Uji Coba Sekolah Rakyat Dimulai di Bekasi, Mensos Ungkap Sistem Penerimaan Murid

Chandra Iswinarno, Lilis Varwati

Selasa, 04 Februari 2025 | 20:06 WIB
Uji Coba Sekolah Rakyat Dimulai di Bekasi, Mensos Ungkap Sistem Penerimaan Murid
Mensos Saifullah Yusuf. [Suara.com/Lilis]

Suara.com - Kementerian Sosial (Kemensos) mulai merencanakan pilot project Sekolah Rakyat yang akan dilakukan di Bekasi, Jawa Barat.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa percobaan Sekolah Rakyat akan memanfaatkan Kompleks Pangudi Luhur 2 di Bekasi yang luasnya sekitar 16 hektare.

Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menyampaikan, hanya sebagian dari luas kompleks tersebut yang akan dimanfaatkan menjadi Sekolah Rakyat.

"Kita punya gedung yang selama ini bisa dimanfaatkan, selama ini sudah kita manfaatkan. Itu ada dua sentra, kita gabungkan satu. Kawasannya ada sekitar 16 hektare, nanti separuh buat sekolah rakyat," kata Gus Ipul ditemui usai acara Sarasehan Ulama Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta, Selasa (4/2/2025).

Prosesnya saat ini sedang dipersiapkan sarana-prasarana, sehingga belum bisa dipastikan kapan sekolah tersebut akan dimulai.

Gus Ipul menambahkan nantinya akan dibangun satu Sekolah Rakyat di lokasi tersebut dengan perkiraan kapasitasnya bisa menampung 100 hingga 300 murid dengan konsep asrama.

Saat ini, pemerintah masih mematangkan konsep sekolah tersebut, salah satunya dengan meminta saran dari Menteri Pendidikan periode 2009-2014 Muhammad Nuh. Namun yang pasti, Gus Ipul menegaskan bahwa sekolah rakyat hanya diperuntukan bagi anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Nantinya, pemerintah yang akan menjemput langsung anak-anak dari kalangan itu yang kebanyakan memang sudah putus sekolah.

"Kalau kita lihat rata-rata mereka tidak bisa sampai melanjutkan pendidikan ketika SMP. Jadi kalau ibu, bapaknya itu lulusan SD, anaknya juga tidak lulus SMP. Itu statistiknya seperti itu, 45 persen lebih," ujarnya.

baca juga

Sebagai permulaan selama tahap uji coba, para murid tidak akan ada penyaringan kemampuan akademis. Namun, bila sudah berkembang, Gus Ipul menyampaikan kalau ke depannya sistem sekolah rakyat tentu akan berkembang.

"Kita coba, nanti akan disesuaikan, aturannya akan disesuaikan. Kita akan menjemput (para murid) tapi juga akan diseleksi ya, ada seleksinya. Tapi yang pertama, kriteria pertama itu harus dari keluarga yang miskin," ucapnya.

Ke depan, kata Gus Ipul, pemerintah merencanakan sekolah rakyat juga akan dibangun di beberapa daerah lainnya yang memang sudah ada tempat serta infrastruktur yang memadai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada 3,8 Juta Anak Miskin, Prabowo Diingatkan Gegara Ingin Bikin Sekolah Rakyat: Jangan Seperti Periode Lalu...

Ada 3,8 Juta Anak Miskin, Prabowo Diingatkan Gegara Ingin Bikin Sekolah Rakyat: Jangan Seperti Periode Lalu...

News | Kamis, 16 Januari 2025 | 13:52 WIB

Program Sekolah Unggulan dan Sekolah Rakyat Prabowo Dikritik: Sistem Kasta Kita Praktikan

Program Sekolah Unggulan dan Sekolah Rakyat Prabowo Dikritik: Sistem Kasta Kita Praktikan

News | Kamis, 16 Januari 2025 | 09:26 WIB

Tiba-tiba Sekolah Rakyat: Solusi atau Cuma Cari Simpatik

Tiba-tiba Sekolah Rakyat: Solusi atau Cuma Cari Simpatik

Liks | Rabu, 15 Januari 2025 | 20:26 WIB

Terkini

Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan

Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Baekhyun EXO Dirikan Agensi Baru, CBX Dikabarkan Siap Bernaung Bersama

Baekhyun EXO Dirikan Agensi Baru, CBX Dikabarkan Siap Bernaung Bersama

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:47 WIB

Penyaluran BSU Dinilai Bias Sektor Formal, Pakar UGM Desak Integrasi Basis Data Tunggal

Penyaluran BSU Dinilai Bias Sektor Formal, Pakar UGM Desak Integrasi Basis Data Tunggal

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:45 WIB

5 Rekomendasi Jam Tangan Digital Awet dan Terjangkau, Cocok Dipakai Outdoor dan Indoor

5 Rekomendasi Jam Tangan Digital Awet dan Terjangkau, Cocok Dipakai Outdoor dan Indoor

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?

Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:40 WIB

7 Bedak Tabur Tanpa Minyak Wewangian dan Alkohol untuk Kulit Sensitif

7 Bedak Tabur Tanpa Minyak Wewangian dan Alkohol untuk Kulit Sensitif

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:38 WIB

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya

Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Berapa Lama Masa Berlaku SKCK?

Berapa Lama Masa Berlaku SKCK?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:15 WIB

×