Hutan Mangrove Lestari, Ekonomi Masyarakat Adat Kaltim Kuat Berkat Beasiswa Kemitraan Baznas

Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 28 Februari 2025 | 18:58 WIB
Hutan Mangrove Lestari, Ekonomi Masyarakat Adat Kaltim Kuat Berkat Beasiswa Kemitraan Baznas
Lokasi Program Wanamina Kaltim (Dok Jejak Baik Pohon)

Ada beberapa program beasiswa yang diberikan oleh Baznas sebagai bentuk penyaluran dana ZIS, yakni beasiswa Cendekia Baznas, beasiswa Riset Baznas, Beasiswa Kemitraan Baznas, beasiswa Santri. Selain beasiswa, ada pula beberapa program unggulan Baznas yang terus berkomitmen memberikan solusi nyata meningkatkan kesejahteraan umat, yakni program Rumah Sehat Baznas, Baznas Microfinance, Kampung Zakat, Santripreneur, Z-Chicken, Z-Mart, Rumah Layak Huni, Baznas Tanggap Bencana dan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting.

Sementara itu, Deputi II Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Imdadun Rahmat menjelaskan, sejak program beasiswa ini diluncurkan, Baznas telah bekerja sama dengan 38 lembaga yang terdiri atas 18 lembaga dengan fokus disabilitas, 11 lembaga yang berada di wilayah 3T dan komunitas adat yang tersebar di seluruh Indonesia.

Di tahun 2024 ini, program beasiswa kemitraan khusus ini mendapatkan antusias tinggi. Hal ini terbukti dengan masuknya 56 lembaga yang mendaftarkan diri sebagai penerima beasiswa. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, Baznas memberikan beasiswa kepada 20 lembaga yang fokus pada sektor pendidikan. Lembaga-lembaga terpilih ini terdiri atas lima lembaga yang fokus pada komunitas adat, empat lembaga yang fokus pada wilayah 3T, dan 11 lembaga yang fokus pada disabilitas. Masing-masing lembaga penerima beasiswa akan mendapat bantuan selama satu tahun dalam bentuk hibah sebesar Rp50 juta per lembaga. Dana hibah tersebut bersumber dari dana ZIS.

“Harapannya program yang sangat baik ini bisa betul-betul dimanfaatkan kebaikannya untuk membantu anak-anak generasi kita yang memerlukan supoort mendapatkan akses atau kesempatan pendidikan layak dan berkualitas,” ujar Imdadun Rahmat.

lembaga penerima beasiswa kemitraan khusus Baznas (Baznas)
lembaga penerima beasiswa kemitraan khusus Baznas (Baznas)

Memperbaiki Lingkungan dan Ekonomi Masyarakat Adat

Jejak Baik Pohon menjadi salah satu dari total 20 lembaga penerima beasiswa kemitraan khusus dari Baznas di tahun 2024. Jejak Baik Pohon telah resmi terdaftar sebagai filantropi atau yayasan di Kementerian Hukum dan HAM RI dan berkantor di Samarinda, Kalimantan Timur.

Yayasan ini memilih lokasi Muara Badak, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur sebagai lokasi pilot project karena wilayah ini merupakan bagian dari Delta Mahakam yang kaya akan keanekaragaman hayati dan non hayati, namun terancam rusak akibat pembabatan hutan mangrove yang digantikan dengan tambak. Terlebih masyarakat adat Muara Badak juga mulai mengeluhkan adanya penurunan produktivitas tambak, kualitas air makin buruk, munculnya gulma nase, penyakit white spot dan ketersediaan pakan alami untuk udang yang semakin rendah. Padahal, tambak merupakan mata pencaharian utama masyarakat adat setempat.

Meski demikian, masyarakat adat Muara Badak tidak memiliki pengetahuan yang mumpuni untuk memperbaiki situasi alam dan ekonomi yang mereka hadapi. Oleh karena itulah, Jejak Baik Pohon bersama Baznas hadir untuk memberikan bantuan pendidikan dan pemberdayaan yang berkelanjutan kepada masyarakat adat Muara Badak.

Zulkarnain selaku Ketua Yayasan Jejak Baik Pohon mengatakan, wanamina memang menjadi solusi terbaik untuk memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus perekonomian masyarakat. Sayangnya, masyarakat adat masih belum memahami konsep ini dengan benar, sehingga perlu dilakukan pelatihan dan pendampingan agar program wanamina ini bisa berkelanjutan.

