Genosida Modern? Hamas Kecam Serangan Brutal Israel di Beit Lahia

Aprilo Ade Wismoyo

Minggu, 27 Oktober 2024 | 17:10 WIB
Genosida Modern? Hamas Kecam Serangan Brutal Israel di Beit Lahia
Penampakan pejuang Hamas di salah satu terowongan Gaza. (Foto: AFP)

Suara.com - Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada Sabtu (26/10) mengutuk serangan Israel terhadap daerah permukiman di Beit Lahia, Jalur Gaza utara.

“Serangan brutal oleh tentara pendudukan teroris di Beit Lahia, merupakan salah satu bentuk paling mengerikan dari genosida dan pengusiran paksa di era modern,” demikian pernyataan Hamas.

“Mereka terus melanjutkan pembantaian terhadap rakyat kami di Gaza utara, sementara dunia tidak mengambil tindakan apapun untuk menghentikannya,” lanjut pernyataan tersebut.

Hamas juga menuduh “Washington dan ibu kota-kota yang bersekongkol bertanggung jawab atas pembantaian dan pemusnahan yang terus terjadi di Gaza utara.”

Serangan udara pada Sabtu malam dilaporkan menewaskan dan melukai sejumlah warga Palestina, menurut laporan setempat.

Al-Aqsa TV melaporkan bahwa tentara Israel melakukan pembantaian baru di Beit Lahia, menewaskan dan melukai puluhan warga Palestina, meskipun tidak ada angka pasti mengenai jumlah korban.

Serangan tersebut dilaporkan mengenai lima rumah di dekat bundaran barat kota, menghancurkan area yang dihuni oleh banyak orang yang sebelumnya mengungsi.

Selama lebih dari setahun serangan besar-besaran di Gaza, tentara Israel sering menargetkan rumah sakit, tempat ibadah, dan sekolah yang menampung pengungsi, yang merupakan fasilitas sipil yang dilindungi oleh hukum perang.

Kantor Media Gaza melaporkan bahwa lebih dari 820 warga Palestina telah tewas selama 22 hari serangan militer Israel di Gaza utara, yang oleh pejabat setempat dianggap sebagai kampanye genosida dan pembersihan etnis.

Israeli terus melancarkan serangan dan menghancurkan Gaza, mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendesak gencatan senjata segera, sejak serangan lintas batas oleh Hamas setahun lalu.

Hampir 43.000 orang telah tewas, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan lebih dari 100.000 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.

Israel menghadapi tuntutan kasus genosida di Mahkamah Internasional terkait tindakan yang diambil di Gaza.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Tentara Israel Tewas dalam Pertempuran di Perbatasan Lebanon

Dua Tentara Israel Tewas dalam Pertempuran di Perbatasan Lebanon

News | Minggu, 27 Oktober 2024 | 16:52 WIB

Iran Kecam Serangan Israel di Teheran, Sebut Langgar Hukum Internasional dan Piagam PBB

Iran Kecam Serangan Israel di Teheran, Sebut Langgar Hukum Internasional dan Piagam PBB

News | Minggu, 27 Oktober 2024 | 16:20 WIB

Respon Serangan Israel, Ini Kata Iran

Respon Serangan Israel, Ini Kata Iran

News | Minggu, 27 Oktober 2024 | 13:05 WIB

Serangan Israel Berhasil Ditangkal, Iran 'Kami Berhak Membela Diri'

Serangan Israel Berhasil Ditangkal, Iran 'Kami Berhak Membela Diri'

News | Sabtu, 26 Oktober 2024 | 22:44 WIB

Kutuk Serangan Israel ke Iran, Kemlu RI Sebut Pengabaian Hukum Internasional

Kutuk Serangan Israel ke Iran, Kemlu RI Sebut Pengabaian Hukum Internasional

News | Sabtu, 26 Oktober 2024 | 22:14 WIB

Hari-hari Mencekam Faisal Assegaf dalam Cengkeraman Hizbullah

Hari-hari Mencekam Faisal Assegaf dalam Cengkeraman Hizbullah

Video | Minggu, 27 Oktober 2024 | 09:05 WIB

Terkini

Program Dokter Spesialis Keliling Kawal Sukses CKG di Jateng

Program Dokter Spesialis Keliling Kawal Sukses CKG di Jateng

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:31 WIB

Main Mata Audit Smart TV! KPK OTT 5 ASN BPK Pengembangan Kasus Bupati Muara Enim

Main Mata Audit Smart TV! KPK OTT 5 ASN BPK Pengembangan Kasus Bupati Muara Enim

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:30 WIB

Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Ada Kondisi Mendesak di Pemerintah

Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Ada Kondisi Mendesak di Pemerintah

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:27 WIB

Sony Sonjaya Ajukan JC, LPSK Masih Tunggu Permohonan Perlindungan

Sony Sonjaya Ajukan JC, LPSK Masih Tunggu Permohonan Perlindungan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:25 WIB

5 Kali Maju Pilpres Kejar Kursi RI 1, Prabowo: Saya Lihat dari Tahun 90-an Indonesia Salah Arah!

5 Kali Maju Pilpres Kejar Kursi RI 1, Prabowo: Saya Lihat dari Tahun 90-an Indonesia Salah Arah!

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:24 WIB

Kawal Pembangunan Jaringan Air Perpipaan Bentuk Komitmen DPRD DKI

Kawal Pembangunan Jaringan Air Perpipaan Bentuk Komitmen DPRD DKI

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:19 WIB

Ogah Pakai Mercy, Ini Alasan Prabowo Setia pada Maung Meski Atap Bocor dan Gledak-gledak

Ogah Pakai Mercy, Ini Alasan Prabowo Setia pada Maung Meski Atap Bocor dan Gledak-gledak

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:14 WIB

Belfast Membara! Kerusuhan Anti-Imigran Meledak, Rumah dan Bus Dibakar Massa

Belfast Membara! Kerusuhan Anti-Imigran Meledak, Rumah dan Bus Dibakar Massa

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:12 WIB

Jabatan Kapolri Kini Bisa Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden, Ini Bunyi Pasal Terbaru UU Polri

Jabatan Kapolri Kini Bisa Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden, Ini Bunyi Pasal Terbaru UU Polri

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:06 WIB

Kantongi 5 Alat Bukti, Bareskrim Polri Jerat Founder PT DSI Sebagai Tersangka Baru

Kantongi 5 Alat Bukti, Bareskrim Polri Jerat Founder PT DSI Sebagai Tersangka Baru

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:03 WIB