Pramono-Rano Mau Bikin Giant Mangrove Wall, Bakal Pekerjakan Nelayan Teluk Jakarta

Chandra Iswinarno, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 22 Januari 2025 | 17:01 WIB
Pramono-Rano Mau Bikin Giant Mangrove Wall, Bakal Pekerjakan Nelayan Teluk Jakarta
Kawasan Teluk Jakarta di pesisir Ancol di Jakarta Utara, Selasa (28/9/2021). [ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna]

Suara.com - Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta terpilih Pramono Anung-Rano Karno berencana membangun pagar dari tanaman bakau alias mangrove bernama Giant Mangrove Wall (GMW) di kawasan Pesisir Jakarta. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir rob di daerah rawan.

Pakar tata kota yang juga merupakan anggota tim transisi Pramono-Rano, Nirwono Joga mengatakan, nantinya pembangunan GMW akan dilakukan secara bertahap. 

"Sederhananya adalah dari 32 kilometer panjang pantai Jakarta, kita tidak usah muluk-muluk, satu tahun, satu kilometer saja, itu dihijaukan dengan program penanaman mangrove secara massal," ujar Nirwono kepada wartawan, Rabu (22/1/2025).

Dalam pelaksanaannya nanti, proyek GMW ini akan melibatkan para nelayan dan warga sekitar yang kerap terdampak banjir rob. Mereka akan dipekerjakan dan diberikan honor atas penanaman mangrove.

"Program ini justru akan dilakukan oleh warga yang terdampak, Jadi para nelayan, warga sekitar yang langsung terdampak, justru yang bertanggung jawab untuk apa?," jelasnya. 

"Nah ini nantinya nelayan menanam, memelihara, merawat, bahkan nanti diberikan honor," lanjutnya. 

Dengan adanya hutan bakau, Nirwono menyebut efek positifnya tak hanya untuk mencegah banjir rob atau abrasi.

Nelayan dan warga juga bisa memanfaatkannya untuk menambah penghasilan dengan memanen hasil laut seperti ikan, kepiting, udang dan kerang. 

"Ini yang membedakan secara umum program yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat," jelasnya. 

baca juga

Nirwono mengatakan GMW tidak akan tumpang tindih dengan proyek strategis nasional pengendalian rob, Giant Sea Wall milik pemerintah pusat.

GMW nantinya akan termasuk dalam Program Restorasi Pesisir Utara (SIPUT) yang akan dikerjakan begitu Pramono-Rano dilantik.

"Ini membedakannya adalah ini lebih terkonsep, kemudian dengan target-target yang jelas. Nah, harapannya sejak awal Mas Pram bilang, kalau kita membuat program, apalagi sebagai Jakarta, harus menjadi role model untuk pembangunan kota-kota di Indonesia," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pramono-Rano Bakal Deklarasikan Blok M jadi Ibu Kota ASEAN, Apa Alasannya?

Pramono-Rano Bakal Deklarasikan Blok M jadi Ibu Kota ASEAN, Apa Alasannya?

News | Selasa, 21 Januari 2025 | 19:15 WIB

Pramono-Rano akan Bangun Jalur Sepeda, PDIP Usul Jalan Layang Pakai Tiang Mangkrak Monorail

Pramono-Rano akan Bangun Jalur Sepeda, PDIP Usul Jalan Layang Pakai Tiang Mangkrak Monorail

News | Selasa, 21 Januari 2025 | 17:49 WIB

Contek Skandinavia? Pramono-Rano Mau Pangkas Hari Kerja di Jakarta jadi Empat, Ini Ketentuannya

Contek Skandinavia? Pramono-Rano Mau Pangkas Hari Kerja di Jakarta jadi Empat, Ini Ketentuannya

News | Selasa, 21 Januari 2025 | 15:19 WIB

Terkini

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:20 WIB

Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi

Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:18 WIB

Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia

Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:13 WIB

TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang

TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:07 WIB

×