Terungkap! Jumlah Asli Pasukan AS di Suriah Ternyata Dua Kali Lipat yang Dilaporkan

Bella

Jum'at, 20 Desember 2024 | 12:34 WIB
Terungkap! Jumlah Asli Pasukan AS di Suriah Ternyata Dua Kali Lipat yang Dilaporkan
Ilustrasi tentara Amerika Serikat. (AFP)

Suara.com - Pentagon akhirnya mengungkapkan bahwa jumlah pasukan militer AS di Suriah ternyata dua kali lipat dari angka yang dilaporkan sebelumnya. Jumlah pasukan kini mencapai 2.000 personel, menurut pernyataan Juru Bicara Pentagon, Mayor Jenderal Pat Ryder, pada Kamis lalu.

Sebelumnya, angka resmi yang dilaporkan ke publik adalah 900 personel. Mayor Jenderal Ryder menjelaskan bahwa penambahan ini mencakup pasukan sementara yang dikirim untuk memenuhi kebutuhan misi yang terus berubah, termasuk dalam upaya mengalahkan ISIS.

Namun, ia tidak memberikan rincian pasti kapan penambahan pasukan ini dilakukan, meskipun menyebut peristiwa tersebut terjadi sebelum jatuhnya rezim Assad.

“Saya sendiri baru mengetahui jumlah ini hari ini,” ungkap Ryder.

Ilustrasi tentara Amerika Serikat saat ditugaskan dalam misi di Irak. (AFP)
Ilustrasi tentara Amerika Serikat saat ditugaskan dalam misi di Irak. (AFP)

“Sebagai seseorang yang selama ini menyampaikan angka 900 ke publik, saya ingin memastikan kalian mendapat informasi yang benar.” lanjutnya.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin ternyata telah mengetahui jumlah pasukan yang sebenarnya sejak awal, tetapi tidak memerintahkan untuk menyembunyikannya. Ia mengaitkan keterlambatan pengungkapan informasi ini dengan kepekaan dari sudut pandang diplomatik dan keamanan operasional.

Keberadaan pasukan AS di Suriah berfokus pada kerja sama dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), mitra strategis dalam memerangi ISIS. Komitmen ini ditekankan kembali saat Jenderal Erik Kurilla, komandan tertinggi militer AS untuk Timur Tengah, mengunjungi beberapa pangkalan di Suriah pekan lalu.

Dalam lawatannya, ia bertemu dengan pasukan AS dan anggota SDF, sebelum kemudian melanjutkan perjalanan ke Irak untuk memperkuat dukungan bagi mitra regional, termasuk Irak, Yordania, Lebanon, dan Israel.

Namun, operasi militer AS di Suriah diwarnai ketegangan dengan Turki, khususnya terkait serangan terhadap SDF di wilayah Manbij dan Suriah utara. Situasi semakin rumit ketika SDF secara tidak sengaja menembak jatuh drone MQ-9 Reaper milik AS setelah salah mengidentifikasinya sebagai drone Turki.

baca juga

Insiden serupa bukan pertama kali terjadi. Pada Oktober 2023, jet tempur F-16 milik AS pernah menembak jatuh drone Turki yang memasuki zona terlarang dekat pangkalan AS di Suriah. Bahkan, pada Desember 2022, Direktur CIA Bill Burns dilaporkan telah memperingatkan pihak Turki bahwa serangan udara Ankara di Suriah dapat membahayakan keselamatan pasukan AS.

Meski demikian, AS terus berupaya menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas kawasan dan mencegah kebangkitan ISIS. Namun, tantangan diplomatik dan risiko keamanan tetap menjadi perhatian utama, terutama dengan semakin kompleksnya dinamika antara AS, SDF, dan Turki di Suriah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kondisi Suriah Jadi Sorotan Dunia, Ada Peran Vladimir Putin di Balik Pejuang Iran

Kondisi Suriah Jadi Sorotan Dunia, Ada Peran Vladimir Putin di Balik Pejuang Iran

News | Jum'at, 20 Desember 2024 | 01:05 WIB

Dokumen Rahasia Rezim Assad dari Era Hafez Tersimpan di Penjara Bawah Tanah, Apa Isinya?

Dokumen Rahasia Rezim Assad dari Era Hafez Tersimpan di Penjara Bawah Tanah, Apa Isinya?

Video | Jum'at, 20 Desember 2024 | 10:05 WIB

Rezim Bashar al-Assad Tumbang, Kini Israel Kuasai Dasar Sungai Yarmouk dan Bendungan Al-Wahda Suriah

Rezim Bashar al-Assad Tumbang, Kini Israel Kuasai Dasar Sungai Yarmouk dan Bendungan Al-Wahda Suriah

News | Kamis, 19 Desember 2024 | 19:15 WIB

Penemuan Mengerikan! Puluhan Jenazah Ditemukan di Bekas Markas Milisi Iran di Suriah

Penemuan Mengerikan! Puluhan Jenazah Ditemukan di Bekas Markas Milisi Iran di Suriah

News | Kamis, 19 Desember 2024 | 11:54 WIB

Laut Merah Membara: Yaman Bentrok dengan AS, Perang Terbuka Pecah?

Laut Merah Membara: Yaman Bentrok dengan AS, Perang Terbuka Pecah?

News | Kamis, 19 Desember 2024 | 10:55 WIB

Darurat Flu Burung! California Umumkan Status Darurat Setelah Kasus pada Sapi

Darurat Flu Burung! California Umumkan Status Darurat Setelah Kasus pada Sapi

News | Kamis, 19 Desember 2024 | 09:57 WIB

AS Desak HTS Suriah Tepati Janji atau Hadapi Isolasi Seperti Taliban

AS Desak HTS Suriah Tepati Janji atau Hadapi Isolasi Seperti Taliban

News | Kamis, 19 Desember 2024 | 09:35 WIB

Netanyahu Tolak Tarik Mundur Pasukan dari Golan, Picu Ketegangan Baru

Netanyahu Tolak Tarik Mundur Pasukan dari Golan, Picu Ketegangan Baru

News | Kamis, 19 Desember 2024 | 08:24 WIB

Heboh! Trump Sebut Kanada Negara Bagian ke-51, Trudeau Disebut "Gubernur"

Heboh! Trump Sebut Kanada Negara Bagian ke-51, Trudeau Disebut "Gubernur"

News | Kamis, 19 Desember 2024 | 08:02 WIB

AS Optimis: Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza dan Pertukaran Sandera Kian Dekat?

AS Optimis: Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza dan Pertukaran Sandera Kian Dekat?

News | Kamis, 19 Desember 2024 | 02:35 WIB

Terkini

Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf

Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:03 WIB

Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali

Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:57 WIB

Dua Kebakaran Serang Duren Sawit Dini Hari, 23 Jiwa Terdampak dan Ratusan Juta Rupiah Ludes

Dua Kebakaran Serang Duren Sawit Dini Hari, 23 Jiwa Terdampak dan Ratusan Juta Rupiah Ludes

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:57 WIB

KPK Periksa 13 Saksi Kasus Silmy Karim di Jakarta dan Bali, ASN Hingga Swasta Dicecar

KPK Periksa 13 Saksi Kasus Silmy Karim di Jakarta dan Bali, ASN Hingga Swasta Dicecar

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:57 WIB

Kafe MIlik Gofar Hilman di Melawai Terbakar Gara-Gara Percikan dari Fryer

Kafe MIlik Gofar Hilman di Melawai Terbakar Gara-Gara Percikan dari Fryer

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:52 WIB

Jakarta Menuju 500 Tahun, Pemprov Genjot Transportasi, Pendidikan, dan Penataan Permukiman

Jakarta Menuju 500 Tahun, Pemprov Genjot Transportasi, Pendidikan, dan Penataan Permukiman

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:40 WIB

Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?

Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:20 WIB

JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG

JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:20 WIB

Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025

Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:15 WIB

Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat

Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01 WIB