Gereja Kingmi: Program Transmigrasi Ancam Kehidupan Orang Asli Papua

Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Jum'at, 15 November 2024 | 08:28 WIB
Gereja Kingmi: Program Transmigrasi Ancam Kehidupan Orang Asli Papua
Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) Papua. (tangkapan layar/Elias Douw)

Suara.com - Sekretaris Umum Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI), Papua, Pendeta Dominggus Pigai mengaku sangat prihatin atas dampak program transmigrasi karena dianggap bisa mengancam keberadaan Orang Asli Papua (OAP).

"Program transmigrasi tersebut mengancam eksistensi OAP di tanah mereka sendiri. Gereja KINGMI di Tanah Papua menyadari bahwa program mega transmigrasi tidak sesuai dengan kondisi dan kebutuhan warga gereja di tanah Papua," ujarnya lewat keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Jumat (15/11/2024).

Dominggus Pigai membeberkan sederet masalah yang bakal muncul karena imbas program transmigrasi di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, program tersebut justru akan merugikan OAP karena bisa merampas tanah dan adat di Tanah Papua.  

"Misi transmigrasi adalah bentuk lain untuk merampas dan menghilangkan tanah adat orang asli Papua. Misi perampasan tanah adat ini akan menghancurkan tatanan budaya lokal," katanya. 

"Sistem penguasaan tanah adat dan pengambilalihan tanah negara dengan alasan transmigrasi hanya menimbulkan gap, konflik antara orang asli dan orang migran di Tanah Papua," sambung Dominggus. 

Dia juga membeberkan jika tingkat ekonomi masyarakat di Papua juga belum merata sehingga masih banyak OAP yang mengalami kemiskinan. 

"Orang Asli Papua masih banyak yang membutuhkan lapangan kerja. Kehadiran transmigrasi merupakan cara negara merampas kehidupan orang asli Papua dari Tanah Papua. Ini merupakan bentuk pemiskinan terhadap OAP bukan pemerataan kehidupan sosial yang layak dan adil," tegasnya.

Selain masalah sosial dan ekonomi, Dominggus juga menyinggung kasus-kasus pelanggaran HAM yang masih menyasar kepada Orang Asli Papua. 

"Untuk membangun orang asli Papua secara komprehensif maka penyelesaian kasus pelanggaran kasus HAM dengan mengizinkan Tim Investigasi HAM Internasional yang Independen untuk menginvestigasi kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran HAM masa lalu di seluruh Tanah Papua," ujarnya.

Kontributor: Elias Douw 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Post Power Syndrome? Jokowi Disindir Gak Punya Malu karena Masih Ikutan Kampanye Pilkada: Cawe-cawe Sepanjang Masa

Post Power Syndrome? Jokowi Disindir Gak Punya Malu karena Masih Ikutan Kampanye Pilkada: Cawe-cawe Sepanjang Masa

News | Jum'at, 15 November 2024 | 08:12 WIB

Bukan Bikin Aturan Baru untuk Lindungi Guru, Wapres Gibran Justru Ditantang Ini

Bukan Bikin Aturan Baru untuk Lindungi Guru, Wapres Gibran Justru Ditantang Ini

News | Kamis, 14 November 2024 | 09:38 WIB

Senang Gibran Buka Layanan 'Lapor Mas Wapres,' Uceng UGM: Lapor soal Nepotisme Boleh?

Senang Gibran Buka Layanan 'Lapor Mas Wapres,' Uceng UGM: Lapor soal Nepotisme Boleh?

News | Rabu, 13 November 2024 | 13:50 WIB

Wakil Rektor UGM Sebut "Lapor Mas Wapres" Cuma Pencitraan Gibran: Bisa jadi Jebakan Itu

Wakil Rektor UGM Sebut "Lapor Mas Wapres" Cuma Pencitraan Gibran: Bisa jadi Jebakan Itu

News | Rabu, 13 November 2024 | 10:31 WIB

Terkini

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

News | Rabu, 29 April 2026 | 23:25 WIB

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:30 WIB

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:04 WIB

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:22 WIB

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:20 WIB

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:09 WIB

Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak

Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:47 WIB

Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia

Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:29 WIB

10  Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal

10 Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:27 WIB

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:04 WIB