Rusia Tegaskan Tak Ada Alasan untuk Lanjutkan Dialog Kontrol Senjata dengan AS

Bella Suara.Com
Sabtu, 09 November 2024 | 16:34 WIB
Rusia Tegaskan Tak Ada Alasan untuk Lanjutkan Dialog Kontrol Senjata dengan AS
Militer Rusia sedang latihan bersama dengan Belarusia di tengah ketegangan dengan negara-negara barat [Foto: ANTARA]

Suara.com - Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa saat ini tidak ada alasan untuk melanjutkan dialog tentang stabilitas strategis dan kontrol senjata dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini dilaporkan oleh kantor berita Interfax pada Sabtu, mengutip Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov.

Ryabkov mengungkapkan bahwa komunikasi antara Moskow dan Washington terkait situasi Ukraina tetap berlangsung melalui jalur tertutup. Diskusi ini dilakukan di tingkat militer dan politik, memastikan kedua negara tetap saling bertukar sinyal meski ketegangan memuncak.

"Kami sangat berhati-hati, bertanggung jawab, dan memperhatikan setiap gagasan yang diajukan oleh negara-negara lain dalam area ini," ucap Ryabkov, seperti dilansir oleh Interfax.

Dia juga menegaskan kesiapan Rusia untuk mendengarkan usulan Presiden terpilih AS, Donald Trump, dalam mencari penyelesaian atas krisis Ukraina, meskipun menyadari bahwa solusi sederhana tidak akan cukup.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis sebelumnya memberikan selamat kepada Trump atas kemenangannya dalam pemilihan AS. Putin juga memuji keberanian Trump, merujuk pada insiden di bulan Juli ketika Trump nyaris menjadi korban penembakan.

Putin menyatakan bahwa Moskow siap untuk berdialog dengan pemerintahan Trump, khususnya terkait janji kampanye Trump yang berupaya mengakhiri konflik di Ukraina.

Meskipun Trump mengakui bahwa dia belum berbicara dengan Putin sejak kemenangannya, dalam wawancara dengan NBC dia mengisyaratkan bahwa komunikasi itu kemungkinan akan segera terjadi. "Saya pikir kami akan berbicara," ungkap Trump.

Namun, ancaman memburuknya hubungan diplomatik tetap membayangi. Ryabkov memperingatkan bahwa pemutusan hubungan diplomatik dengan AS bisa saja terjadi jika aset Rusia yang dibekukan disita, atau jika Washington meningkatkan ketegangan terkait Ukraina.

Pernyataan Ryabkov mengenai doktrin nuklir Rusia yang diperbarui turut menambah ketegangan. Ia menyatakan bahwa doktrin baru memungkinkan Rusia untuk mempertimbangkan opsi nuklir dalam situasi krisis akut dengan Barat, termasuk dalam konteks konflik Ukraina.

Baca Juga: Iran Bantah Keterlibatan dalam Dugaan Rencana Pembunuhan Donald Trump

"Presiden Rusia sebagai panglima tertinggi akan membuat keputusan yang dapat memperkuat dasar konseptual aktivitas kami di bidang ini," jelasnya.

Peringatan Putin pada bulan September masih menggema. Rusia akan mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir jika diserang dengan rudal konvensional, dan setiap serangan yang didukung oleh kekuatan nuklir akan dianggap sebagai serangan bersama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI