Kisah Kontroversial Pria Asal Rusia yang Menghukum Pelaku Kekerasan Seksual dengan Kematian

Bella | Suara.com

Selasa, 18 Februari 2025 | 15:48 WIB
Kisah Kontroversial Pria Asal Rusia yang Menghukum Pelaku Kekerasan Seksual dengan Kematian
Ilustrasi pelecehan seksual terhadap jurnalis perempuan. [Suara.com/Iqbal Asaputro]

Suara.com - Vyacheslav Matrosov, seorang ayah asal Rusia berusia 35 tahun, telah menjadi pusat perhatian dunia setelah terungkap bahwa ia mengambil tindakan keadilan sendiri terhadap Oleg Sviridov, seorang pria yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak berusia enam tahun. Tindakan Matrosov semakin kontroversial setelah ia memaksa Sviridov untuk menggali kuburannya sendiri di tengah hutan, sebelum meyakinkannya untuk mengakhiri hidupnya.

Kejadian mengerikan ini bermula setelah Matrosov menemukan rekaman yang menunjukkan Sviridov, yang sebelumnya adalah teman dekat dan pengasuh anak-anak bagi keluarganya, sedang memaksa anak tersebut untuk melakukan tindakan kejam.

Dalam rekaman yang sangat mengganggu, terdengar suara tangisan sang anak yang memohon: "Oleg, sudah cukup, aku tidak tahan lagi. Aku ingin pulang."

Ketegangan meningkat ketika Matrosov menemui Sviridov, yang akhirnya meninggal dalam insiden tersebut.

Awalnya, Matrosov didakwa dengan tuduhan pembunuhan, tetapi setelah penyelidikan lebih lanjut, terungkap bahwa Sviridov lah yang sebenarnya menyebabkan luka fatal pada dirinya sendiri, menjadikan Matrosov bebas dari tuduhan tersebut.

Pada tahun 2022, Matrosov dijatuhi hukuman 18 bulan penjara di koloni kerja dengan pengawasan ketat. Namun, ia hanya menjalani 12 bulan sebelum akhirnya dibebaskan. Kasus ini memicu perdebatan publik di Rusia, dengan banyak yang mendukung Matrosov setelah terungkapnya rincian tentang bagaimana ia membuat pelaku menggali kuburan untuk dirinya sendiri.

Matrosov, setelah dibebaskan, memposting foto di media sosial yang bertuliskan: "Di rumah. Sangat mencintai," yang menambah sorotan terhadap kehidupannya setelah kejadian tersebut. Ia divonis oleh Pengadilan Krasnoglinsky di Samara dengan dakwaan "membujuk" Sviridov untuk bunuh diri, namun jika ia dihukum atas pembunuhan, Matrosov bisa terancam hukuman 15 tahun penjara.

Komunitas di Samara memberikan dukungan yang luar biasa kepada Matrosov, bahkan menyebutnya sebagai pahlawan karena tindakannya yang dianggap telah "menyelamatkan anak-anak dari pelaku pelecehan."

Di desa Pribrezhnoye, warga menggalang dana untuk biaya hukum Matrosov, dan sebuah petisi yang ditandatangani oleh lebih dari 2.500 orang menyerukan kebebasannya. Banyak yang menilai Matrosov telah membersihkan ancaman terhadap anak-anak mereka.

Salah satu tokoh publik yang ikut memberikan dukungan adalah Ksenia Sobchak, selebritas TV dan mantan calon presiden Rusia. Ia menyatakan, "Semua orang tua mendukung pembunuh paedofil ini," memperlihatkan bagaimana banyak orang melihat Matrosov sebagai pahlawan, meskipun tindakannya melanggar hukum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klaim Mengejutkan dari Kremlin! Trump Beri 'Lampu Hijau' Rusia Serang Inggris?

Klaim Mengejutkan dari Kremlin! Trump Beri 'Lampu Hijau' Rusia Serang Inggris?

News | Selasa, 18 Februari 2025 | 15:34 WIB

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Jadi Kunci Program Rehabilitasi & Pemberdayaan Perempuan

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Jadi Kunci Program Rehabilitasi & Pemberdayaan Perempuan

Health | Selasa, 18 Februari 2025 | 06:05 WIB

Ukraina Absen dalam Pembicaraan AS-Rusia, Zelenskyy: Sia-Sia Tanpa Kami

Ukraina Absen dalam Pembicaraan AS-Rusia, Zelenskyy: Sia-Sia Tanpa Kami

News | Selasa, 18 Februari 2025 | 11:03 WIB

Starmer: Pasukan Inggris Siap Dikerahkan ke Ukraina demi Keamanan Eropa

Starmer: Pasukan Inggris Siap Dikerahkan ke Ukraina demi Keamanan Eropa

News | Senin, 17 Februari 2025 | 14:34 WIB

Upaya Damai dengan Ukraina, Pejabat AS dan Rusia Akan Gelar Pertemuan di Arab Saudi

