KPK Ungkap SPI 2024 Meningkat Tapi Masih dalam Kategori Kuning

Chandra Iswinarno, Dea Hardiningsih Irianto

Rabu, 22 Januari 2025 | 23:55 WIB
KPK Ungkap SPI 2024 Meningkat Tapi Masih dalam Kategori Kuning
Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan. (Suara.com/Moh Reynaldi Risahondua)

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2024 yang meningkat dibanding tahun 2023 dengan skor indeks 71,53 dari skala 0-100 sementara SPI 2023 tercatat skor 70,97.

Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan, menyebutkan bahwa kenaikan skor menunjukkan perkembangan positif.

"Ada peningkatan skor SPI, jadi kalau sebelumnya kita ada di bawah 70 nasional, sekarang sudah di atas 70," kata Pahala di Gedung Juang KPK, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2025).

Meski begitu, Pahala menyatakan bahwa skor 71,53 masih termasuk kategori kuning yang berarti waspada. Dia juga menilai masih banyak hal yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan integritas di sektor publik.

"Jadi kira-kira secara nasional kita baru ada di tingkat yang kuning bawah," ujar Pahala.

Sekadar informasi, SPI adalah alat ukur objektif untuk memetakan dan memantau risiko korupsi di berbagai institusi publik, seperti kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Survei ini melibatkan responden dari internal instansi, pihak eksternal, serta narasumber ahli.

Dalam pelaksanaan survei ini, KPK bekerja sama dengan 41 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan melibatkan 641 instansi, terdiri atas 94 kementerian/lembaga, 545 pemerintah daerah, dan 2 BUMN. Total responden yang disurvei mencapai 601.453 orang.

Proses survei dimulai dengan pengumpulan data populasi dari kementerian/lembaga/pemerintah daerah, dilanjutkan dengan pengambilan sampel responden, pengiriman tautan kuesioner melalui WhatsApp dan email, hingga pengisian kuesioner.

Adapun institusi yang disurvei dibagi menjadi tiga tipe berdasarkan anggaran dan jumlah pegawai yaitu besar, sedang, dan kecil. Kemudian, kategori hasil dibagi menjadi tiga yaitu merah berarti rentan, kuning berarti waspada, dan hijau berarti terjaga.

baca juga

Adapun rincian hasil SPI 2024 ialah sebagai berikut:

Kementerian

  • Tipe besar: Kategori hijau dengan skor 78,3. Tertinggi Kementerian Keuangan, terendah Kementerian Perhubungan.
  • Tipe sedang: kategori hijau dengan skor 79,5. Tertinggi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan terendah Kemenaker.
  • Tipe kecil: kategori hijau dengan skor 79,6. Tertinggi Kemnterian PPPA dan terendah Kementerian BUMN.

Non kementerian

  • Tipe besar: kategori hijau dengan skor 78,4. Tertinggi Bank Indonesia.
  • Tipe sedang: kategori hijau dengan skor 80,9. Tertinggi BPS dan terendah Basarnas
  • Tipe kecil: kategori hijau dengan skor 79,6. Tertinggi Wantanas dan terendah KPI.

Provinsi

  • Tipe besar: kategori merah dengan skor 67,8. Tertinggi Provinsi Jawa Tengah, dan terendah Sumatera Utara
  • Tipe sedang: kategori merah dengan skor 68,1. Tertinggi Provinsi Bali dan terendah Provinsi Riau.
  • Tipe kecil: kategori merah dengan skor 66,2. Tertinggi Yogyakarta, dan terendah Maluku Utara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diungkap Ketua KPK, Nasib Menhub Budi Karya Sumadi usai Namanya Disebut di Sidang Korupsi DJKA

Diungkap Ketua KPK, Nasib Menhub Budi Karya Sumadi usai Namanya Disebut di Sidang Korupsi DJKA

News | Rabu, 22 Januari 2025 | 17:23 WIB

Bantah Tak Hadir Praperadilan Hasto untuk Ulur Waktu, Ketua KPK Beberkan Alasan Sebenarnya

Bantah Tak Hadir Praperadilan Hasto untuk Ulur Waktu, Ketua KPK Beberkan Alasan Sebenarnya

News | Rabu, 22 Januari 2025 | 17:13 WIB

Kompak Mangkir Lagi, Mbak Ita dan Suami Bakal Ditangkap KPK?

Kompak Mangkir Lagi, Mbak Ita dan Suami Bakal Ditangkap KPK?

News | Rabu, 22 Januari 2025 | 16:51 WIB

Terkini

Memutus Rantai Takdir Kemiskinan: Sekolah Rakyat ala Prabowo

Memutus Rantai Takdir Kemiskinan: Sekolah Rakyat ala Prabowo

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Julio Cesar Siap Tempur, Persib Bandung Bidik Tiga Poin atas Melbourne Victory

Julio Cesar Siap Tempur, Persib Bandung Bidik Tiga Poin atas Melbourne Victory

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Cara Asyik Menikmati Momen Healing dengan Sauna hingga Kuliner Sehat di Ubud Bali

Cara Asyik Menikmati Momen Healing dengan Sauna hingga Kuliner Sehat di Ubud Bali

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:02 WIB

BRI Hadirkan Qlola Mobile, Transaksi Bisnis Kini Bisa Lebih Fleksibel

BRI Hadirkan Qlola Mobile, Transaksi Bisnis Kini Bisa Lebih Fleksibel

Sumbar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:01 WIB

Protein Hewani Mahal: Ketika Negara Maritim Gagal Memenuhi Gizi Rakyatnya

Protein Hewani Mahal: Ketika Negara Maritim Gagal Memenuhi Gizi Rakyatnya

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Danantara Bersiap Caplok Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Abu-abu

Danantara Bersiap Caplok Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Abu-abu

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Tak Perlu Ribet, Qlola Mobile BRI Permudah Akses Finansial Perusahaan

Tak Perlu Ribet, Qlola Mobile BRI Permudah Akses Finansial Perusahaan

Jatim | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Bisnis Makin Dinamis, BRI Hadirkan Kemudahan Finansial Lewat Qlola Mobile

Bisnis Makin Dinamis, BRI Hadirkan Kemudahan Finansial Lewat Qlola Mobile

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Demo di Rumah Jokowi, Massa Bawa Spanduk Gibran 'Anak Haram Konstitusi' Tuntut Mundur dari Wapres

Demo di Rumah Jokowi, Massa Bawa Spanduk Gibran 'Anak Haram Konstitusi' Tuntut Mundur dari Wapres

Surakarta | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Slang Lokal ke Tren Global: Peluang Bahasa Indonesia Kuasai Algoritma Dunia

Slang Lokal ke Tren Global: Peluang Bahasa Indonesia Kuasai Algoritma Dunia

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:50 WIB

×