Utusan PBB Desak Dunia Internasional Hindari Kehancuran Suriah Pasca Jatuhnya Bashar al-Assad

Bella | Suara.com

Sabtu, 14 Desember 2024 | 18:42 WIB
Utusan PBB Desak Dunia Internasional Hindari Kehancuran Suriah Pasca Jatuhnya Bashar al-Assad
Seorang pejuang anti pemerintah merayakan kemenangannya di Lapangan Umayyah di Damaskus, Suriah, Minggu (8/12/2024). [Bakr AL KASSEM / AFP]

Suara.com - Utusan khusus PBB untuk Suriah, Geir Pedersen, menyerukan upaya bersama dari kekuatan internasional untuk mencegah runtuhnya institusi vital di Suriah setelah tergulingnya pemimpin lama negara itu, Bashar al-Assad. Seruan ini disampaikan dalam pertemuan diplomatik tingkat tinggi di kota resor Laut Merah, Aqaba, Yordania, Sabtu (16/12).

Dalam konferensi yang dihadiri oleh diplomat-diplomat top dari negara-negara Arab, Turki, Uni Eropa, dan Amerika Serikat, Pedersen menekankan pentingnya langkah cepat untuk memastikan keberlanjutan negara. “Kita harus memastikan bahwa institusi negara tidak runtuh dan bantuan kemanusiaan dapat segera disalurkan,” tegas Pedersen. “Jika hal ini dapat dicapai, mungkin ada peluang baru bagi rakyat Suriah.”

Mendorong Proses Politik yang Inklusif

Pedersen juga mendukung pelaksanaan proses politik yang “kredibel dan inklusif” untuk membentuk pemerintahan baru di Suriah yang mencerminkan keragaman etnis dan agama di negara tersebut.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, yang turut hadir dalam pertemuan itu. Blinken menekankan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki peran penting dalam memberikan bantuan kemanusiaan dan melindungi kelompok minoritas di Suriah.

“Rakyat Suriah telah mengalami penderitaan luar biasa selama bertahun-tahun konflik. Proses transisi ini harus menjadi awal dari masa depan yang lebih baik dan damai bagi semua komunitas di Suriah,” ujar Blinken setelah bertemu dengan Pedersen.

Situasi Pasca Kejatuhan Assad

Kurang dari sepekan setelah oposisi Suriah berhasil menggulingkan Bashar al-Assad, Suriah kini menghadapi tantangan besar untuk memastikan stabilitas internal. Penggulingan tersebut, yang menjadi klimaks dari perang saudara selama lebih dari satu dekade, meninggalkan kekosongan kekuasaan dan risiko keruntuhan sistem pemerintahan.

Masyarakat internasional khawatir bahwa tanpa langkah konkret, Suriah dapat terjebak dalam kekacauan lebih lanjut yang akan memperburuk krisis kemanusiaan di negara itu. Saat ini, jutaan warga Suriah bergantung pada bantuan internasional untuk kebutuhan dasar, sementara banyak infrastruktur penting telah hancur akibat perang.

Peran Diplomasi Regional dan Internasional

Pertemuan di Aqaba juga menjadi ajang diskusi tentang bagaimana negara-negara tetangga Suriah, seperti Turki, Yordania, dan Irak, dapat membantu menstabilkan kawasan tersebut. Selain itu, keterlibatan Uni Eropa dan Amerika Serikat dianggap krusial untuk memberikan dukungan ekonomi dan politik dalam proses transisi.

Blinken menambahkan bahwa penyelesaian krisis Suriah harus melalui pendekatan multilateral. “Kami harus bekerja sama untuk memastikan bahwa transisi ini berjalan dengan damai dan menghasilkan pemerintahan yang menghormati hak semua warganya,” ujarnya.

Harapan Baru untuk Suriah

Meskipun tantangan yang dihadapi sangat besar, Pedersen menutup pernyataannya dengan nada optimis, mengatakan bahwa kolaborasi internasional yang kuat dapat membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik bagi rakyat Suriah.

