongan Gaza Sebelum Tewas [Twitter]

Suara.com - Viral video detik-detik rekaman yang memperlihatkan pemimpin Hamas Yahya Sinwar tengah memindahkan barang miliknya di sebuah terowongan Gaza, Palestina sebelum tewas.

Perlu diketahui, bahwa video itu diunggah oleh Israel yang memperlihatkan Yahya Sinwar ada du terowongan Gaza sebelum serangan mematikan pada 7 Oktober tahun lalu.

Rekaman itu dirilis setelah kematian Sinwar di kota Rafah, Gaza selatan, dalam baku tembak yang berakhir dengan pemimpin Hamas terpojok dan sendirian di sebuah bangunan yang hancur.

Rekaman itu menunjukkan Sinwar dan istri serta anak-anaknya memindahkan barang-barang, termasuk televisi, air, bantal dan kasur, ke dalam terowongan yang menurut juru bicara militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari terletak di bawah rumah keluarga di Khan Younis.

Sinwar beberapa jam sebelum pembantaian 7 Oktober menurunkan TV-nya ke dalam terowongannya, bersembunyi di bawah warga sipil, dan bersiap menyaksikan para teroris melakukan pembunuhan.

Saat jumpa pers, Hagari menunjukkan foto-foto kompleks bawah tanah, yang memiliki toilet, kamar mandi, dan dapur. Makanan, uang tunai, dan dokumen juga ditemukan di sana.

Hamas, sementara itu, mengatakan Sinwar tewas secara heroik saat bertempur, dan menyebut pernyataan Hagar sebagai "kebohongan yang terang-terangan".

Rekaman drone awal pekan ini menunjukkan Sinwar terluka parah di saat-saat terakhirnya, melemparkan sebuah benda ke drone tersebut. Otopsi menemukan bahwa Sinwar terbunuh dengan tembakan di kepala, dan juga ditemukan salah satu jarinya terpotong.

Selama satu tahun konflik Israel-Hamas, Pasukan Pertahanan Israel sering mendekati Sinwar, namun Sinwar berhasil melarikan diri. Israel telah mengidentifikasi persembunyian terakhir Sinwar setelah militer menemukan "sampel DNA-nya pada jaringan yang digunakan untuk membuang ingus," kata Hagari.

Sementara serangan 7 Oktober di Israel menewaskan sekitar 1.200 orang dan mengakibatkan 235 orang disandera, operasi Israel di Gaza selama setahun telah mengakibatkan lebih dari 40.000 kematian.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Hantu Masa Lalu' Korban Pemerkosaan Kenali Pelakunya 36 Tahun Kemudian

'Hantu Masa Lalu' Korban Pemerkosaan Kenali Pelakunya 36 Tahun Kemudian

News | Minggu, 20 Oktober 2024 | 20:08 WIB

Drone Diluncurkan ke Rumah Benjamin Netanyahu, Israel 'Kami Akan Tetap Berperang dengan Hamas dan Hizbullah'

Drone Diluncurkan ke Rumah Benjamin Netanyahu, Israel 'Kami Akan Tetap Berperang dengan Hamas dan Hizbullah'

News | Minggu, 20 Oktober 2024 | 17:06 WIB

Terungkap! Ini Penyebab Ganjar Tak Hadiri Pelantikan Prabowo-Gibran

Terungkap! Ini Penyebab Ganjar Tak Hadiri Pelantikan Prabowo-Gibran

News | Minggu, 20 Oktober 2024 | 16:38 WIB

Terkini

Hadirkan CFX Cryptalk dan CFX Seaside Mixer, Ekosistem CFXM Dorong Sinergi Industri Aset Digital

Hadirkan CFX Cryptalk dan CFX Seaside Mixer, Ekosistem CFXM Dorong Sinergi Industri Aset Digital

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Seorang Relawan Gempa Flores Dikabarkan Gugur saat Bantu Korban Bencana

Seorang Relawan Gempa Flores Dikabarkan Gugur saat Bantu Korban Bencana

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Saat Membeli Rumah, Mengapa Jejak Karbon Sering Tak Jadi Pertimbangan?

Saat Membeli Rumah, Mengapa Jejak Karbon Sering Tak Jadi Pertimbangan?

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Gelar Serpong Warrior Challenge Run 2026, BRI Buka Promo Diskon Tiket 50 Persen di BRImo

Gelar Serpong Warrior Challenge Run 2026, BRI Buka Promo Diskon Tiket 50 Persen di BRImo

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Soal Karhutla, PKB Sentil Menhut: Jangan Cuma 'Cosplay Damkar'

Soal Karhutla, PKB Sentil Menhut: Jangan Cuma 'Cosplay Damkar'

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:01 WIB

APBD DKI 2026 Turun ke Rp79,59 Triliun, DPRD Jakarta Janji Bansos dan Sekolah Tetap Aman

APBD DKI 2026 Turun ke Rp79,59 Triliun, DPRD Jakarta Janji Bansos dan Sekolah Tetap Aman

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:01 WIB

HONOR Tour Hadir di Yogyakarta, Sasar Kebutuhan Teknologi Pelajar dan Mahasiswa

HONOR Tour Hadir di Yogyakarta, Sasar Kebutuhan Teknologi Pelajar dan Mahasiswa

Jogja | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Bukit Premium Pasuruan: Negeri di Atas Awan Dekat Bromo yang Bikin Betah

Bukit Premium Pasuruan: Negeri di Atas Awan Dekat Bromo yang Bikin Betah

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:00 WIB

IHSG Bertahan di Level 6.500, BUMI dan BBRI Diburu Investor

IHSG Bertahan di Level 6.500, BUMI dan BBRI Diburu Investor

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:59 WIB

Muncul Gerakan 'Gerbang Toll PBNU', Serukan Tolak LPJ di Muktamar ke-35 NU

Muncul Gerakan 'Gerbang Toll PBNU', Serukan Tolak LPJ di Muktamar ke-35 NU

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:54 WIB

×