Trump Sebut Zelenskyy Diktator, Presiden Ukraina Balas Salahkan Rusia

Bella Suara.Com
Kamis, 20 Februari 2025 | 00:24 WIB
Trump Sebut Zelenskyy Diktator, Presiden Ukraina Balas Salahkan Rusia
Tangkapan layar - Presiden Ke-47 Amerika Serikat, Donald Trum. (ANTARA/youtube@foxnews)

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. Dalam pernyataannya di media sosial Truth Social, Trump menyebut Zelenskyy sebagai "seorang diktator tanpa pemilu" dan memperingatkan bahwa jika tidak segera mengambil langkah untuk mengamankan perdamaian, Ukraina bisa kehilangan negaranya.

Pernyataan Trump ini muncul hanya beberapa jam setelah Zelenskyy membantah tudingan bahwa Ukraina bertanggung jawab atas invasi skala penuh Rusia pada 2022. Menurut Zelenskyy, Trump telah terjebak dalam 'gelembung disinformasi Rusia'.

"Seorang Diktator Tanpa Pemilihan Umum, Zelenskyy sebaiknya bergerak cepat atau dia tidak akan punya negara lagi," tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social.

Zelenskyy, yang baru saja bertemu dengan utusan Trump untuk Ukraina, Keith Kellogg, di Kyiv pada hari Rabu, menegaskan bahwa ia ingin tim Trump mendapatkan lebih banyak kebenaran tentang situasi di Ukraina. Pernyataannya muncul sehari setelah Trump menyatakan bahwa Ukraina tidak seharusnya memulai konflik dengan Rusia.

Lebih lanjut, Zelenskyy membantah klaim Trump yang menyebut tingkat persetujuannya hanya 4 persen. Ia menyatakan bahwa angka tersebut merupakan bagian dari disinformasi Rusia.

"Kami punya bukti bahwa angka-angka ini sedang dibahas antara Amerika dan Rusia. Artinya, Presiden Trump... sayangnya hidup di ruang disinformasi ini," ujar Zelenskyy kepada media televisi Ukraina.

Jajak pendapat terbaru dari Institut Sosiologi Internasional Kyiv pada awal Februari menunjukkan bahwa 57 persen warga Ukraina masih mempercayai Zelenskyy.

Sejak dilantik kembali sebagai Presiden AS, Trump telah mengubah kebijakan Washington terhadap Ukraina dan Rusia. Ia mengakhiri upaya isolasi terhadap Rusia dengan melakukan panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin serta mengadakan pembicaraan antara pejabat senior AS dan Rusia.

Trump juga mengisyaratkan kemungkinan pertemuan dengan Putin dalam waktu dekat. Kremlin menanggapi bahwa pertemuan semacam itu memerlukan waktu persiapan lebih lama. Sementara itu, dana kekayaan negara Rusia menyatakan bahwa mereka memperkirakan sejumlah perusahaan AS akan kembali ke Rusia paling cepat pada kuartal kedua tahun ini.

Baca Juga: Serangan Pesawat Nirawak Rusia di Odesa Sebabkan Pemadaman Listrik dan Krisis Pemanas, 160 Ribu Orang Kedinginan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI