Amerika Serikat Punya Bukti Bahwa Korea Utara Kirim Ribuan Tentara ke Rusia, Untuk Gempur Ukraina?

Bella

Kamis, 24 Oktober 2024 | 14:45 WIB
Amerika Serikat Punya Bukti Bahwa Korea Utara Kirim Ribuan Tentara ke Rusia, Untuk Gempur Ukraina?
Gaya Bercanda Vladimir Putin ke Kim Jong Un Sambil Nyetir Mobil Mewah (X/BRICSINfo)

Suara.com - Amerika Serikat (AS) mengklaim memiliki bukti bahwa Korea Utara telah mengirimkan setidaknya 3.000 pasukan ke Rusia, menambah kekhawatiran bahwa mereka mungkin akan terlibat dalam konflik di Ukraina.

Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, menyatakan bahwa pengiriman pasukan ini merupakan langkah selanjutnya setelah Korea Utara sebelumnya memberikan bantuan senjata kepada Rusia. Dia memperingatkan bahwa Pyongyang dapat menghadapi konsekuensi serius akibat dukungannya terhadap Moskow.

Pernyataan ini muncul setelah Korea Selatan juga mengonfirmasi pengiriman serupa. Austin, dalam kunjungannya ke Roma, mengatakan, telah melihat bukti mengenai penempatan pasukan tersebut.

Tentara Korea Utara dikerahkan untuk mendistribusikan obat-obatan melawan pandemi Covid-19 di negara itu. (Foto: AFP)
Tentara Korea Utara dikerahkan untuk mendistribusikan obat-obatan melawan pandemi Covid-19 di negara itu. (Foto: AFP)

Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih, John Kirby, menginformasikan bahwa para tentara ini kemungkinan telah tiba di Vladivostok, pelabuhan terbesar di Pasifik Rusia, pada awal hingga pertengahan Oktober lalu. Mereka kemudian dilaporkan telah melakukan pelatihan di beberapa lokasi pelatihan militer di timur Rusia.

"Kami belum mengetahui apakah pasukan ini akan terlibat dalam pertempuran bersama militer Rusia, tetapi probabilitas tersebut sangat mengkhawatirkan." kata Kirby.

Ia menyebutkan bahwa pasukan tersebut bisa saja pergi ke Rusia barat sebelum terjun ke medan perang melawan pasukan Ukraina. Austin menegaskan, jika pasukan Korea Utara bertindak sebagai "sekutu tempur" dalam mendukung Rusia di Ukraina, maka itu akan menjadi masalah yang sangat serius dan berdampak tidak hanya di Eropa, tetapi juga di kawasan Indo-Pasifik.

Menurut pejabat intelijen Korea Selatan, pasukan Korea Utara saat ini sedang menjalani pelatihan tentang drone dan peralatan militer lainnya di Rusia sebelum diterjunkan ke medan perang di Ukraina. Rencana Korea Utara untuk mengirimkan 10.000 tentara menjelang bulan Desember juga mengundang perhatian. Sebelumnya, Seoul menyatakan bahwa Pyongyang telah mengirim 1.500 pasukan khusus ke Rusia dengan seragam militer Rusia, senjata, dan identitas palsu.

Kekhawatiran akan langkah Korea Utara ini semakin meningkat setelah Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengungkapkan bahwa pemerintahnya memiliki intelijen mengenai persiapan 10.000 tentara Korea Utara untuk bergabung dengan pasukan invasi Rusia. Pemerintah Inggris juga menyatakan bahwa sangat mungkin pasukan Korea Utara sedang mendukung agresi perang Rusia.

Baik Rusia maupun Korea Utara membantah adanya pengiriman pasukan. Namun, kerjasama antara kedua negara telah meningkat dalam dua tahun terakhir, termasuk penandatanganan kesepakatan pertahanan besar yang mengharuskan keduanya memberikan bantuan militer segera jika salah satu negara diserang.

baca juga

Kekhawatiran juga datang dari pejabat Korea Selatan yang khawatir bahwa Rusia akan memberikan imbalan kepada Korea Utara berupa senjata canggih yang dapat memperkuat program nuklir dan rudal mereka. Sebagai respons terhadap laporan pengiriman pasukan ini, Korea Selatan mempertimbangkan untuk memasok senjata ke Ukraina, meskipun sebelumnya mereka hanya mengirimkan bantuan kemanusiaan dan keuangan.

Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyebut pengiriman pasukan Korea Utara sebagai eskalasi signifikan dan meminta presiden Korea Selatan untuk mengirimkan ahli ke Brussel untuk memberikan penjelasan kepada aliansi militer tersebut. Selain itu, Jerman juga memanggil diplomat senior Korea Utara di Berlin terkait klaim pengiriman pasukan.

Dengan 1,2 juta tentara, Korea Utara memiliki salah satu angkatan bersenjata terbesar di dunia, namun mereka tidak terlibat dalam konflik berskala besar sejak Perang Korea 1950-1953. Para ahli meragukan seberapa banyak bantuan yang dapat diberikan pasukan Korea Utara kepada Rusia, mengingat kurangnya pengalaman tempur mereka. Mereka juga berpendapat bahwa Korea Utara membutuhkan dukungan ekonomi dari Rusia dan bantuan untuk memodernisasi sistem senjata konvensionalnya yang usang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Bedah Plastik AS Aniaya Pacar dan Jadikan Budak Seks, Suntik Filler Mata Tanpa Anastesi

Dokter Bedah Plastik AS Aniaya Pacar dan Jadikan Budak Seks, Suntik Filler Mata Tanpa Anastesi

News | Kamis, 24 Oktober 2024 | 14:13 WIB

Bawang Diduga Biang Keladi Wabah E.coli di McDonald's yang Tewaskan 1 Orang

Bawang Diduga Biang Keladi Wabah E.coli di McDonald's yang Tewaskan 1 Orang

News | Kamis, 24 Oktober 2024 | 13:12 WIB

Kim Jong Un Minta Pasukan Nuklir Bersiap, Perang Korea Bakal Terjadi?

Kim Jong Un Minta Pasukan Nuklir Bersiap, Perang Korea Bakal Terjadi?

News | Rabu, 23 Oktober 2024 | 17:48 WIB

3 Negara yang Main di Tempat Netral pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia

3 Negara yang Main di Tempat Netral pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia

Bola | Rabu, 23 Oktober 2024 | 15:30 WIB

Gara-gara Israel Serang Jalur Gaza, Warga Keturunan Arab-Amerika Pilih Donald Trump, Alasannya Menohok

Gara-gara Israel Serang Jalur Gaza, Warga Keturunan Arab-Amerika Pilih Donald Trump, Alasannya Menohok

News | Rabu, 23 Oktober 2024 | 13:07 WIB

Bakal Serang Iran Habis-habisan, Amerika Serikat 'Terlibat' Bantu Israel

Bakal Serang Iran Habis-habisan, Amerika Serikat 'Terlibat' Bantu Israel

News | Selasa, 22 Oktober 2024 | 15:25 WIB

Ada Apa dengan Bangladesh? Pemerintah Batal Tunjuk Duta Besar Untuk AS, Rusia dan UAE

Ada Apa dengan Bangladesh? Pemerintah Batal Tunjuk Duta Besar Untuk AS, Rusia dan UAE

News | Selasa, 22 Oktober 2024 | 14:15 WIB

Survei Pilpres AS Terbaru, Kamala Harris Unggul Tipis dari Donald Trump

Survei Pilpres AS Terbaru, Kamala Harris Unggul Tipis dari Donald Trump

News | Selasa, 22 Oktober 2024 | 13:37 WIB

Pernikahan Artis Jo Se Ho Bertabur Bintang Korea

Pernikahan Artis Jo Se Ho Bertabur Bintang Korea

Entertainment | Selasa, 22 Oktober 2024 | 07:00 WIB

Detik-Detik Nam Bo Ra Dilamar, Tangisan Sang Artis Auto Pecah

Detik-Detik Nam Bo Ra Dilamar, Tangisan Sang Artis Auto Pecah

Entertainment | Selasa, 22 Oktober 2024 | 06:00 WIB

Terkini

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:50 WIB

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:16 WIB

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:13 WIB

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:05 WIB

Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut

Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:54 WIB

Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG

Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:34 WIB

×