“Kita memiliki kesempatan untuk menulis ulang masa depan Suriah,” kata Pedersen. “Namun, itu hanya bisa terjadi jika kita semua bekerja bersama untuk mengatasi krisis ini dengan cara yang manusiawi dan adil.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

50 Tahun Terlarang, Warga Suriah Akhirnya Injakkan Kaki di Resor Mewah Dinasti Assad

50 Tahun Terlarang, Warga Suriah Akhirnya Injakkan Kaki di Resor Mewah Dinasti Assad

News | Sabtu, 14 Desember 2024 | 15:46 WIB

Abbas Desak Israel Angkat Kaki dari Gaza, Serukan Palestina Kendalikan Penuh

Abbas Desak Israel Angkat Kaki dari Gaza, Serukan Palestina Kendalikan Penuh

News | Sabtu, 14 Desember 2024 | 12:58 WIB

Hezbollah Bantu Ratusan Pejabat Rezim Assad Kabur ke Lebanon?

Hezbollah Bantu Ratusan Pejabat Rezim Assad Kabur ke Lebanon?

News | Jum'at, 13 Desember 2024 | 21:35 WIB

PBB Kecam Serangan Brutal Israel di Suriah: Guterres Desak De-eskalasi Segera

PBB Kecam Serangan Brutal Israel di Suriah: Guterres Desak De-eskalasi Segera

News | Sabtu, 14 Desember 2024 | 04:30 WIB

Dari Istana ke Apartemen Mewah: Kehidupan Baru Assad di Pengasingan Rusia

Dari Istana ke Apartemen Mewah: Kehidupan Baru Assad di Pengasingan Rusia

News | Jum'at, 13 Desember 2024 | 19:14 WIB

Israel Gempur 500 Target Militer di Suriah, Kabinet Setujui Pendudukan Gunung Hermon

Israel Gempur 500 Target Militer di Suriah, Kabinet Setujui Pendudukan Gunung Hermon

News | Jum'at, 13 Desember 2024 | 18:36 WIB

Pulang Kampung: Evakuasi Tahap Pertama 37 WNI dari Suriah Berhasil

Pulang Kampung: Evakuasi Tahap Pertama 37 WNI dari Suriah Berhasil

Video | Jum'at, 13 Desember 2024 | 15:05 WIB

Pria AS yang Hilang Setelah Ziarah Keagamaan ke Suriah Akhirya Ditemukan

Pria AS yang Hilang Setelah Ziarah Keagamaan ke Suriah Akhirya Ditemukan

News | Jum'at, 13 Desember 2024 | 14:30 WIB

Terungkap! Adik Assad Dalangi Bisnis Narkoba Miliaran Dolar

Terungkap! Adik Assad Dalangi Bisnis Narkoba Miliaran Dolar

News | Jum'at, 13 Desember 2024 | 09:00 WIB

Erdogan Bertekad Cegah Suriah Jadi Zona Konflik Abadi

Erdogan Bertekad Cegah Suriah Jadi Zona Konflik Abadi

Video | Jum'at, 13 Desember 2024 | 10:00 WIB

Terkini

Polisi Sebut WFH ASN Bikin Jalanan Jakarta Lebih Lengang Hari Ini

Polisi Sebut WFH ASN Bikin Jalanan Jakarta Lebih Lengang Hari Ini

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:39 WIB

Geledah Rumah PNS dan Pihak Swasta, KPK Amankan Bukti Kasus Pemerasan dan Gratifikasi di Madiun

Geledah Rumah PNS dan Pihak Swasta, KPK Amankan Bukti Kasus Pemerasan dan Gratifikasi di Madiun

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:33 WIB

Ogah Santai Saat WFH Jumat, Pramono Anung Pantau Pengerukan Kanal Banjir Barat

Ogah Santai Saat WFH Jumat, Pramono Anung Pantau Pengerukan Kanal Banjir Barat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:31 WIB

Ngaku Bisa Atur Kasus Korupsi, 4 Petugas KPK Gadungan Ditangkap

Ngaku Bisa Atur Kasus Korupsi, 4 Petugas KPK Gadungan Ditangkap

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:28 WIB

WFH Jumat Perdana, Sebagian Kursi ASN Jakarta di Balai Kota Tak Terisi

WFH Jumat Perdana, Sebagian Kursi ASN Jakarta di Balai Kota Tak Terisi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:24 WIB

Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?

Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:44 WIB

Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng

Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:38 WIB

BRIN Kembangkan Teknologi Plasma, Mungkinkah Produksi Pupuk Lebih Ramah Lingkungan?

BRIN Kembangkan Teknologi Plasma, Mungkinkah Produksi Pupuk Lebih Ramah Lingkungan?

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:35 WIB

Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah

Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:32 WIB

Netanyahu Siap Negosiasi Langsung dengan Lebanon Usai Serangan Maut

Netanyahu Siap Negosiasi Langsung dengan Lebanon Usai Serangan Maut

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:16 WIB