Kisah Pilu Pria yang Diperkosa Bocah Laki-laki saat Mereka Masih Anak-anak: Saya Merasa Terisolasi

Bella

Rabu, 29 Januari 2025 | 17:02 WIB
Kisah Pilu Pria yang Diperkosa Bocah Laki-laki saat Mereka Masih Anak-anak: Saya Merasa Terisolasi
Ilustrasi bocah laki-laki bersedih. (Shutterstock)

Suara.com - Kasus kekerasan seksual yang melibatkan seorang pria berusia 26 tahun, Daniel Hancox, membawa peringatan keras tentang betapa seriusnya dampak dari pelecehan seksual terhadap anak. Pada usia 11 tahun, Hancox melakukan pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap seorang anak laki-laki yang masih berusia di bawah 13 tahun. Kejadian itu, meskipun terjadi lebih dari satu dekade lalu, terus meninggalkan bekas yang mendalam dalam kehidupan korban.

Hancox, yang berasal dari Merthyr Tydfil, Wales, membawa korban ke sebuah hutan terpencil dan melakukan tindakan keji terhadapnya. Tidak hanya melakukan pemerkosaan dua kali, Hancox juga memperlihatkan konten pornografi kepada korban, dengan tujuan meyakinkannya bahwa perilaku tersebut adalah hal yang "normal."
Tindakannya ini menyebabkan korban, yang saat itu masih anak-anak, merasa bingung tentang tubuh dan orientasi seksualnya, serta memperburuk kondisi emosionalnya selama bertahun-tahun.

Korban, yang akhirnya berani melaporkan perbuatan Hancox setelah bertahun-tahun menyimpan penderitaannya dalam diam, mengungkapkan perasaan kebingungannya yang mendalam dalam sebuah pernyataan.

"Sebagai anak, kebingungan adalah hal besar bagi saya. Saya merasa bahwa perbuatan itu adalah sesuatu yang normal, dan tidak tahu bahwa saya tidak setuju dengan apa yang terjadi," ujarnya.

Baru ketika ia mendapatkan pendidikan seks yang lebih baik, korban mulai menyadari bahwa perbuatan tersebut adalah pelecehan yang tak seharusnya terjadi pada dirinya.

Dalam pernyataan pribadinya yang dibacakan di pengadilan, korban mengungkapkan bagaimana perbuatan tersebut merusak masa kecilnya.

"Saya merasa terisolasi dan tidak percaya diri. Saya merasa tidak dihargai dan diperlakukan seperti objek. Saya menjadi bingung tentang siapa saya sebenarnya, dan ini berlanjut hingga saya dewasa," ungkapnya dengan penuh kesedihan.

Dampak psikologis yang ditinggalkan oleh pelecehan ini menyebabkan korban mengalami gangguan mental yang serius, termasuk perasaan jijik terhadap dirinya sendiri dan masalah kesehatan mental yang berkelanjutan.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Cardiff, Hakim Paul Hobson menegaskan bahwa perbuatan Hancox memiliki dampak yang sangat besar terhadap korban.

baca juga

"Tindakannya memiliki konsekuensi yang menghancurkan bagi kesejahteraan emosional korban selama bertahun-tahun," kata Hakim Hobson.

Sementara itu, pembela Hancox berargumen bahwa terdakwa hanya berusia 11 tahun saat perbuatannya terjadi, dan sejak itu ia tidak pernah melakukan pelanggaran serupa. Namun, Hakim Hobson menegaskan bahwa meskipun ia masih anak-anak saat itu, perbuatannya tetap memberikan dampak besar yang tidak dapat diabaikan.

Dalam keputusan pengadilan, Hancox dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun, kewajiban untuk mengikuti program rehabilitasi selama 40 hari, serta pemberitahuan sebagai pelaku kejahatan seksual selama lima tahun. Selain itu, ia juga dikenakan perintah larangan kontak dengan korban secara permanen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ending Drama Korea Trauma Code: Heroes on Call Versus Webtoon Trauma Center

Ending Drama Korea Trauma Code: Heroes on Call Versus Webtoon Trauma Center

Your Say | Rabu, 29 Januari 2025 | 16:19 WIB

Review Serial Drama The Trauma Code, Drama Medis Terealistis dan Kocak Abis

Review Serial Drama The Trauma Code, Drama Medis Terealistis dan Kocak Abis

Your Say | Rabu, 29 Januari 2025 | 15:01 WIB

The Trauma Code: Heroes on Call, Drama Medis Terbaik di Awal Tahun 2025

The Trauma Code: Heroes on Call, Drama Medis Terbaik di Awal Tahun 2025

Your Say | Rabu, 29 Januari 2025 | 12:16 WIB

Beda Trauma Code: Heroes on Call versi Drama Korea dan Webtoon

Beda Trauma Code: Heroes on Call versi Drama Korea dan Webtoon

Your Say | Rabu, 29 Januari 2025 | 11:44 WIB

Link Nonton The Trauma Code Sub Indo: Ju Ji Hoon Jadi Dokter Jenius!

Link Nonton The Trauma Code Sub Indo: Ju Ji Hoon Jadi Dokter Jenius!

Entertainment | Rabu, 29 Januari 2025 | 10:43 WIB

Miris! Siswi SMP di Bombana Hamil 6 Bulan, Korban Rudapaksa Ayah Angkat dan 2 Pria Lain

Miris! Siswi SMP di Bombana Hamil 6 Bulan, Korban Rudapaksa Ayah Angkat dan 2 Pria Lain

News | Minggu, 26 Januari 2025 | 15:31 WIB

Belajar dari Kasus Baim-Paula, Bagaimana Mengatasi Anak yang Trauma Perceraian Orang Tua?

Belajar dari Kasus Baim-Paula, Bagaimana Mengatasi Anak yang Trauma Perceraian Orang Tua?

Lifestyle | Jum'at, 24 Januari 2025 | 16:06 WIB

Lebih dari 23.500 Perempuan dan Anak Tewas di Gaza, PBB: "Satu Generasi Trauma"

Lebih dari 23.500 Perempuan dan Anak Tewas di Gaza, PBB: "Satu Generasi Trauma"

News | Jum'at, 24 Januari 2025 | 15:54 WIB

Dampak Perceraian: Anak Baim-Paula Jalani Terapi Psikologis

Dampak Perceraian: Anak Baim-Paula Jalani Terapi Psikologis

Video | Rabu, 22 Januari 2025 | 21:05 WIB

Secondary Traumatic Stress : Rasa Simpati yang Justru Punya Dampak Negatif

Secondary Traumatic Stress : Rasa Simpati yang Justru Punya Dampak Negatif

Your Say | Sabtu, 18 Januari 2025 | 13:50 WIB

Terkini

Susul Jeongyeon, Chaeyoung TWICE Umumkan Hengkang dari JYP Entertainment

Susul Jeongyeon, Chaeyoung TWICE Umumkan Hengkang dari JYP Entertainment

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Sidang Tahunan dan RAPBN 2027 Digelar Hari Ini, Prabowo Dua Kali Pidato di DPR

Sidang Tahunan dan RAPBN 2027 Digelar Hari Ini, Prabowo Dua Kali Pidato di DPR

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:26 WIB

5 Lipstik Warna Merah yang Hasilnya Glossy dan Tahan Lama untuk Semua Undertone Bibir

5 Lipstik Warna Merah yang Hasilnya Glossy dan Tahan Lama untuk Semua Undertone Bibir

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:25 WIB

Kapan Persib Melantai di Pasar Modal? Ini Bocorannya

Kapan Persib Melantai di Pasar Modal? Ini Bocorannya

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:25 WIB

Jenderal Iran: Atas Izin Allah, Kami Akan Lebih Agresif dalam Perang di Masa Depan

Jenderal Iran: Atas Izin Allah, Kami Akan Lebih Agresif dalam Perang di Masa Depan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:24 WIB

Berpacu Waktu, Pencarian Korban Gempa Bumi Kolombia Masuk Fase Akhir

Berpacu Waktu, Pencarian Korban Gempa Bumi Kolombia Masuk Fase Akhir

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:11 WIB

Stok AS Melonjak, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen

Stok AS Melonjak, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Daftar Harga HP Motorola Agustus 2026 Terbaru, Lengkah dari Entry Level ke HP Lipat

Daftar Harga HP Motorola Agustus 2026 Terbaru, Lengkah dari Entry Level ke HP Lipat

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Wajah Baru Pasar Godean Usai Relokasi, Pedagang Masih Perlu Beradaptasi

Wajah Baru Pasar Godean Usai Relokasi, Pedagang Masih Perlu Beradaptasi

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Arab Saudi Cari Jalur Ekspor Minyak Baru, Masa Depan Selat Hormuz Makin Suram karena Perang

Arab Saudi Cari Jalur Ekspor Minyak Baru, Masa Depan Selat Hormuz Makin Suram karena Perang

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:52 WIB

×