Kemendikdasmen Tidak Perlu Ragu Pakai Kata 'Ujian' untuk Murid

Chandra Iswinarno, Lilis Varwati

Rabu, 22 Januari 2025 | 23:03 WIB
Kemendikdasmen Tidak Perlu Ragu Pakai Kata 'Ujian' untuk Murid
Aktivis pendidikan Najelaa Shihab (dok. Najelaa Shihab)

Suara.com - Praktisi Pendidikan Najelaa Shihab mengingatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) untuk tidak perlu takut menggunakan kata ujian dalam sistem pendidikan.

Sebab, ujian menjadi bagian yang tidak mungkin dipisahkan dari proses belajar. Hanya saja, Najelaa menilai bahwa berbagai bentuk asesmen bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

"Asesmen itu memang bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Jadi asesmen itu ada yang bentuknya ujian, ada yang bentuknya berbasis project, ada yang bentuknya memang karya-karya dan demonstrasi-demonstrasi kompetensi yang lain," kata Najelaa kepada Suara.com saat ditemui usai Kongres Pendidikan PBNU di Jakarta, Rabu (22/1/2025).

Masih menurut Najelaa, menghapuskan kata tersebut bisa jadi miskonsepsi bila secara pelaksanaan sebenarnya tetap ujian.

"Kalau memang bentuknya adalah ujian ya jangan-jangan malah miskonsepsi. Jadi nggak perlu ragu menggunakan kata ujian kalau memang itu ujian. Tapi yang penting adalah bentuk-bentuk asesmen yang lain, yang bukan ujian yang memang secara konsep pedagogis maupun psikologis itu memang penting," tuturnya.

Dia menekankan bahwa penghapusan kata ujian dalam dunia pendidikan tidak sekadar perubahan terminologi, tetapi juga menjadi momentum untuk mengubah cara pandang terhadap keberhasilan pendidikan.

Menurutnya, menilai keberhasilan pendidikan tidak bisa hanya bergantung pada nilai ujian semata, karena terdapat berbagai indikator lain yang harus diperhatikan secara komprehensif.

"Jangan sampai seolah-olah kita menilai keberhasilan pendidikan hanya sekadar dari nilai ujian. Karena kita tahu ada indikator-indikator lain, baik untuk murid, untuk orang tua, guru dan satuan pendidikan yang mesti dilihat secara komprehensif untuk menentukan apakah memang proses pendidikan yang kita lakukan itu berhasil atau tidak," katanya.

Sebelumnya Menteri Dikdasmen Abdul Mu'ti menyampaikan kalau kementeriannya akan menghapus kata ujian dalam sistem pendidikan. Terkait hal tersebut, Mu'ti juga belum menjelaskan lebih lanjut secara detail.

baca juga

"Soal ujian, hidup kita ini sudah banyak ujian. Nanti tidak ada lagi kata ujian. Kata penggantinya apa, nanti tunggu sampai (aturannya) terbit," ujarnya beberapa waktu lalu.

Salah satu yang turut berubah ialah penamaan Ujian Nasional yang dipastikan akan kembali dilaksanakan dengan format baru bagi murid SMA pada November 2025.

Staf ahli bidang regulasi dan hubungan antar lembaga Dikdasmen Biyanto menegaskan bahwa pemerintah memang tidak akan lagi menggunakan istilah ujian untuk sekolah, termasuk UN.

"Nggak ada istilah ujian ya, karena ujian itu kan agak traumatik, ada resiko lulus nggak lulus. Yang dipakai, seperti yang Pak Menteri sudah sampaikan, itu tes kompetensi akademik. Nanti akan dilaksanakan di bulan November khusus kelas 12, kelas 12 untuk SMA, MA, dan SMK," kata Biyanto ditemui usai acara Kongres Pendidikan PBNU di Jakarta, Rabu (22/1/2025).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Praktisi Pendidikan Pertanyakan Tujuan Pemerintah Terapkan UN dengan Format Baru

Praktisi Pendidikan Pertanyakan Tujuan Pemerintah Terapkan UN dengan Format Baru

News | Rabu, 22 Januari 2025 | 22:06 WIB

Perubahan Sistem Pendidikan: UN Berubah Jadi Tes Kompetensi Akademik, Apa Bedanya?

Perubahan Sistem Pendidikan: UN Berubah Jadi Tes Kompetensi Akademik, Apa Bedanya?

News | Rabu, 22 Januari 2025 | 17:43 WIB

Hidup Sudah Banyak Ujian Jadi Alasan Pemerintah Bakal Hapus Kata Ujian dan Hilangkan Zonasi di Pendidikan

Hidup Sudah Banyak Ujian Jadi Alasan Pemerintah Bakal Hapus Kata Ujian dan Hilangkan Zonasi di Pendidikan

News | Senin, 20 Januari 2025 | 13:10 WIB

Terkini

Soekarno Cup 2026: Dari Lapangan Usia Muda ke Liga Profesional, Ini Skema Besarnya

Soekarno Cup 2026: Dari Lapangan Usia Muda ke Liga Profesional, Ini Skema Besarnya

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:01 WIB

Duduk Perkara Kasus Haji Abdul Halim Ali, Mengapa Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar?

Duduk Perkara Kasus Haji Abdul Halim Ali, Mengapa Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar?

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:01 WIB

Prabowo Tegur Soal Listrik Padam di Kalimantan, Bahlil Janji Gangguan PLN Cepat Beres

Prabowo Tegur Soal Listrik Padam di Kalimantan, Bahlil Janji Gangguan PLN Cepat Beres

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Febrie Adriansyah Belum Dipecat, Hanya Diberhentikan Sementara Jaksa Agung

Febrie Adriansyah Belum Dipecat, Hanya Diberhentikan Sementara Jaksa Agung

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 18:59 WIB

Sekolah Rakyat Lampung Siapkan Siswa Siap Kerja dan Kuliah

Sekolah Rakyat Lampung Siapkan Siswa Siap Kerja dan Kuliah

Lampung | Selasa, 04 Agustus 2026 | 18:58 WIB

Tren Co-Working Kian Berkembang, merch Padukan Produktivitas, Komunitas, dan Wellness

Tren Co-Working Kian Berkembang, merch Padukan Produktivitas, Komunitas, dan Wellness

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 18:55 WIB

Kemenhut Tangkap 3 Pelaku Pembalakan Liar di SM Kerumutan Riau

Kemenhut Tangkap 3 Pelaku Pembalakan Liar di SM Kerumutan Riau

Riau | Selasa, 04 Agustus 2026 | 18:54 WIB

Ancaman Baru Sriwijaya FC, Registration Ban FIFA Bisa Ganggu Kebangkitan Laskar Wong Kito

Ancaman Baru Sriwijaya FC, Registration Ban FIFA Bisa Ganggu Kebangkitan Laskar Wong Kito

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 18:52 WIB

Di Balik Kemudahan AI: Ancaman Krisis Listrik, Air Bersih, dan E-Waste Data Center di Indonesia

Di Balik Kemudahan AI: Ancaman Krisis Listrik, Air Bersih, dan E-Waste Data Center di Indonesia

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 18:47 WIB

Gagal di Pasaran, Sony Pictures Kapok Bikin Film Spin-off Spider-Man?

Gagal di Pasaran, Sony Pictures Kapok Bikin Film Spin-off Spider-Man?

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 18:45 WIB

×