Menilik Komitmen Pelaku Industri Nasional Terapkan Program Keberlanjutan

Erick Tanjung, Dea Hardiningsih Irianto

Sabtu, 09 November 2024 | 18:34 WIB
Menilik Komitmen Pelaku Industri Nasional Terapkan Program Keberlanjutan
Seminar tentang komitmen keberlanjutan korporasi dalam aspek sosial dan lingkungan di Jakarta, Sabtu (9/11/2024). [Suara.com/Dea]

Suara.com - Pelaku industri nasional memiliki tanggung jawab untuk menjalankan prinsip keberlanjutan agar bisnis di Indonesia tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga menjaga masa depan lingkungan dan generasi mendatang.

Hal ini dibahas dalam seminar Pra-Munas Kagama XIV bertajuk “Komitmen Keberlanjutan Korporasi Dalam Aspek Sosial dan Lingkungan,” yang diselenggarakan oleh Komunitas Kagama Persma. Seminar ini mengangkat pentingnya penerapan program keberlanjutan di sektor industri.

Direktur PT J Resources Asia Pasifik Tbk, Anang Rizkani Noor yang hadir sebagai pembicara mengatakan bahwa perusahaan kini semakin sadar perihal urgensi keberlanjutan.

“Semua yang kami lakukan harus bisa mempertimbangkan risiko jangka panjang. Jika ada risiko, perlu ada mitigasi dan langkah penanggulangan,” kata Anang di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (9/11/2024).

Menurut dia, perubahan iklim kini berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Misalnya, suhu yang lebih tinggi mendorong petani di Berau, Kalimantan Timur untuk bekerja di malam hari guna menghindari panas berlebihan di siang hari.

Pada kesempatan yang sama, Vice President Sinerji Teknologi dan Operasi PT Pupuk Indonesia (Persero) William Kusnanto menekankan bahwa perusahaannya juga telah mengambil berbagai langkah keberlanjutan.

“Kami di Pupuk Indonesia berkomitmen mengurangi emisi global. Pada 2030, kami menargetkan pengurangan emisi sebesar 28 persen dan pada 2060 mencapai net zero emission,” klaim William.

Dia mengklaim, Pupuk Indonesia menjalankan beberapa inisiatif, seperti efisiensi energi, pengembangan energi hijau, serta penerapan teknologi penangkapan karbon sebagai langkah konkret untuk mendukung keberlanjutan.

Sementara itu, Deputi Head HSE Harita Nickel Iwan Syahroni menyatakan bahwa isu keberlanjutan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari operasional perusahaan, terutama di sektor hilirisasi nikel.

baca juga

“Komitmen kami pada sustainability termasuk memanfaatkan bahan yang sebelumnya dibuang untuk diolah menjadi baterai. Kami juga menggunakan biodiesel B30 dan berencana meningkatkannya ke B40 ke depan,” klaim Iwan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hyundai Suap Mantan Bupati Cirebon Enam Kali Demi Proyek PLTU Batu Bara yang Merusak Lingkungan

Hyundai Suap Mantan Bupati Cirebon Enam Kali Demi Proyek PLTU Batu Bara yang Merusak Lingkungan

Bisnis | Jum'at, 08 November 2024 | 14:58 WIB

IIF Bahas Tantangan dan Peluang Investasi Transportasi Ramah Lingkungan dalam Seminar Infrastruktur Berkelanjutan

IIF Bahas Tantangan dan Peluang Investasi Transportasi Ramah Lingkungan dalam Seminar Infrastruktur Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 07 November 2024 | 13:29 WIB

Berantas Penyakit, Tingkatkan Ekonomi:  Manfaat Jangka Panjang Wakaf Air Bersih

Berantas Penyakit, Tingkatkan Ekonomi: Manfaat Jangka Panjang Wakaf Air Bersih

Lifestyle | Rabu, 06 November 2024 | 20:16 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×