Israel Tunda Penarikan Pasukan dari Lebanon, Picu Ketegangan Baru

Aprilo Ade Wismoyo

Sabtu, 25 Januari 2025 | 21:59 WIB
Israel Tunda Penarikan Pasukan dari Lebanon, Picu Ketegangan Baru
Tentara-tentara Lebanon mengamati buldoser milik Israel yang sedang digunakan untuk membangun pagar pertahanan dekat perbatasan Lebanon-Israel pada 23 Januari 2023. [Dok.ANTARA]

Suara.com - Militer Lebanon menuduh Israel menunda penarikan pasukan dari Lebanon selatan sebagaimana diharuskan dalam gencatan senjata yang mengakhiri perang dengan Hizbullah, sehari setelah Israel mengatakan pasukannya akan tetap berada di sana setelah batas waktu penarikan pasukan pada hari Minggu.

Militer Lebanon, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Sabtu, juga mendesak penduduk Lebanon untuk menunggu sebelum menuju ke wilayah perbatasan, dengan alasan adanya ranjau dan persenjataan Israel yang belum meledak.

Berdasarkan perjanjian yang ditengahi AS, yang mulai berlaku pada tanggal 27 November, senjata dan pejuang Hizbullah harus disingkirkan dari wilayah selatan Sungai Litani dan pasukan Israel harus mundur saat militer Lebanon dikerahkan ke wilayah tersebut, semuanya dalam jangka waktu 60 hari, yang berarti paling lambat hari Minggu pukul 4 pagi (0200 GMT).

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Jumat bahwa persyaratan tersebut belum sepenuhnya ditegakkan oleh negara Lebanon. Gedung Putih mengatakan perpanjangan gencatan senjata sementara yang singkat sangat dibutuhkan.

Militer Lebanon yang didukung AS mengatakan bahwa mereka terus melaksanakan rencana untuk memperkuat penempatan pasukannya di selatan Sungai Litani sejak gencatan senjata mulai berlaku.

"Penundaan terjadi di sejumlah fase sebagai akibat dari penundaan penarikan pasukan oleh musuh Israel, yang mempersulit misi penempatan pasukan," kata pernyataan itu. "Militer mempertahankan kesiapannya untuk menyelesaikan penempatan pasukannya segera setelah musuh Israel mundur", tambahnya.

Gencatan senjata tersebut mengakhiri permusuhan selama lebih dari setahun yang dipicu oleh perang Gaza dan memuncak dalam serangan besar Israel terhadap Hizbullah yang didukung Iran, yang menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi dari Lebanon.

Pemerintah Israel belum mengatakan berapa lama lagi pasukannya akan tetap berada di Lebanon selatan, tempat militer Israel mengatakan telah menyita senjata Hizbullah dan membongkar infrastruktur yang digunakan oleh kelompok bersenjata tersebut.

Hizbullah, yang menderita pukulan telak dalam perang tersebut, mengatakan pada hari Kamis bahwa penundaan penarikan pasukan Israel akan menjadi pelanggaran kesepakatan yang tidak dapat diterima dan membebani negara Lebanon untuk bertindak.

baca juga

Hizbullah mengatakan negara tersebut harus menangani pelanggaran tersebut "melalui semua cara dan metode yang dijamin oleh piagam internasional".

Israel mengatakan kampanyenya melawan Hizbullah bertujuan untuk mengamankan pemulangan puluhan ribu orang yang dipaksa meninggalkan rumah mereka di Israel utara oleh tembakan roket Hizbullah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Serang Jenin Pasca-Gencatan Senjata Gaza: Indonesia Kecam Keras!

Israel Serang Jenin Pasca-Gencatan Senjata Gaza: Indonesia Kecam Keras!

News | Sabtu, 25 Januari 2025 | 20:30 WIB

Hamas Bebaskan 4 Tentara Wanita Israel, Tukar 200 Tahanan Palestina

Hamas Bebaskan 4 Tentara Wanita Israel, Tukar 200 Tahanan Palestina

News | Sabtu, 25 Januari 2025 | 16:10 WIB

PBB Hentikan Operasi di Yaman Usai Personel Ditahan Houthi

PBB Hentikan Operasi di Yaman Usai Personel Ditahan Houthi

News | Sabtu, 25 Januari 2025 | 15:38 WIB

Tenggat Waktu Mendekat, Trump Desak Gencatan Senjata Israel-Hizbullah Diperpanjang

Tenggat Waktu Mendekat, Trump Desak Gencatan Senjata Israel-Hizbullah Diperpanjang

News | Sabtu, 25 Januari 2025 | 15:26 WIB

PBB: Serangan Pemukim Israel Lukai 17 Warga Palestina, Tepi Barat Memanas!

PBB: Serangan Pemukim Israel Lukai 17 Warga Palestina, Tepi Barat Memanas!

News | Sabtu, 25 Januari 2025 | 15:18 WIB

Kesaksian Warga Jenin yang Dipaksa Mengungsi oleh Drone Israel

Kesaksian Warga Jenin yang Dipaksa Mengungsi oleh Drone Israel

News | Jum'at, 24 Januari 2025 | 23:45 WIB

Terkini

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:25 WIB

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:39 WIB

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:24 WIB

Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya

Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:10 WIB

Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain

Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:35 WIB

×