Program ini akan dilakukan dengan membuat demonstrasi plot (demplot) seluas dua ha di desa tersebut. Selanjutnya, wilayah tersebut akan ditanami 1.600 bibit mangrove dengan pola kombinasi dan skema budidaya polikultur yang terdiri dari ikan bandeng, udang windu dan rumput laut sango-sango (Gracilaria sp). Total ada 26 petani tambak yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan Ramah Lingkungan yang akan dibina dalam program ini.

“Ujungnya akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat adat,” kata Zulkarnain.

Lokasi Program Wanamina Kaltim (Dok Jejak Baik Pohon)
Bibit bakau (Dok Jejak Baik Pohon)

Nantinya, di lahan yang ditanami 1.600 bibit mangrove itu akan diberikan 20.000 benih udang windu, 6.000 ikan bandeng dan dua ton rumput laut sango-sango. Menurut perhitungan, dari 20.000 benih udang windu yang disebar, biasanya sekitar 70 sampai 80 persen yang bisa bertahan dan bisa dipanen dalam waktu kurang lebih empat bulan. Diproyeksikan sekitar 1.070 kilogram udang windu yang bisa dijual sehingga petani tambak bisa untung sekitar Rp107 juta, dengan harga jual udang windu sebesar Rp100 ribu per kilogramnya. Begitu pula dengan ikan bandeng dan rumput laut sango-sango, masing-masing bisa menghasilkan Rp76 jutaan Rp56 jutaan dalam sekali panen.

"Jadi estimasi perhitungan kita selama kurang lebih delapan bulan bisa menghasilkan Rp240 jutaan yang didapatkan masyarakat adat dari wanamina ini," ujar Zulkarnain.

Selama satu tahun, Jejak Baik Pohon akan membina masyarakat adat Muara Badak melalui tahap prabudidaya yang terdiri dari sosialisasi teknis, workship dan persiapan lahan budidaya, lalu tahap budidaya yang meliputi seleksi benih ikan, udang dan bibit rumput laut, penebaran benih, pemeliharaan dan monitoring serta pengawasan dan pengendalian kualitas air.

Selanjutnya ke tahap akhir yakni pascabudidaya, yang meliputi panen, pemasaran dan evaluasi serta pelaporan. Setelah program selesai diharapkan masyarakat bisa melakukan budidaya secara mandiri berbekal pendidikan komprehensif yang telah diberikan oleh Jejak Baik Pohon.

Dalam menjalankan program ini, Zulkarnain melakukan penyaringan para petani tambak yang akan dibinanya dengan hati-hati. Hal ini untuk memastikan dana ZIS yang diberikan dari Baznas benar-benar tersalurkan ke sasaran tepat.

Masyarakat adat Muara Badak mayoritas bekerja sebagai petani tambak dan nelayat laut. Dalam sebulan, penghasilan yang didapatkan mereka tidak sampaii Rp5 juta. Penghasilan yang didapatkan sekarang semakin kecil seiring dengan perubahan iklim yang menyebabkan cuaca ekstrem dan kerusakan mangrove. Para nelayan terpaksa tidak melaut dan hasil panen petani tambak menurun drastis.

Kondisi diperparah dengan taraf pendidikan masyarakat adat Muara Badak yang tergolong masih rendah. Zulkarnain mengaku menemui banyak petani tambak dan nelayan laut merupakan lulusan SD atau SMP.

"Dari segi kesejahteraan masih jauh, pendidikan juga masih rendah. Jadi mereka sangat terbantu dengan bantuan beasiswa Baznas ini," ujar Zulkarnain.

Lokasi Program Wanamina Kaltim (Dok Jejak Baik Pohon)
Tim Jejak Baik Pohon saat melakukan survei di lokasi program Wanamina (Dok Jejak Baik Pohon)

Zulkarnain bercerita, saat ia dan timnya melakukan survei ke Muara Badak membawa kabar bantuan beasiswa Baznas, masyarakat setempat sangat senang dan antusias menyambut program yang akan dijalankan. Terlebih program tersebut memberikan manfaat yang besar untuk alam dan perekonomian masyarakat.

"Mereka sudah bersiap menyiapkan fasilitas buat pelatihan, antusias menggerakkan massa. Mereka sangat terbuka menyambut Jejak Baik Pohon dan Baznas," ujar Zulkarnain.

Dengan bantuan dana zakat yang dikumpulkan oleh Baznas, Zulkarnain berharap dapat membantu melestarikan alam dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Saat ini Jejak Baik Pohon sedang mematangkan program pelatihan dan pelestarian alam ini, ia berharap program ini akan segera dimulai dalam waktu dekat.

Zulkarnain dan tim berencana menjadikan program ini sebagai program yang berkelanjutan, tidak hanya dilakukan selama mendapatkan bantuan dana dari Baznas saja melainkan bisa terus bergulir dan menular ke daerah lainnya.

Menularkan Kebaikan, Melahirkan Muzaki

Mimpi Jejak Baik Pohon menjadikan wanamina berkelanjutan di Muara Badak dan menular ke berbagai wilayah lain di Indonesia ternyata juga diharapkan oleh para peneliti sebelumnya.

Pada tahun 2023, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan riset bekerja sama dengan organisasi iklim CarbonEthics terkait penerapan wanamina untuk kelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat pesisir yang terdampak perubahan iklim. Hasil riset menunjukkan implementasi wanamina terbukti meningkatkan kemampuan tanaman mangrove sebanyak lima kali lebih besar dibandingkan dengan hutan terestrial.

Tak hanya sampai di situ, wanamina juga memberikan dampak ganda berupa penambahan serapan karbon dari rumput laut. Keunggulan lainnya yang didapat adalah peningkatan pendapatan masyarakat pesisir dari budidaya rumput laut yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi.

"Wanamina memiliki banyak keunggulan. Saya harap ini awal menjalin potensi kerjasama pada bidang lain yang berujung pada tingginya nilai kemanfaatan bagi masyarakat," kata Plt. Kepala PRLTB BRIN Handy Chandra, (18/12/2023).

Zulkarnain mengaku, mimpi besarnya lewat program wanamina bersama Baznas ternyata tidak hanya sebatas menciptakan keberlanjutan. Dengan lingkungan alam yang semakin membaik, perekonomian meningkat, Zulkarnain berharap masyarakat adat yang telah pulih secara ekonomi bisa menyalurkan zakat mereka ke lembaga resmi, yakni Baznas. Harapannya, aliran dana zakat yang tiada putusnya bisa memberikan manfaat lebih luas lagi untuk masyarakat yang membutuhkan di seluruh penjuru negeri.

"Kalau ekonominya sudah maju, masyarakat menghasilkan (uang) berkelanjutan, mereka bisa turut serta menyalurkan zakat atau jadi muzaki," ujar Zulkarnain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terpilih dari 600 Pendaftar, 9 Siswa Indonesia Lanjut Kuliah ke Jepang dengan Beasiswa Penuh

Terpilih dari 600 Pendaftar, 9 Siswa Indonesia Lanjut Kuliah ke Jepang dengan Beasiswa Penuh

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:28 WIB

Stella Christie Dorong Mahasiswa dan Dosen RI Manfaatkan Beasiswa ke China

Stella Christie Dorong Mahasiswa dan Dosen RI Manfaatkan Beasiswa ke China

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:51 WIB

Duka Masyarakat Adat di DPR: Tanah Warisan Leluhur Hilang, Anak Buta Huruf karena HGU

Duka Masyarakat Adat di DPR: Tanah Warisan Leluhur Hilang, Anak Buta Huruf karena HGU

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:48 WIB

Cerita Inspiratif: Desa Batuah Menyulam Harapan dari Hasil Alam

Cerita Inspiratif: Desa Batuah Menyulam Harapan dari Hasil Alam

Video | Senin, 22 Juni 2026 | 12:47 WIB

Dedi Mulyadi Gandeng Mathlaul Anwar, Siapkan Beasiswa untuk 80 Ribu Siswa Menengah

Dedi Mulyadi Gandeng Mathlaul Anwar, Siapkan Beasiswa untuk 80 Ribu Siswa Menengah

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 06:10 WIB

Mengapa Pengetahuan Masyarakat Adat Penting untuk Mengatasi Krisis Iklim?

Mengapa Pengetahuan Masyarakat Adat Penting untuk Mengatasi Krisis Iklim?

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:15 WIB

Suasana Cair! Kaesang Guyon soal Foto Jokowi Rakorwil PSI Kaltim

Suasana Cair! Kaesang Guyon soal Foto Jokowi Rakorwil PSI Kaltim

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:10 WIB

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55 WIB

Mau Kuliah di Kampus Top Luar Negeri? 4 Strategi Susun Portofolio untuk Raih Beasiswa Impian

Mau Kuliah di Kampus Top Luar Negeri? 4 Strategi Susun Portofolio untuk Raih Beasiswa Impian

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:30 WIB

BSI Implementasikan Green Zakat, Sampah Anorganik Bisa Jadi Tabungan Emas

BSI Implementasikan Green Zakat, Sampah Anorganik Bisa Jadi Tabungan Emas

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:38 WIB

Terkini

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:03 WIB

Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung

Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:56 WIB

Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:47 WIB

Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah

Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:43 WIB

Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang

Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:32 WIB

Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen

Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:19 WIB

Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL

Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:31 WIB

Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak

Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:47 WIB

Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil

Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 06:00 WIB

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

×