Serangan Pesawat Nirawak Rusia di Odesa Sebabkan Pemadaman Listrik dan Krisis Pemanas, 160 Ribu Orang Kedinginan

Bella

Rabu, 19 Februari 2025 | 18:53 WIB
Serangan Pesawat Nirawak Rusia di Odesa Sebabkan Pemadaman Listrik dan Krisis Pemanas, 160 Ribu Orang Kedinginan
Ilustrasi ledakan bom. (Shutterstock)

Suara.com - Rusia meluncurkan serangkaian serangan pesawat nirawak ke kota selatan Ukraina, Odesa, yang menghantam infrastruktur energi dan menyebabkan lebih dari 160.000 orang kehilangan akses pemanas dalam suhu di bawah nol derajat Celsius.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengkonfirmasi serangan ini pada Rabu (tanggal setempat) dan menyebut bahwa operasi penyelamatan masih berlangsung.

Serangan ini mengakibatkan empat orang luka-luka, termasuk seorang anak, serta menyebabkan pemadaman listrik yang luas. Akibatnya, sekitar 500 gedung apartemen, 13 sekolah, taman kanak-kanak, dan beberapa rumah sakit mengalami gangguan pasokan pemanas.

Dengan suhu di pelabuhan Laut Hitam mencapai minus 6 derajat Celsius, situasi ini semakin memperparah kondisi warga yang terdampak.

"Fasilitas energi sipil tidak luput dari serangan rudal maupun pesawat nirawak serang oleh tentara Rusia selama hampir tiga tahun," ujar Zelenskyy dalam pernyataan di aplikasi Telegram.

Militer Ukraina melaporkan bahwa Rusia meluncurkan 167 pesawat nirawak dalam serangan semalam di Odesa dan wilayah lain di Ukraina.

Pasukan pertahanan udara serta kelompok pemburu pesawat nirawak berhasil menembak jatuh 106 di antaranya, sementara 56 lainnya hilang akibat penggunaan peperangan elektronik oleh militer Ukraina.

Serangan terhadap infrastruktur listrik Ukraina telah meningkat sejak Maret 2024. Hal ini telah melumpuhkan sekitar setengah dari kapasitas pembangkit listrik yang tersedia dan menyebabkan pemadaman listrik secara luas di berbagai wilayah.

Wali Kota Odesa, Hennadiy Trukhanov, mengungkapkan bahwa pekerja energi sedang menilai dampak serangan di salah satu distrik permukiman terbesar di kota tersebut.

baca juga

Ia menyatakan bahwa situasi pemanas di wilayah itu sangat sulit, sehingga sekolah dan taman kanak-kanak di distrik terdampak tidak akan beroperasi pada hari Rabu.

Video yang diunggah oleh Trukhanov memperlihatkan bangunan-bangunan dengan kerusakan signifikan pada langit-langit, jendela, fasad, dan pintu. Seorang warga Odesa, Tetiana, yang enggan menyebutkan nama belakangnya, menggambarkan suasana mencekam saat serangan terjadi.

"Semua orang berlarian ke aula gedung. Semua jendela pecah. Serangan berikutnya menyebarkan puing-puing di sekitar. Perabotan jatuh, pintu juga pecah," ujarnya mengutip Reuters.

Ia juga menyebut bahwa bahkan ventilasi di kamar mandi pun rusak, menepis anggapan bahwa kamar mandi adalah tempat yang aman.

Rusia, yang melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina sejak Februari 2022, berulang kali membantah menargetkan warga sipil. Namun, serangan semacam ini telah menyebabkan ribuan korban jiwa dan kehancuran luas di berbagai kota di Ukraina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Dipuji Rusia: Akui NATO Picu Perang Ukraina

Trump Dipuji Rusia: Akui NATO Picu Perang Ukraina

News | Rabu, 19 Februari 2025 | 18:34 WIB

Zelenskyy Kecewa Ukraina Tak Dilibatkan dalam Negosiasi Perang

Zelenskyy Kecewa Ukraina Tak Dilibatkan dalam Negosiasi Perang

News | Rabu, 19 Februari 2025 | 18:17 WIB

Trump Desak Ukraina Gelar Pemilu Baru: Negaranya Hancur Lebur

Trump Desak Ukraina Gelar Pemilu Baru: Negaranya Hancur Lebur

News | Rabu, 19 Februari 2025 | 16:27 WIB

Trump Akan Pertahankan Sanksi Rusia hingga Ada Solusi untuk Ukraina

Trump Akan Pertahankan Sanksi Rusia hingga Ada Solusi untuk Ukraina

News | Rabu, 19 Februari 2025 | 14:22 WIB

Serangan Drone Rusia Hujani Ukraina, Ibu Kota Kyiv Terdampak

Serangan Drone Rusia Hujani Ukraina, Ibu Kota Kyiv Terdampak

News | Rabu, 19 Februari 2025 | 09:10 WIB

Kisah Kontroversial Pria Asal Rusia yang Menghukum Pelaku Kekerasan Seksual dengan Kematian

Kisah Kontroversial Pria Asal Rusia yang Menghukum Pelaku Kekerasan Seksual dengan Kematian

News | Selasa, 18 Februari 2025 | 15:48 WIB

Klaim Mengejutkan dari Kremlin! Trump Beri 'Lampu Hijau' Rusia Serang Inggris?

Klaim Mengejutkan dari Kremlin! Trump Beri 'Lampu Hijau' Rusia Serang Inggris?

News | Selasa, 18 Februari 2025 | 15:34 WIB

Ukraina Absen dalam Pembicaraan AS-Rusia, Zelenskyy: Sia-Sia Tanpa Kami

Ukraina Absen dalam Pembicaraan AS-Rusia, Zelenskyy: Sia-Sia Tanpa Kami

News | Selasa, 18 Februari 2025 | 11:03 WIB

Pertemuan Trump dengan Putin di Depan Mata, Akankah Perang Ukraina Berakhir?

Pertemuan Trump dengan Putin di Depan Mata, Akankah Perang Ukraina Berakhir?

News | Senin, 17 Februari 2025 | 15:38 WIB

Starmer: Pasukan Inggris Siap Dikerahkan ke Ukraina demi Keamanan Eropa

Starmer: Pasukan Inggris Siap Dikerahkan ke Ukraina demi Keamanan Eropa

News | Senin, 17 Februari 2025 | 14:34 WIB

Terkini

Dini Hari Mencekam di Duren Sawit: Api Lahap Warung Kelontong, 18 Jiwa Nyaris Terpanggang

Dini Hari Mencekam di Duren Sawit: Api Lahap Warung Kelontong, 18 Jiwa Nyaris Terpanggang

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:52 WIB

Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?

Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:27 WIB

Kecelakaan Truk di Flyover Tomang, Material Besi Berserakan Lumpuhkan Jalur

Kecelakaan Truk di Flyover Tomang, Material Besi Berserakan Lumpuhkan Jalur

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:21 WIB

Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah

Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:58 WIB

Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global

Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:44 WIB

Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026

Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:41 WIB

Implementasi 'Menambang dengan Hati', NHM Sukses Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta

Implementasi 'Menambang dengan Hati', NHM Sukses Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:55 WIB

Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako

Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:45 WIB

Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat

Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:04 WIB

Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia

Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:48 WIB