Sudah Sulit Dicari, Kini Harga Gas LPG 3 Kilogram di Jakarta Mau Dinaikkan

Senin, 03 Februari 2025 | 20:28 WIB
Sudah Sulit Dicari, Kini Harga Gas LPG 3 Kilogram di Jakarta Mau Dinaikkan
Sudah Sulit Dicari, Kini Harga Gas LPG 3 Kilogram di Jakarta Mau Dinaikkan. [Dok Pertamina]

Suara.com - Persoalan gas LPG 3 kilogram di Jakarta memasuki babak baru. Selain sulit dicari belakangan ini karena pengecer tak boleh menjualnya, harga gas melon itu bakal dinaikkan.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI, Hari Nugroho.

Hari mengatakan, penyesuaian harga ini karena mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) daerah penyangga Jakarta.

Menurutnya, HET di Jakarta sudah sejak lama tidak dinaikkan dari Rp16 ribu. Sementara, daerah lain disebutnya sudah naik pada tahun 2019 lalu.

"Kalau kita bicara daerah penyangga atau perbatasan dari Jakarta, seperti Tangerang, Banten, Bogor, Depok, Bekasi, itu telah mengalami kenaikan HET per 2019. Kita dari tahun 2015 belum naik-naik," ujar Hari kepada wartawan, Senin (3/2/2025).

"Mau enggak mau, HET kita disesuaikan saja supaya tidak terjadi disparitas dan penyelewengan di lapangan," tambah dia.

Penentuan HET baru ini, kata Hari, akan dilakukan dalam waktu dekat. Ia menargetkan kebijakan baru sudah diambil sebelum bulan Ramadan.

Selain itu, penyesuaian HET ini sudah didiskusikan dengan pemerintah pusat. Ia menyatakan kenaikan HET tak berpengaruh pada inflasi.

"Pengaruhnya terhadap inflasi sangat kecil, karena apa, karena kenyataan harga [gas elpiji] di lapangan segitu, sudah naik kiri kanan (Jakarta), seperti daerah penyangga," tuturnya.

Baca Juga: Pesta Seks LGBT di Hotel Rasuna Said, Polisi: Ada Aturan Dilarang Menolak Secara Kasar Hingga Label Menyala

Terkait dengan polemik gas 3 kilogram yang dilarang dijual pengecer, Hari mengaku akan membahasnya lebih lanjut. Masyarakat juga diminta untuk tak panik dan memborong gas karena khawatir tak dapat stok.

"Kita kerja sama dengan pihak Pertamina, Dinas UMKM. Terkait untuk bisa menstabilkan lagi, jadi enggak usah panic buying, normal saja pembelian ya. Stok masih ada, cuma mata rantai distribusi ini seperti apa, jangan sampai ada hambatan lagi," pungkas Hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI