Hutan Mangrove Lestari, Ekonomi Masyarakat Adat Kaltim Kuat Berkat Beasiswa Kemitraan Baznas

Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 28 Februari 2025 | 18:58 WIB
Hutan Mangrove Lestari, Ekonomi Masyarakat Adat Kaltim Kuat Berkat Beasiswa Kemitraan Baznas
Lokasi Program Wanamina Kaltim (Dok Jejak Baik Pohon)

Suara.com - Sejauh mata memandang, hamparan tambak mendominasi lanskap Desa Sao Palai, Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Sekitar 30 tahun yang lalu tempat ini masih dipenuhi akar-akar mangrove yang kokoh menahan gelombang dan angin laut. Namun, seiring waktu pohon-pohon itu menghilang, tergantikan oleh petakan tambak yang kini menjadi sumber penghidupan utama bagi masyarakat adat setempat. Di balik geliat ekonomi ini, ada harga mahal yang harus dibayar yakni kerusakan lingkungan dan ekosistem yang kian rapuh.

Mangrove yang seharusnya menjadi benteng alami terhadap abrasi dan erosi semakin berkurang jumlahnya. Muara Badak sebagai bagian dari kawasan Delta Mahakam kini mengalami kerusakan lingkungan yang mengkhawatirkan. Di tengah situasi yang ini, yayasan Jejak Baik Pohon hadir membawa perubahan. Mereka tak hanya ingin mengembalikan mangrove yang hilang, tetapi juga membantu masyarakat tetap bertahan secara ekonomi.

Dengan dukungan Beasiswa Kemitraan Pendidikan Khusus Disabilitas, 3T dan Komunitas Adat Tahun 2024 dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Jejak Baik Pohon menginisiasi program pelatihan dan pemberdayaan bagi masyarakat adat pesisir Muara Badak. Lewat konsep silvofishery, Jejak Baik Pohon memperkenalkan metode yang memungkinkan petani tambak mengelola tambak mereka dengan cara yang lebih berkelanjutan.

“Konsepnya tidak hanya pendidikan dan pemberdayaan ekonomi, tapi juga mempedulikan aspek lingkungan untuk masyarakat adat,” ujar Ketua Yayasan Jejak Baik Pohon, Zulkarnain saat dihubungi Suara.com, Kamis (13/2/2025).

Silvofishery atau wanamina adalah sistem konservasi lingkungan yang menggabungkan penanaman vegetasi hutan mangrove dengan budidaya ikan dan udang. Konsep ini memiliki banyak manfaat, mulai dari membantu melestarikan hutan mangrove, meniciptakan ekosistem alami sebagai sumber makanan sekaligus tempat berlindung ikan dan udang, serta meningkatkan nilai ekonomi masyarakat setempat.

Menurut dokumen The World's Mangroves 1980-2005 yang dikeluarkan oleh Food and Agriculture Organization (FAO), sejak tahun 1980 terjadi kehilangan luasan mangrove yang signifikan dari 4.200.000 ha hingga tersisa 2.900.000 ha di tahun 2005. Total luasan hutan mangrove yang hilang selama kurun waktu tersebut sebanyak 1.300.000 ha.

Sementara itu, hasil studi Center for International Forestry Research (CIFOR-ICRAF) tahun 2015 menunjukkan Indonesia telah kehilangan 52.000 hektar hutan mangrove setiap tahunnya selama 30 tahun terakhir. Hal ini diperkuat dengan studi berbasis Analisa Citra Landsat dari NASA, antara tahun 2003 hingga 2020 tercatat laju deforestasi mangrove di Delta Mahakam mencapai 10.155 hektar per tahun. Sementara itu, pertumbuhan tambak dan lahan terbuka meningkat pesat, masing-masing sebesar 3.773 hektar per tahun dan 90,7 hektar per tahun.

Penggundulan hutan mangrove ini memiliki dampak besar terhadap lingkungan, sebab keberadaan hutan mangrove berfungsi sebagai penghasil oksigen, pencegah abrasi dan penyerap gas karbondioksida. Dampak kerusakan hutan mangrove diperkuat dengan data dari Climate Watch menunjukkan bahwa penggundulan hutan, degradasi lahan gambut, dan perubahan tata guna lahan lainnya menyumbang sekitar sepertiga emisi karbon di Indonesia pada tahun 2020. Lebih jauh lagi, hasil studi CIFOR-ICRAF menyebut deforestasi hutan mangrove di Indonesia menghasilkan 190 juta ton karbondioksida per tahun yang menyumbang 42 persen dari emisi tahunan dunia akibat perusakan ekosistem pesisir.

Kerusakan inilah yang membuat Jejak Baik Pohon merasa terpanggil. Jejak Baik Pohon ingin membantu memperbaiki kerusakan lingkungan di Muara Badak sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat adat sekitar melalui pelatihan dan pembinaan yang didanai oleh Baznas RI.

Program Beasiswa Baznas untuk Masyarakat Adat

Di Indonesia, ada banyak program beasiswa, salah satunya adalah Baznas RI. Baznas adalah lembaga pemerintah non-struktural satu-satunya yang dibentuk oleh pemerintah dan memiliki wewenang melakukan pengelolaan zakat secara nasional sesuai amanat Undang Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Baznas memiliki fokus mendukung pendidikan masyarakat disabilitas, masyarakat di wilayah Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T) dan masyarakat adat melalui program Beasiswa Kemitraan Pendidikan Khusus. Program yang telah bergulir sejak 2021 ini fokus memberikan akses pendidikan yang berkualitas untuk seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali sehingga tidak ada satupun yang tertinggal (no one left behind). Prinsip ini sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 tentang pendidikan bermutu, SDGs nomor 10 tentang mengurangi ketimpangan dan SDGs nomor 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

Selain itu, program beasiswa inklusif ini juga sejalan dengan misi Asta Cita yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka nomor 4, yakni memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sians, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender serta penguatan peran perempuan dan penyandang disabilitas; serta Asta Cita nomor 6, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

“Dengan dana ZIS (zakat, infak, sedekah) dan kerjasama yang simultan akan bisa mengatasi persoalan di 3T, komunitas adat, disabilitas sehingga (dapat) mengurangi kemiskenan ekstrem dan mengangkat fakir miskin bisa setara kehidupannya,” kata Ketua Baznas RI Noor Achmad dalam Seminar Nasional dan Peluncuran Beasiswa Kemitraan Pendidikan Khusus Disabilitas, 3T dan Komunitas Adat yang disiarkan di kanal Youtube Baznas, Kamis (7/11/2024).

Laporan penghimpunan ZIS Baznas (Baznas)
Laporan penghimpunan ZIS Baznas (Baznas)

Merujuk pada data penghimpunan ZIS unaudited yang dipublikasikan oleh Baznas melalui website resmi, dana ZIS yang terkumpul sejak Januari sampai November 2024 tercatat ada sebanyak Rp1.055.055.941.715 dengan akumulasi penerima manfaat selama kurun waktu tersebut ada sebanyak 2.367.779 jiwa.

Dana yang telah terkumpul disalurkan oleh Baznas untuk para penerima manfaat yang terbagi dalam beberapa program, meliputi program sosial sebanyak 1.720.309 atau 72,65 persen, program kesehatan sebanyak 391.062 jiwa atau 16,52 persen, program pendidikan 119.160 jiwa atau 5,03 persen, program dakwah 81.006 jiwa atau3,42 persen dan program ekonomi 56.241 jiwa atau 2,38 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Solusi Radikal: Saatnya ASEAN Terbitkan "Blue Bonds" Demi Selamatkan Pesisir

Solusi Radikal: Saatnya ASEAN Terbitkan "Blue Bonds" Demi Selamatkan Pesisir

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:35 WIB

Dukung Penyerapan Blue Carbon dan Berdayakan Masyarakat, BTN Tanam 10.000 Mangrove di Kuta Bali

Dukung Penyerapan Blue Carbon dan Berdayakan Masyarakat, BTN Tanam 10.000 Mangrove di Kuta Bali

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:06 WIB

Perkuat Ekosistem Pesisir, TelkomGroup Tanam 20 Ribu Bibit Mangrove

Perkuat Ekosistem Pesisir, TelkomGroup Tanam 20 Ribu Bibit Mangrove

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:33 WIB

Miris! Tanah Ditukar Senter, UU IKN Digugat ke MK Demi Bela Hak Masyarakat Adat

Miris! Tanah Ditukar Senter, UU IKN Digugat ke MK Demi Bela Hak Masyarakat Adat

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:07 WIB

Pembangunan IKN Dipersoalkan, Suku Balik Sepaku Minta Hak Adat Dilindungi

Pembangunan IKN Dipersoalkan, Suku Balik Sepaku Minta Hak Adat Dilindungi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:36 WIB

Zakat Bukan Sekadar Ibadah, Jadi Instrumen Pemerataan Kesejahteraan Umat

Zakat Bukan Sekadar Ibadah, Jadi Instrumen Pemerataan Kesejahteraan Umat

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 11:50 WIB

BPDP Kucurkan Rp 1,3 T untuk Beasiswa, Tanggung Full Kuliah hingga Biaya Hidup Anak Petani Sawit

BPDP Kucurkan Rp 1,3 T untuk Beasiswa, Tanggung Full Kuliah hingga Biaya Hidup Anak Petani Sawit

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:30 WIB

NHM Perkuat Agenda ESG melalui Konservasi Mangrove dan Penguatan Ekonomi Komunitas Pesisir

NHM Perkuat Agenda ESG melalui Konservasi Mangrove dan Penguatan Ekonomi Komunitas Pesisir

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 17:46 WIB

Mengapa Tokoh Lintas Iman Mendesak Pengesahan RUU Masyarakat Adat demi Hutan Papua?

Mengapa Tokoh Lintas Iman Mendesak Pengesahan RUU Masyarakat Adat demi Hutan Papua?

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 14:30 WIB

52 Ribu Hektare Mangrove Rusak Tiap Tahun, Kondisinya Kian Mengkhawatirkan

52 Ribu Hektare Mangrove Rusak Tiap Tahun, Kondisinya Kian Mengkhawatirkan

Foto | Kamis, 30 Juli 2026 | 10:00 WIB

Terkini

Perdana di Langit Jakarta, Rafale Terbang Rendah di Istana Jelang HUT RI ke-81

Perdana di Langit Jakarta, Rafale Terbang Rendah di Istana Jelang HUT RI ke-81

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:01 WIB

Insiden Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras, Aksi Boikot Produk OT Group Menggema, Apa Saja Produknya?

Insiden Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras, Aksi Boikot Produk OT Group Menggema, Apa Saja Produknya?

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Gen Z dan Era AI: Merdeka Berkreasi atau Makin Bergantung pada Teknologi?

Gen Z dan Era AI: Merdeka Berkreasi atau Makin Bergantung pada Teknologi?

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Review Jujur 3 Serum Vitamin C Terbaik, Dari Harga Pelajar hingga Pilihan Tasya Farasya!

Review Jujur 3 Serum Vitamin C Terbaik, Dari Harga Pelajar hingga Pilihan Tasya Farasya!

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:59 WIB

Modus 'Selipkan di Celana', Dua Pencuri Raket Padel di Padel Avenue Diburu Polisi

Modus 'Selipkan di Celana', Dua Pencuri Raket Padel di Padel Avenue Diburu Polisi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:59 WIB

Polda Aceh Pecat Polisi Edarkan 142 Vape Getar di Bireuen

Polda Aceh Pecat Polisi Edarkan 142 Vape Getar di Bireuen

Sumut | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:57 WIB

5 Shade Wardah Colorfit Last All Day Lip Paint untuk Kulit Sawo Matang, Tahan Lama dan Bibir Segar

5 Shade Wardah Colorfit Last All Day Lip Paint untuk Kulit Sawo Matang, Tahan Lama dan Bibir Segar

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:53 WIB

Spill Jam Tangan-Tas Branded Anggota DPRD Riau dan Istri, Nilainya Ratusan Juta

Spill Jam Tangan-Tas Branded Anggota DPRD Riau dan Istri, Nilainya Ratusan Juta

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:52 WIB

Solidaritas Perempuan Bakal Gugat UU Ciptaker: Picu Kekerasan dan Diskriminasi Gender

Solidaritas Perempuan Bakal Gugat UU Ciptaker: Picu Kekerasan dan Diskriminasi Gender

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Istana Ungkap Sejumlah Menteri Aktif Masuk Daftar Penerima Tanda Kehormatan, Siapa Saja?

Istana Ungkap Sejumlah Menteri Aktif Masuk Daftar Penerima Tanda Kehormatan, Siapa Saja?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:50 WIB

×