Dari Adhi Makayasa Hingga Wakapolri: Ini Karier Gemilang Komjen Ahmad Dofiri

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Kamis, 14 November 2024 | 20:10 WIB
Dari Adhi Makayasa Hingga Wakapolri: Ini Karier Gemilang Komjen Ahmad Dofiri
Ahmad Dofiri - Perjalanan Karier Ahmad Dofiri (Dok.Polri)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjuk Komisaris Jenderal Polisi Ahmad Dofiri menjadi Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) pada Senin, 11 November 2024. Ia menggantikan posisi Jenderal Agus Adrianto yang resmi ditunjuk oleu Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Lantas seperti apa perjalanan karier Ahmad Dofiri?

Suara.com - Diketahui, penunjukkan wakapolri baru tersebut tertuang dalam surat telegram dengan nomor ST/2517/XI/KEP./2024 yang ditandatangani secara langsung oleh Kapolri. Sebelum ditunjuk menggantikan Agus Adrianto, menjabat sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Komjen Ahmad Dofiri saat ini telah resmi naik jabatan jadi Wakil Kepala Polri, mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit.

Jika melihat rekam jejaknya, Ahmad Dofiri memiliki peran penting dalam menangani beberapa kasus. Salah satunya, ketika terjadi kasus penembakan eks Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo terhadap ajudannya, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, yang berujung Ferdy Sambo harus menjalani hukuman seumur hidup dab pemecatan jabatan. Nah, Komjen Ahmad Dhofiri-lah orang yang memecat Ferdy Sambo dari jabatan Kadiv Propam Polri itu.

Karier Ahmad Dofiri

Ahmad Dofri merupakan pria kelahiran Indramayu, Jawa Barat pada tanggal 4 Juni 1967. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol). Komjem Ahmad Dofiri menjadi lulusan terbaik di Akademi Kepolisian angkatan tahun 1989 sekaligus peraih Adhi Makayasa dari Matra Kepolisian di tahun yang sama.

Penghargaan itu merupakan penghargaan tahunan yang kerapbdiberikan untuk lulusan terbaik dari setiap matra TNI dan Polri, antara lain Matra Darat dari Akademi Militer Magelang, Matra Udara dari Akademi Angkatan Udara Yogyakarta, Matra Laut dari Akademi Angkatan Laut Surabaya, serta Matra Kepolisian dari Akademi Kepolisian Semarang.

Penerima penghargaan ini antara lain mereka yang secara seimbang bisa menunjukkan prestasi terbaik pada tiga aspek, antara lain akademis, jasmani, dan kepribadian. Penghargaan Adhi Makayasa sendiri secara langsung diberikan oleh Presiden Republik Indonesia maupun perwakilan atas nama Presiden.

Jenderal polisi bintang tiga itu juga memiliki sederet jabatan mentereng sebelum diangkat menjadi Kabaintelkam Polri. Karier menterengnya dimulai dari Kanit Resintel Polsekta Tangerang pada tahun 1990, hingga menjadi Kanit resmob Polres Tangerang pada 1991.

Ahmad Dofiri lalu diangkat jadi Kapolres Bandung, lalu Kapoltabes Yogyakarta, dan Wakapolda DIY pada tahun 2013. Kemudiam di tahun 2016, Dofiri mengawali jabatan sebagai Kapolda di Banten. Namun, tak lama, di tahun yang sama pula Dofiri harus kembali ke Yogyakarta sebagai Kapolda DIY.

Selang 3 tahun mengemban tugas sebagai Kapolda DIY, Dofiri berhasil menyelesaikan sejumlah kasus yang sempat jadi sorotan masyarakat. Salah satunya, yaitu kasus klitih atau kekerasan jalanan yang umumnya dilakukan remaja dengan membawa senjata tajam naik sepeda motor.

Setelah menjadi Kapolda DIY, Ahmad Dofiri dipindah menjadi Aslog Kapolri hingga mendapatkam amanah sebagai Kapolda Jawa Barat. Setahun kemudian, Dofiri lantas diberi kepercayaan oleh kapolri untuk mengemban tugas baru sebagai Kabaintelkam Polri.

Riwayat Pendidikan

  • SD (1980)
  • SMP (1983)
  • SMA Negeri 1 Sindang (1986)
  • PPS KIK UI (2000) 

Pendidikan Polri

  • Akademi Kepolisian (1989), Penerima bintang Adhi Makayasa lulusan terbaik Akpol Dikjur Serse Umum (1992)
  • Daspa Brimob (1994)
  • Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) (1996)
  • Sespim Polri (2003)
  • Sespimti Polri (2012) 

Jabatan kepolisian

  • Kanit Resintel Polsekta Tangerang Polda Metro Jaya (1990)
  • Kanit resmob Polres Tangerang (1991)
  • Danton Tar Akpol (1992)
  • Kapuskodalops Polres Tangerang (1996)
  • Kapolsekta Jatiuwung (1997)
  • Kapolsek Metro Kebayoran Baru (1998)
  • Pok Peneliti Ahli PPITK-PTIK (1999)
  • Kassubag Jabpamentil Bagian SDM Polri (2005)
  • Kapolres Bandung (2007)
  • Wakapolwiltabes Bandung (2009)
  • Kapoltabes Yogyakarta (2009)
  • Kabag Kermadagri Robangpers SDE SDM Polri (2010)
  • Koorspripim Polri (2010)
  • Analis Kebijakan Madya bidang Binkar SSDM Polri (2012)
  • Wakapolda DIY (2013)
  • Karobinkar SSDM Polri (2014)
  • Kapolda Banten (2016)
  • Karosunluhkum Divkum Polri (2016)
  • Kapolda DIY (2016)
  • Asisten Logistik Kapolri (2019)
  • Kapolda Jawa Barat (2020)
  • Kabaintelkam Polri (2021)
  • Irwasum Polri (2023)
  • Wapolri (2024)

Itulah tadi perjalanan karier Ahmad Dofiri. Semoga posisinya sebagai Wakapolri baru ini bisa dijalankan dengan baik dan lancar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antisipasi Chaos, 1.500 Polisi Amankan Kampanye Akbar RIDO di Cengkareng

Antisipasi Chaos, 1.500 Polisi Amankan Kampanye Akbar RIDO di Cengkareng

Kotak Suara | Kamis, 14 November 2024 | 12:15 WIB

Rekam Jejak Pendidikan Bahlil Lahadalia, Heboh Gelar Doktornya Ditangguhkan UI

Rekam Jejak Pendidikan Bahlil Lahadalia, Heboh Gelar Doktornya Ditangguhkan UI

News | Kamis, 14 November 2024 | 11:55 WIB

Punya Rekam Jejak Pecat Ferdy Sambo, Ahmad Dofiri Diam-diam Punya 'Mobil Penculik' Murah Meriah

Punya Rekam Jejak Pecat Ferdy Sambo, Ahmad Dofiri Diam-diam Punya 'Mobil Penculik' Murah Meriah

Otomotif | Kamis, 14 November 2024 | 11:45 WIB

Terkini

Apa Itu Hantavirus? Virus Langka yang Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar

Apa Itu Hantavirus? Virus Langka yang Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:44 WIB

AS Bangun Pangkalan Pesawat Tempur Raksasa di Alaska Senilai Rp121 Triliun

AS Bangun Pangkalan Pesawat Tempur Raksasa di Alaska Senilai Rp121 Triliun

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:42 WIB

Sisi Gelap Kafe dan Restoran Mewah di Gaza

Sisi Gelap Kafe dan Restoran Mewah di Gaza

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:26 WIB

4 Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Aplikasi, Simple Bisa Periksa Lewat HP

4 Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Aplikasi, Simple Bisa Periksa Lewat HP

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:17 WIB

Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Atlantik, 3 Penumpang Dilaporkan Tewas

Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Atlantik, 3 Penumpang Dilaporkan Tewas

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:59 WIB

CSIS Soroti 5 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Dinilai Tanda Ketidakstabilan

CSIS Soroti 5 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Dinilai Tanda Ketidakstabilan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:55 WIB

Pergerakan Pesawat Militer AS Meningkat ke Timur Tengah, Sinyal Eskalasi Konflik?

Pergerakan Pesawat Militer AS Meningkat ke Timur Tengah, Sinyal Eskalasi Konflik?

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:44 WIB

Ancaman Keras Parlemen Iran ke Donald Trump, Intervensi Selat Hormuz Pelanggaran Gencatan Senjata

Ancaman Keras Parlemen Iran ke Donald Trump, Intervensi Selat Hormuz Pelanggaran Gencatan Senjata

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:31 WIB

KPK Panggil Lagi Eks Staf Ahli Budi Karya Sumadi dalam Kasus DJKA

KPK Panggil Lagi Eks Staf Ahli Budi Karya Sumadi dalam Kasus DJKA

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:25 WIB

Siswa SMKN Samarinda Meninggal Diduga karena Sepatu Kekecilan, Menteri PPPA Minta Evaluasi Bansos

Siswa SMKN Samarinda Meninggal Diduga karena Sepatu Kekecilan, Menteri PPPA Minta Evaluasi Bansos

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:25 WIB