Upaya Damai dengan Ukraina, Pejabat AS dan Rusia Akan Gelar Pertemuan di Arab Saudi

News | Minggu, 16 Februari 2025 | 16:58 WIB

Donald Trump Ajak Kurangi Anggaran Senjata Nuklir, China Beri Tanggapan Sinis

Donald Trump Ajak Kurangi Anggaran Senjata Nuklir, China Beri Tanggapan Sinis

Bisnis | Sabtu, 15 Februari 2025 | 10:16 WIB

Rusia Akan Kembali Terintegrasi ke Ekonomi Dunia Usai Perdamaian di Ukraina

Rusia Akan Kembali Terintegrasi ke Ekonomi Dunia Usai Perdamaian di Ukraina

News | Jum'at, 14 Februari 2025 | 16:27 WIB

AS Ancam Sanksi Ekonomi hingga Tindakan Militer Jika Putin Tolak Kesepakatan Damai dengan Ukraina

AS Ancam Sanksi Ekonomi hingga Tindakan Militer Jika Putin Tolak Kesepakatan Damai dengan Ukraina

News | Sabtu, 15 Februari 2025 | 04:15 WIB

AS Jatuhkan Sanksi terhadap Jaksa ICC Karim Khan atas Keputusan soal Israel

AS Jatuhkan Sanksi terhadap Jaksa ICC Karim Khan atas Keputusan soal Israel

News | Jum'at, 14 Februari 2025 | 09:56 WIB

Heboh! Trump Ingin Rusia Kembali ke G7, Bakal Picu Konflik Antar Negara Maju?

Heboh! Trump Ingin Rusia Kembali ke G7, Bakal Picu Konflik Antar Negara Maju?

News | Jum'at, 14 Februari 2025 | 09:38 WIB

Terkini

Krisis Iklim Menguat, Indonesia Butuh Komitmen Politik Kuat untuk Memitigasinya

Krisis Iklim Menguat, Indonesia Butuh Komitmen Politik Kuat untuk Memitigasinya

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:18 WIB

Cemburu Berujung Maut, Suami Siri Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung

Cemburu Berujung Maut, Suami Siri Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung

News | Senin, 23 Maret 2026 | 11:59 WIB

Israel Porak-poranda Dibom Rudal Kiamat Iran, Negara Tetangga Ikut Repot Hingga Ratusan Orang Tewas

Israel Porak-poranda Dibom Rudal Kiamat Iran, Negara Tetangga Ikut Repot Hingga Ratusan Orang Tewas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 11:44 WIB

KPK Jadikan Yaqut Cholil Qoumas Tahanan Rumah, DPR: Ini Tidak Lazim

KPK Jadikan Yaqut Cholil Qoumas Tahanan Rumah, DPR: Ini Tidak Lazim

News | Senin, 23 Maret 2026 | 11:26 WIB

Spesifikasi Pesawat Tempur F-35, Jet Siluman Amerika Serikat Keok Ditembak Iran

Spesifikasi Pesawat Tempur F-35, Jet Siluman Amerika Serikat Keok Ditembak Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 11:17 WIB

Bisakah Limbah Sawit Jadi Solusi Ekonomi Hijau, Guru Besar IPB Bilang Begini

Bisakah Limbah Sawit Jadi Solusi Ekonomi Hijau, Guru Besar IPB Bilang Begini

News | Senin, 23 Maret 2026 | 11:16 WIB

Gus Yaqut 'Mendadak' Jadi Tahanan Rumah, Legislator PKB Minta Penjelasan Transparan

Gus Yaqut 'Mendadak' Jadi Tahanan Rumah, Legislator PKB Minta Penjelasan Transparan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 11:16 WIB

Isi Curhat Benjamin Netanyahu Kena Mental Diserang Drone Iran

Isi Curhat Benjamin Netanyahu Kena Mental Diserang Drone Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 11:00 WIB

Israel Lumpuh, Iran Sulap 2 Wilayah Zionis Ini Jadi Kota Hantu

Israel Lumpuh, Iran Sulap 2 Wilayah Zionis Ini Jadi Kota Hantu

News | Senin, 23 Maret 2026 | 10:44 WIB

Perang Iran Picu Krisis Energi Global, Bisakah Energi Terbarukan Jadi Jalan Keluar?

Perang Iran Picu Krisis Energi Global, Bisakah Energi Terbarukan Jadi Jalan Keluar?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 10:44 WIB