AS Desak HTS Suriah Tepati Janji atau Hadapi Isolasi Seperti Taliban

Aprilo Ade Wismoyo Suara.Com
Kamis, 19 Desember 2024 | 09:35 WIB
AS Desak HTS Suriah Tepati Janji atau Hadapi Isolasi Seperti Taliban
ilustrasi Gedung Putih. (Pixabay/Pexels)

Suara.com - Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada hari Rabu menyerukan pemberontak HTS yang menang di Suriah untuk menepati janji-janji untuk melibatkan diri, dengan mengatakan bahwa mereka dapat belajar dari isolasi Taliban Afghanistan.

Gerakan Islamis yang berakar pada Al-Qaeda dan didukung oleh Turki telah berjanji untuk melindungi kaum minoritas sejak serangan kilatnya menggulingkan pemimpin kuat Bashar al-Assad bulan ini setelah bertahun-tahun mengalami kebuntuan.

"Taliban memproyeksikan wajah yang lebih moderat, atau setidaknya mencoba, dalam mengambil alih Afghanistan, dan kemudian warna aslinya terungkap. Hasilnya adalah mereka tetap sangat terisolasi di seluruh dunia," kata Blinken di Council on Foreign Relations di New York.

Setelah beberapa pendekatan awal ke Barat, Taliban menerapkan kembali interpretasi ketat hukum Islam yang mencakup pelarangan perempuan dan anak perempuan dari sekolah menengah dan universitas.

"Jadi jika Anda adalah kelompok yang sedang berkembang di Suriah," kata Blinken, "jika Anda tidak menginginkan isolasi itu, maka ada hal-hal tertentu yang harus Anda lakukan untuk memajukan negara ini."

Blinken menyerukan pemerintahan Suriah yang "nonsektarian" yang melindungi kaum minoritas dan menangani masalah keamanan, termasuk terus memerangi kelompok Negara Islam dan menyingkirkan persediaan senjata kimia yang masih ada.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada hari Rabu menyerukan pemberontak HTS Suriah yang menang untuk menepati janji-janji inklusi, dengan mengatakan bahwa mereka dapat belajar dari isolasi Taliban Afghanistan.

Gerakan Islamis yang berakar pada Al-Qaeda dan didukung oleh Turki telah berjanji untuk melindungi kaum minoritas sejak serangan kilatnya menggulingkan orang kuat Bashar al-Assad bulan ini setelah bertahun-tahun mengalami kebuntuan.

"Taliban memproyeksikan wajah yang lebih moderat, atau setidaknya mencoba, dalam mengambil alih Afghanistan, dan kemudian warna aslinya muncul. Hasilnya adalah mereka tetap sangat terisolasi di seluruh dunia," kata Blinken di Council on Foreign Relations di New York.

Baca Juga: Amerika Serikat Yakin Kesepakatan Gaza Bisa Dicapai, Tapi Tantangan Masih Ada, Apa Itu?

Setelah beberapa pendekatan awal ke Barat, Taliban menerapkan kembali interpretasi ketat hukum Islam yang mencakup pelarangan perempuan dan anak perempuan dari sekolah menengah dan universitas.

"Jadi jika Anda adalah kelompok yang sedang berkembang di Suriah," kata Blinken, "jika Anda tidak menginginkan isolasi itu, maka ada hal-hal tertentu yang harus Anda lakukan untuk memajukan negara ini."

Blinken menyerukan pemerintahan Suriah yang "nonsektarian" yang melindungi kaum minoritas dan menangani masalah keamanan, termasuk melanjutkan perang melawan kelompok ISIS dan menyingkirkan persediaan senjata kimia yang masih ada.

Blinken mengatakan bahwa HTS juga dapat belajar dari Assad tentang perlunya mencapai penyelesaian politik dengan kelompok lain.

"Penolakan Assad untuk terlibat dalam proses politik apa pun adalah salah satu hal yang menyebabkan kejatuhannya," kata Blinken.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI