Harganya Tak Wajar, Keluhan Penghuni Rusun Pasar Rumput soal Tarif Token Listrik: Di Sini Mahal!

Agung Sandy Lesmana, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 01 November 2024 | 20:11 WIB
Harganya Tak Wajar, Keluhan Penghuni Rusun Pasar Rumput soal Tarif Token Listrik: Di Sini Mahal!
Petugas berjalan di Rumah Susun Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta, Senin (20/9/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Suara.com - Para penghuni Rumah Susun Pasar Rumput, Setiabudi, Jakarta Selatan mengeluhkan biaya listrik yang dianggap tak wajar. Meski sudah menggunakan sistem token, kWh listrik yang diterima dianggap tak sesuai biaya yang dibayarkan.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya membandingkan dengan kWh yang didapatkan saat di rumahnya dulu di Manggarai, Jakarta Selatan. Saat membeli token listrik Rp100 ribu, ia biasanya mendapatkan vocer listrik sebesar sekitar 78 kWh.

Sementara di Rusun Pasar Rumput, ketika membeli token Rp100 ribu, ia hanya mendapatkan 58 kWh.

"Iya di sini mahal. (Beli) Rp100 ribu masuknya 58 kWh. Kalau Rp200 ribu di sini masuknya 113 kWh," ujar warga itu, Jumat (1/11/2024).

Warga usai menjalani karantina kesehatan di Rumah Susun Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Rabu (22/12/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]
Rumah Susun Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Rabu (22/12/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Kalau di rumah Rp200 ribu isinya masuk 175 kWh. Kalau isi Rp100 ribu isinya (sekitar) 78 (kWh)," jelasnya.

Diketahui, Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengatur besaran kWh yang didapat dari pembelian token listrik tergantung pada daya listrik bangunan. Untuk pemilik daya 900 VA, jika membeli token Rp100 ribu maka mendapatkan 73,9 kWh.

Sementara, untuk daya 1.300 sampai 2.200 VA berhak dapat 69,22 kWh jika membeli token senilai Rp100 ribu. 

Tiap unit Rusun Pasar Rumput sendiri memiliki daya listrik 1.300 VA. Artinya berdasarkan pengakuan warga, kWh listrik yang diterima lebih mahal dari ketentuan PLN.

Warga itu pun mengakui pembelian token listrik di Rusun harus dilakukan di pengelola, yakni pihak Pasar Jaya. Selain itu, ia juga menyebut biaya pemakaian air juga lebih mahal dari rumahnya dulu.

baca juga

"Iya air juga lebih mahal di sini," jelasnya.

Menanggapi hal ini, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan Widiyanto mengatakan mahal atau tidaknya pemakaian listrik tergantung tiap penghuni. Sebab, masing-masing unit sudah memiliki sekring dengan sistem token.

"Kalau untuk listrik kita sudah gunakan token, jadi tergantung pemakaian itu mahal atau tidaknya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Maruarar Sirait Bareng Pj Gubernur Jakarta Pantau Open House Rusun Pasar Rumput, Peminat Diklaim Membludak

Maruarar Sirait Bareng Pj Gubernur Jakarta Pantau Open House Rusun Pasar Rumput, Peminat Diklaim Membludak

News | Jum'at, 01 November 2024 | 18:14 WIB

Betah tapi Gelisah, Begini Curhatan Korban Kebakaran Manggarai usai Pindah ke Rusun Pasar Rumput

Betah tapi Gelisah, Begini Curhatan Korban Kebakaran Manggarai usai Pindah ke Rusun Pasar Rumput

News | Selasa, 10 September 2024 | 15:12 WIB

Murka Rusun Marunda Dijarah, Heru Budi Ngotot Seret Pelaku ke Penjara: Harus Ditindak, Sudah Langgar Hukum!

Murka Rusun Marunda Dijarah, Heru Budi Ngotot Seret Pelaku ke Penjara: Harus Ditindak, Sudah Langgar Hukum!

News | Rabu, 19 Juni 2024 | 15:39 WIB

Ngebet Lihat Langsung Gibran Wapres Terpilih, Puluhan Bocah di Rusun Muara Baru Malah Kecewa Gegara Ini

Ngebet Lihat Langsung Gibran Wapres Terpilih, Puluhan Bocah di Rusun Muara Baru Malah Kecewa Gegara Ini

Kotak Suara | Rabu, 24 April 2024 | 13:41 WIB

Terkini

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:27 WIB

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:55 WIB

×