AS Resmi Lakukan Pemisahan Anggota Militer Transgender, Larang Rekrutmen Baru

Bella

Kamis, 27 Februari 2025 | 12:17 WIB
AS Resmi Lakukan Pemisahan Anggota Militer Transgender, Larang Rekrutmen Baru
Tangkapan layar - Presiden Ke-47 Amerika Serikat, Donald Trump, saat mengambil sumpah pelantikannya di Capitol Rotunda, Washington DC pada Selasa dini hari. (ANTARA/youtube@foxnews)

Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat secara resmi akan memisahkan anggota militer transgender kecuali mereka mendapatkan pengecualian, menurut memo Pentagon yang diajukan di pengadilan pada Rabu (26/2). Kebijakan ini pada dasarnya melarang individu transgender untuk bergabung atau bertugas di militer.

Presiden Donald Trump sebelumnya telah menandatangani perintah eksekutif bulan lalu yang secara eksplisit menargetkan personel transgender. Dalam pernyataannya, Trump menyebut bahwa seorang pria yang mengidentifikasi dirinya sebagai wanita tidak konsisten dengan kerendahan hati dan ketidakegoisan yang dituntut dari seorang anggota militer.

Pentagon menegaskan bahwa kebijakan baru ini berarti individu transgender tidak lagi diizinkan untuk bergabung dengan militer. Selain itu, prosedur yang berkaitan dengan transisi gender bagi anggota militer juga tidak akan lagi difasilitasi.

Memo yang dikeluarkan pada Rabu malam tersebut menginstruksikan Pentagon untuk mengembangkan prosedur identifikasi personel transgender dalam waktu 30 hari. Setelah itu, dalam kurun waktu 30 hari berikutnya, mereka yang teridentifikasi sebagai transgender harus dipisahkan dari dinas militer.

“Merupakan kebijakan pemerintah Amerika Serikat untuk menetapkan standar tinggi bagi kesiapan, daya mematikan, kekompakan, kejujuran, kerendahan hati, keseragaman, dan integritas anggota angkatan bersenjata,” tulis memo tertanggal 26 Februari tersebut.

Lebih lanjut, memo tersebut menegaskan bahwa kebijakan ini didasarkan pada batasan medis, bedah, dan kesehatan mental yang terkait dengan individu yang mengalami disforia gender atau memiliki riwayat kondisi tersebut.

Menurut data Departemen Pertahanan, terdapat sekitar 1,3 juta personel militer aktif di AS. Para pendukung hak transgender memperkirakan ada sekitar 15.000 anggota transgender yang bertugas, meskipun pejabat militer menyebut jumlah mereka hanya dalam kisaran ribuan.

Kebijakan ini menuai kritik dari berbagai kelompok hak asasi manusia dan aktivis LGBTQ+, yang menilai keputusan ini sebagai bentuk diskriminasi terhadap anggota militer transgender. Sementara itu, pendukung kebijakan ini berpendapat bahwa langkah tersebut diperlukan demi menjaga kesiapan dan efektivitas militer AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Elon Musk Ngaku Dapat Ancaman Pembunuhan Setelah Pangkas Anggaran Pemerintah AS

Elon Musk Ngaku Dapat Ancaman Pembunuhan Setelah Pangkas Anggaran Pemerintah AS

News | Kamis, 27 Februari 2025 | 11:19 WIB

Trump Pamer Video AI "Gaza Riviera" Mewah, Hamas Kecam Keras!

Trump Pamer Video AI "Gaza Riviera" Mewah, Hamas Kecam Keras!

News | Kamis, 27 Februari 2025 | 11:06 WIB

PM Inggris Beri Peringatan untuk Donald Trump: Kesepakatan Damai yang Gagal Bisa Picu Perang Baru di Eropa

PM Inggris Beri Peringatan untuk Donald Trump: Kesepakatan Damai yang Gagal Bisa Picu Perang Baru di Eropa

News | Kamis, 27 Februari 2025 | 09:43 WIB

Trump Batalkan Pertemuan Uni Eropa, Ketegangan AS-Eropa Meningkat Dramatis

Trump Batalkan Pertemuan Uni Eropa, Ketegangan AS-Eropa Meningkat Dramatis

News | Kamis, 27 Februari 2025 | 10:00 WIB

Perang Dagang Memanas! Trump Umumkan Tarif Baru untuk Produk Eropa

Perang Dagang Memanas! Trump Umumkan Tarif Baru untuk Produk Eropa

News | Kamis, 27 Februari 2025 | 05:33 WIB

Donald Trump Bagikan Video AI 'Gaza 2025' yang Penuh Kontroversi

Donald Trump Bagikan Video AI 'Gaza 2025' yang Penuh Kontroversi

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 21:53 WIB

"Anda Tidak Sendirian":  Janji Dukungan Mengalir untuk Ukraina di Tengah Invasi Rusia dan Sikap Netral AS

"Anda Tidak Sendirian": Janji Dukungan Mengalir untuk Ukraina di Tengah Invasi Rusia dan Sikap Netral AS

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 11:32 WIB

Israel Hancurkan Rumah dan Toko, Usir 12.000 Warga Palestina di Tulkarem

Israel Hancurkan Rumah dan Toko, Usir 12.000 Warga Palestina di Tulkarem

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 11:16 WIB

Trump Optimis 'Kartu Emas' Senilai Rp78 Miliar untuk Imigran Kaya Bisa Lunasi Utang Nasional

Trump Optimis 'Kartu Emas' Senilai Rp78 Miliar untuk Imigran Kaya Bisa Lunasi Utang Nasional

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 09:54 WIB

Usai Bertemu Trump, Macron Beri Bocoran soal Gencatan Senjata di Ukraina

Usai Bertemu Trump, Macron Beri Bocoran soal Gencatan Senjata di Ukraina

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 09:42 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB