Elon Musk: Zelensky Korup dan Tak Disukai, Pemilu Ukraina Harus Segera Digelar!

Aprilo Ade Wismoyo Suara.Com
Sabtu, 22 Februari 2025 | 02:20 WIB
Elon Musk: Zelensky Korup dan Tak Disukai, Pemilu Ukraina Harus Segera Digelar!
elon musk (Instagram @elonrmuskk)

Suara.com - Elon Musk menyerang Volodymyr Zelensky pada hari Kamis, dengan mengatakan bahwa rakyat Ukraina "membenci" presiden mereka dan bahwa pemimpin AS Donald Trump benar untuk tidak melibatkannya dalam perundingan dengan Rusia yang bertujuan untuk mengakhiri perang Ukraina.

Komentar dari taipan teknologi tersebut, yang memimpin perombakan besar-besaran pemerintahan AS oleh Trump, muncul ketika Gedung Putih memberi tahu Zelensky untuk menghentikan "penghinaan" terhadap Trump dan menandatangani kesepakatan mineral dengan Washington.

Bos SpaceX dan Tesla Musk melontarkan omelan terhadap Zelensky di jejaring sosial X miliknya, menuduhnya tanpa bukti menjalankan "mesin korupsi besar-besaran yang memakan mayat tentara Ukraina."

"Ia tahu bahwa ia akan kalah telak, meskipun telah menguasai SEMUA media Ukraina, jadi ia membatalkan pemilihan umum. Kenyataannya, ia dibenci oleh rakyat Ukraina," tulis Musk.

Orang terkaya di dunia itu mendukung Trump, yang telah memberikan angka palsu yang rendah untuk peringkat persetujuan Zelensky dan mendorongnya untuk mengadakan pemilihan umum -- dan dalam prosesnya menggemakan pokok bahasan Kremlin tentang Ukraina.

Musk bersikap lebih tenang di Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) pada Kamis malam, dengan mengatakan bahwa Trump "sangat pragmatis" tentang perang Ukraina.

"Presiden sangat berempati. Dia benar-benar peduli," kata Musk.

Zelensky terpilih pada tahun 2019 untuk masa jabatan lima tahun tetapi Ukraina telah menunda pemilihan karena darurat militer yang diberlakukan menyusul invasi Rusia tahun 2022 ke negara tetangganya yang pro-Barat.

Penasihat Keamanan Nasional Trump Mike Waltz secara terpisah mendesak Zelensky untuk mendinginkan kritiknya terhadap Trump di tengah meningkatnya perang kata-kata dengan presiden AS.

Baca Juga: Pemimpin Arab Kumpul di Saudi Bahas Nasib Gaza, Tolak Rencana Trump

"Sejujurnya, beberapa retorika yang keluar dari Kyiv, dan penghinaan terhadap Presiden Trump tidak dapat diterima," kata Waltz dalam pengarahan di Gedung Putih untuk menandai bulan pertama Trump menjabat.

Trump menuduh Ukraina pada hari Selasa sebagai pihak yang memulai perang, dan menggandakannya pada hari Rabu dengan mencap Zelensky sebagai "diktator tanpa pemilihan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI